Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
S 40


Gea pun menceritakan semuanya, ia juga menceritakan kesalah pahaman yang terjadi. Gea berusaha membuat kakaknya paham, dan membuat kakaknya mengerti kalau ini semua adalah ulah Astrid yang tidak ingin kakaknya bersama dengan Rika.


Saat itu, Elang masuk kedalam kamar tanpa mengetuk pintu kamar lagi. Ia juga membantu Gea menjelakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Dewa, kamu harus benar-benar menyaring setiap informasi yang kamu dapatkan. Kamu tidak boleh langsung percaya begitu saja," kata Elang.


"Iya kak, Gea mohon selidiki dulu kebenaran dari info yang kakak dapatkan. Jika tidak, kak Dewa akan menyesal suatu hari nanti."


"Iya, ini semua salah aku. Bagaimana aku bisa memperbaiki semua ini sekarang. Aku tidak tahu caranya untuk memperbaiki keadaan. Aku yakin, Rika pasti sangat marah atau mungkin ia sangat membenci aku sekarang."


"Tidak, kak Dewa salah. Rika tidak marah atau benci sedikit pun pada kak Dewa. Ia malah sangat sayang dan tidak ingin kehilangan kakak sama sekali," ucap Gea dengan penuh rasa lega.


"Dari mana kamu tahu kalau Rika tidak marah pada kakak," kata Dewa.


"Kamu lupa Wa, istriku ini adalah gadis hebat. Ia orang yang serba tahu lho," kata Elang sambil tersenyum manis pada Gea.


"Elang ...." kata Gea sambil melihat Elang.


"Jangan coba-coba bermesraan dihadapan aku ya," kata Dewa.


Mereka semuanya tersenyum, ada rasa syukur yang sulit untuk mereka gambarkan. Terutama Gea, ia merasa sangat bahagia saat ini. Ia tidak menyangka, masalah yang berat itu bisa ia selesaikan dengan sangat cepat. Ini semua berkat bantuan Elang, yang berusaha ikut menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


Pintu kamar Dewa diketuk oleh seseorang dari luar. Dewa pun bangun dari duduknya, lalu menghampiri pintu dan membukanya.


"Ada apa bik?" kata Dewa saat melihat bibik yang mengetuk pintu kamar mereka.


"Den Dewa dan yang lainnya dipanggil sama nyonya untuk makan. Tuan dan nyonya sudah menunggu di meja makan sekarang," kata bibik menjelaskan.


"Baik bik, kami akan turun sekarang. Terima kasih ya sudah memanggil kami untuk makan," kata Dewa dengan lembut.


"Sama-sama Den," ucap bibik sambil pamit dan meninggalkan kamar Dewa.


Setelah bibik pamit dan meninggalkan kamar Dewa. Mereka bertiga pun ikut turun kebawah untuk makan bersama. Malam itu, Gea makan dirumah mamanya.


Mereka membicarakan soal rencana Dewa yang akan menikahi Rika secepat mungkin. Dewa telah membulatkan tekadnya untuk mengubah rencana yang ia dan Rika sepakati sebelumnya.


"Mama sih setuju-setuju aja Wa, tapi gak tahu sama pihak Rikanya, apa mereka setuju atau tidak," ucap mama sambil makan.


"Makanya kita bicarakan dulu dengan keluarga Rika ma," kata papa.


"Iya pa, kita tidak bisa memutuskan dengan cara sebelah pihak aja. Kita harus merundingkan lagi soal pernikahan Dewa dan Rika ini," kata mama lagi.


"Udah, nanti kita bahas lagi soal Dewa dan Rika nya," kata papa.


"Oh ya, lusa jadi berangkat gak nih Lang?" kata papa pada Elang.


"Kalo gak ada halagan, jadi pah."


"Bagus deh, semoga semuanya lancar ya," kata mama.


"Bagusnya dimana ma?" kata Gea.


"Ya dimana lagi, di kamu yang bisa liburanlah."


"Mama mau ikut juga ya?" kata Gea menggoda mama.


"Mama gak mau bulan madu juga ya sama papa?"


"Udah, jangan banyak bercanda. Makan tuh dipanjutin," kata papa.


......


Masalah yang telah membuat hati Gea resah, telah pun selesai. Dan hari ini, Elang dan Gea melakukan perjalanan keluar negerinya. Mereka akan bulan madu selama satu minggu di Jepang. Tempat yang selalu ingin Gea kunjungi itu, mereka pilih sebagai tempat bulan madu pertama buat kedua pasangan yang telah lama menikah, tapi baru sempat bulan madu sekarang.


Gea menginjakkan kakinya pertama kali dibandara luar negeri itu. Rasanya sunggu membuat hatinya berbunga-bunga.


"Gimana Ge, apa kamu bahagia karna kamu sudah bisa melihat negara ini?" kata Elang sambil tersenyum manis.


"Jangan ditanya soal itu Lang, aku sangat senang sekarang."


"Kita akan disini selama satu minggu, kamu bisa menikmati semua tempat wisata disini nantinya. Kalau tidak cukup juga, kita bisa tambahkan waktu lagi."


Belum sempat Gea menjawab apa yang Elang katakan. Mobil yang Elang pesan untuk menjemput mereka sudah sampai dan mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam mobil sekarang.


Keduanya tidak menunggu lama lagi. Mereka masuk kedalam mobil, sedangkan sopir itu membawa barang milik Elang dan Gea kebagasi.


Mobil itu pun membawa kedua pasangan inu kehotel yang sangat mewah. Dengan sambutan yang hangat dari para pekerja hotel. Semuanya terlihat sempurna sekarang.


Gea dan Elang pun diantar kekamar yang mereka pesan. Kamar yang sangat luas dan semuanya terlihat sangat sempurna.


Gea masuk kedalam kamar itu, lalu merebahkan tubuhnya keatas ranjang yang bertaburi mawar merah yang harum sekali baunya. Sedangkan Elang, ia lebih memilih melihat suasana luar jendela kamar hotel itu.


"Ge, apa kamu lapar sekarang?" kata Elang.


"Ge ..."


Elang menoleh melihat Gea, ternayat orang yang ia ajak bicara sedang tidak mendengarkan apapun yang ia katakan. Karna Gea sedang terlelap, alias bobok cantik sekarang.


Elang tersenyum sambil berjalan menghampiri Gea. Ia melihat wajah cantik itu sambil tersenyum manis.


"Kamu ini yah, maaa baru sampai aja udah langsung tidur sih," kata Elang sambil membelai rambut Gea.


"Manis sekali, kalau kamu sedang tidur begini. Kamu adalah ratu tercantik didunia ini."


Elang mencium pipi Gea dengan lembut, ia ikut berbaring disamping Gea. Elang tidak pernah merasa bosan untuk melihat wajah cantik itu. Walaupun mereka sudah bersama lebih dari satu tahun. Rasa yang ada dalam hati Elang, malah semakin kuat dan semakin takut untuk kehilangan Gea.


Besar harapan Elang pada bulan madu kali ini. Ia ingin bisa memiliki Gea sepenuhnya. Bukan hanya raga Gea yang ia miliki, tapi seluruh jiwanya juga. Ia sangat berharap, Gea bisa menjadi ibu dari anaknya kelak.


Elang mengangkat kepala Gea dengan lembut, lalu meletakkan dilegannya. Karna Gea tidur tanpa beralaskan bantal dari tadi. Makanya, Elang memberikan lengannya sebagai batal untuk Gea.


....


Gea terbagun dari tidur nyenyaknya, ia melihat kesampingnya. Disana ada Elang yang terlelap dalam tidurnya. Barulah Gea menyadari bahwa ia tidur beralaskan lengan Elang sejak tadi.


Gea pun bagun dari baringnya, lalu menuju kamar mandi. Ia berniat untuk membersihkan badannya. Karna hari sudah malam dan perutnya juga terasa amat lapar. Ia tidak tega untuk membangunkan Elang, karna ia melihat wajah itu terlihat sangat capek.


"""""""""""""""""""""""""""""""''''''''""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""


Mohon maaf dan harap maklum yah teman-teman. Aku belum pernah keluar negeri lho. Jadi, kalo ada yang salah dalam penyampaian aku saat ini. Harap maklum dan kasih masukan ok.