
Dewa sibuk cemas saat Gea telah menghabiskan satu bungkus rujak. Tapi Gea tidak terjadi apa-apa saat ia selesai makan rujaknya. Dewa bisa bernapas lega saat melihat adiknya baik-baik saja. Ternyata, apa yang mama katakan itu benar adanya. Wanita hamil itu berbeda dari yang biasanya.
"Benarkan kak, apa yang mama katakan. Kamu sih terlalu mencemaskan Gea," kata mama.
Dewa hanya senyum sama apa yang mama katakan. Ia merasa kekhawatirannya memang terlalu berlebihan. Ia hanya bisa melihat adiknya sambil tersenyum malu dan lega.
Rumah Gea saat ini memang super ramai, larna kedua keluarga berkumpul untuk melihat keadaan Gea, tidak terkecuali oma yang sangat sayang pada Gea.
Oma datang dengan berbagai makanan kesukaan Gea. Ia ingin cucunya senang saat hamil pertama dan masih sangat muda.
Berhari-hari rumah Gea itu selalu ramai. Selalu ada yang datang antara kedua keluarga. Bahkan mama mertu Gea, tinggal di rumah Gea selama ia hamil. Mama Gea juga ingin tinggal di rumah anaknya selama anaknya hamil. Namun tidak bisa, karna papa Gea harus kerja dan tidak bisa pulang pergi kerja dari rumah Gea. Karna letak rumah Gea dan kantornya sangat jauh.
Saat kandungan Gea menginjak usia dua bulan. Gea sudah tidak merasakan mual-mula seperti baru hamil lagi. Ia sudah bisa bangun dan makan makanan yang ia sukai. Walaupun tetap dalam batasan yang terus diawasi oleh Elang dan sang mama.
Gea tidak kuliah lagi untuk sementara saat ia hamil. Elang tidak memperbolehkan Gea untuk kuliah, karna ia takut terjadi apa-apa pada istri dan calon anaknya. Ia tahu bagaimana Gea saat tidak berada disampingnya. Akan banyak lelaki yang selalu ingin dekat dengan Gea, walau mereka sudah tahu kalau Gea itu bukan gadis. Tapi semuanya bagaikan tidak mempermasalahkan siapa Gea sebrnarnya. Status Gea bagaikan tidak membuat mereka takut untuk tetap mendekati Gea.
....
"Sayang, bagaimana keadaan kamu saat ini. Apa ada yang kamu inginkan?" kata Elang pada Gea saat ia baru pulang kerja.
Gea yang duduk di sofa ruang keluarga itu pun tersenyum manis saat melihat suaminya pulang.
"Aku gak mau apa-apa Lang, aku hanya ingin kita keluar makan malam bersama Kak Dewa dan Rika."
"Ya ampun, gak bisa minta yang lain apa Ge. Kamukan lagi hamil, masa iya kita keluar malam. Aku gak mau lho nanti kamu masuk angin atau kenapa-napa," ucap Elang sambil duduk disamping Gea.
Gea tidak menjawab, namun wajahnya berubah jadi muram. Ia terlihat sangat kesal saat Elang tidak mau menuruti apa yang ia inginkan.
"Aku mau kekamar dulu," ucap Gea sambil meninggalkan Elang.
Mama yang melihat hal itu, datang mendekati Elang setelah Gea naik kekamarnya. Mama duduk disamping Elang sambil tersenyum pada anaknya.
Elang melepaskan napas beratnya, ia tidak tahu lagi harus apa. Sejak hamil, Gea jauh berubah. Ia bertingkah sangat manja, namun tidak melupakan galaknya. Gea selalu membuat Ekang tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti apa yang ia inginkan.
"Ada apa Lang?" kata mama.
"Gea ngambek lagi ma," kata Elang dengan wajah frustasi sambil menyapu wajahnya dengan tangan.
"Apa lagi yang ia inginkan, turuti saja apa yang istrimu mau nak."
"Gea ingin keluar makan malam bersama Dewa dan Rika. Aku gak ingin ia masuk angin, aku takut dia kenapa-napa. Eh dianya malah ngambek lagi."
"Sudahlah, toh cuma makan malam aja. Apa salahnya, kalau kamu dan Gea makan malam bersama nanti. Kalian jugakan perginya naik mobilkan?" kata mama.
"Tapi ma ...."
"Apa kamu punya cara lain nantinya Lang. Ujung-ujungnya, ia akan ngambek lama dan kamu tidak akan siap untuk melihat Gea mendiamkan kamu lama-lama bukan?"
Elang diam saat mendengar kata-kata mama. Mungkin yang mama katakan ada benarnya. Ia terlalu mengekang Gea saat Gea hamil.
"Ya udah ma, Lang naik keatas dulu ya."
"Iya, pujuk tuh Gea."
"Iya ma."
Elang pun meninggalkan mamanya, naik dengan cepat menuju kamar mereka. Di sana, ia melihat Gea sedang duduk diatas sofa kamar. Gea terlihat sangat kesal saat Elang membuka pintu kamar itu.
"Sayang, udah dong. Jangan ngambek lagi yah, aku akan ikut apa mau kamu. Kita akan makan malam bersama Dewa dan Rika. Sekalian sama Danu nya juga diajak," kata Elang.
Saat mendengarkan apa yang Elang katakan. Wajah Gea yang murung seketika menjadi cerah. Ia terlihat ceria kembali. Gea memeluk Elang sambil mencium pipi Elang.
"Beneran ya ajak Danu juga," kata Gea manja.
"Iya, ajak Danu kalau ia gak punya kerjaan yah."
"Makasih sayang ...." kata Gea sambil mencium kedua pipi Elang berulang kali.
"Iya sama-sama."
"Aku siap-siap dulu ya," kata Gea sambil melepaskan pelukannya dari Elang.
Elang hanya tersenyum, ia melihat hal berbeda pada Gea saat Gea hamil. Gea sangat manja dan selalu terlihat menggemaskan bagi Elang. Walau kadang, ia akan kesal saat Elang tidak menuruti apa yang ia inginkan.
......
Malam itu, mereka semua makan malam disalah satu restoran ternama ditempat mereka. Semua yang diminta datang, bisa datang semuanya. Danu membatalkan jadwal les mata kuliahannya hanya demi sahabatnya ini. Baginya, apa yang Gea inginkan adalah hal yang dinamakan ngidam bagi wanita hamil.
Mereka berlima makan di restoran itu dengan penuh canda tawa. Hayalan Danu yang mengira ia akan jadi obat nyamuk karna ia tidak punya pasangan, ternyata tidak jadi kenyataan. Saat Gea hamil, Danu bagaikan orang kedau yang selalu Gea cari setelah Elang.
"Sayang, biarkan Danu makan dengan tenang," kata Elang saat Gea terus minta Danu yang suapin ia makan.
"Gak papa kak Elang, biarkan aja. Ini lebih baik dari pada dia galakkan. Aku gak keberatan kok kalau Gea manja," kata Danu sambil senyum.
"Iya, kamu gak keberatan. Tapi kak Elang nya keberatan banget tahu gak," kata Rika.
"Biarkan sajalah, kamu jangan bikin hati Elang nya tambah panas dong Rika," kata Dewa.
"Gak, aku gak papa kok. Aku hanya kasihan sama Danu nya aja. Masa iya dia makan gak bisa karna istriku yang manja ini," kata Elang.
Gea tidak peduli dengan apa yang mereka bicarakan. Ia sibuk menikmati makanannya dan makanan Danu yang hampir habis karna ia makan. Saat Elang ingin pesan khusus buat dia, Gea menolaknya.