Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+49


Gea berjalan menuju sofa yang ada di kamar itu, letak nya tidak jauh dari jendela. Bukan baring di sofa, Gea malah lebih tertarik dengan apa yang ia lihat dari jendela kamar Elang.


Pemandangan yang sangat indah di luar sana, pemandangan sebuah taman yang lengkap dengan ayunan dan kursi juga di hiasai bunga-bunga yang mekar.


Ia memutus kan untuk keluar menghampiri taman yang ia lihat dari atas sana tadi.


"Mau kemana lho singa, gak capek ya lho." kata Elang.


"Aku mau ketaman, itu sangat indah untuk di lihat. Aku rasa capek ku hilang hanya karna melihat taman itu." kata Gea..


"Ya, tapi aku capek jika kamu gak capek. Aku gak bisa temani kamu ketaman. Nanti aja ya kesana nya." kata Elang.


"Lho,,, aku gak minta kamu temani aku ketaman. Jangan ngarep deh kamu." kata Gea.


"Ya sudah jika kamu memang gadis galak, pergi aja sendiri kesana. Aku mau liat, galak kan mana kamu ama Rocky." kata Elang yang masih tetap terbaring di ranjang nya.


"Rocky, siapa itu yang nama nya Rocky. Aku gak akan takut sama siapa pun." kata Gea.


"Ya sudah, coba aja lho kesana. Janji satu hal ya, jangan teriak jika ketemu sama Rocky." kata Elang.


Yang nama nya Gea, dia gak akan takut dengan apa yang di kata kan Elang. Tanpa kata apa pun, ia keluar dari kamar nya. Ia pergi menuju taman.


Walau pun Elang tidak mau ikut pergi kata nya tadi. Tapi, ia memutus kan untuk ikut Gea dari belakang. Ia ingin lihat, apa kah gadis itu sangat pemberani.


Dan seberani apa gadis yang terkenal galak itu, apa ia mampu mengatasu Rocky yang galak itu.


Gea berjalan kearah taman, ia penasaran sama yang nama nya Rocky yang Elang maksud kan. Dan seperti apa galak nya Rocky itu.


Baru saja ia masuk kearea taman yang indah itu. Terdengar dari jauh gong-gongan seekor ******. ****** itu sangat besar untuk di kata kan ****** biasa. Warna nya hitam dan orange. Telinga nya tegak dan ia berlari cepat kearah Gea sambil menggong-gong keras.


Di sana sudah ada Elang, tanpa sadar ia meloncat dalam gendongan Elang. Sangking takut nya ia pada ****** itu.


Melihat Gea dalam gendongan Elang, ****** itu berhenti mengejar Gea. Ia terdiam di sana.


"Rocky, ini adalah anggota keluarga kita. Dia tidak bermaksud menggangu kok. Dan dia juga bukan orang jahat." kata Elang pada ****** itu.


****** itu seakan mengerti dengan apa yang Elang kata kan. Ajing itu duduk dengan manja nya di sana. Dan tatapan nya dengan Gea pun seketika berubah. Dia seperti ****** yang manja sekarang, bukan ****** galak lagi.


"Sampai kapan kamu harus aku gendong. Kamu gak punya niat untuk turun ya." kata Elang pada Gea yang masih dalam gendongan nya itu.


Mendengar apa yang Elang kata kan, dengan cepat Gea turun dari gendongan Elang. Ia merasa agak malu karna melaku kan hal itu, di karna kan sangking takut nya sama ******.


"Aku pikir kamu lebih berani dari Rocky, ternyata kamu penakut juga ya. Galakan Rocky dong dari kamu." kata Elang sambil senyum.


"Jangan sama kan aku dan Rocky, aku manusia bukan binatang." kata Gea.


"Lah... Aku gak bilang gitu lho ya. Aku kan udah ingat kan sama kamu tadi, tapi kamu nya gak mau dengar aku." kata Elang.


"Kamu kan gak bilang jika Rocky itu adalah ******. Aku pikir dia manusia kadal." kata Gea.


"Aku juga gak bilang Ricky manusia, harus nya kamu tahu dong, aku kan bilang Rocky itu galak."kata Elang.


"Mana aku tahu, jika aku tahu kan aku akan pikir-pikir dulu." kata Gea malu.


"Dasar cewek, gak bisa ngalah sedikit pun. Mau nya menang aja terus." kata Elang pada akhir nya.


"Rocky, aku rasa kamu dan dia bisa berteman. Mungkin lah ya.. " kata Elang pada ****** nya.