Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+50


Mereka berdua menikmati suasan taman hingga beberapa saat. Kemudian mereka memutus kan untuk masuk dan beristirahat.


Sekolah Gea dan Elang berjalan seperti biasa nya, tak ada yang berubah dari kesolah mereka.


Setiap pergi dan pulang sekolah, kakak nya akan menunggu dia di pinggir jalan. Dan Gea masuk kemobil, sedang kan saat pulang. Juga sama, di tengah jalan mereka akan bertukar mobil.


Maka nya teman-teman tak ada curiga dengan Gea mau pun Elang. Sikap mereka di sekolah juga sama saja. Tak ada yang berubah dari mereka. Gea akan tetap jadi Gea yang galak. Dan Elang akan tetap jadi pangeran Elang yang dingin.


Hari ini, Elang duduk di bangku nya. Saat teman baik Sella datang menghampiri nya.


"Lang, aku ingin kasih titipan dari Sella." kata sahabat Sella sambil mengeluar kan sebuah amplop dari tas nya.


Sahabat itu menyerah kan amplop itu pada Elang. Elang menerima surat itu, ia membulak balik kan amplop berwarna putih itu.


"Apa ini, kenapa Sella memberi kan ini pada ku." kata Elang.


"Buka saja jika kamu ingin tahu apa isi nya Lang. Aku tidak ada urusan nya dengan apa yang terdapat di dalam amplop itu. Tugas ku hanya lah memberi kan nya pada mu." kata sahabat Sella.


"Buka dan lihat sendiri apa yang ada di dalam nya. Aku harus pergi karna tugas ku telah selesai." kata sahabat Sella lagi.


Elang tidak menjawab apa pun yang di kata kan sahabat Sella itu. Ia membuka amplop putih itu dengan sangat penasaran.


Ternyata isi nya adalah sebuah surat, surat yang di tulis sendiri oleh Sella. Elang sangat kenal dengan tulisan Sella. Karna ia dan Sella sudah lama kenal, bahkan Sella menjabat sebagai sekretaris di osis nya.


Elang membaca surat yang baru ia buka,


*Lang, kamu dan aku kenal sudah lama kan. Sejak kita kecil, aku dan kamu sudah saling kenal. Bahkan kamu berjanji pada ku akan menjadi kan aku sebagai kekasih hati mu dulu.


Tapi tidak sekarang, itu jauh sebelum kita dewasa. Aku ingat semua yang kamu ucap kan. Tapi kamu tidak pernah ingat apa yang kamu ucap kan pada ku.


Dan akhir nya, kamu hancur kan hati ku untuk yang krsekian kali nya Lang. Aku tahu kenyataan kamu sekarang sudah menikah kan.


Karna kamu tidak bisa aku miliki, maka aku ucap kan selamat atas pernikahan mu. Dan aku menyerah dengan cinta yang aku miliki. Aku pergi Lang, aku pergi dari hidup mu.


Ketika kamu baca surat ini, kamu tidak akan bertemu aku lagi. Mungkin untuk masa yang lama. Atau juga mungkin untuk selama nya Lang.


Selamat tinggal Elang, selamat tinggal masa lalu ku. Lupa kan jika aku pernah menjadi orang bodoh yang mengejar mu.


Sella*.


Elang tertegun karna telah membaca surat itu, apa yang Sella maksud kan dengan kata pergi dari nya untuk selama nya ya.


Apa kah Sella bunuh diri, atau apa yang terjadi dengan Sella. Dalam hati nya memikir kan kemungkinan yang mungkin di laku kan Sella.


Ia bangun dari duduk nya, bergegas meninggal kan kelas nya. Ia pun menuju kelas Sella.


Di sana tidak ada Sella, di bangku tempat biasa nya Sella duduk. Tidak ada Sella di sana, yang ada hanya lah teman-teman Sella.


"Kemana Sella.. " kata Elang bertanya pada teman Sella.


"Gak ada Sella di sini, kamu kan tidak peduli dengan teman kami. Kenapa menanya kan nya." kata Wita teman baik Sella.


"Apa maksud nya dengan semua ini. Aku tidak mengerti dengan apa yang kalian kata kan. Kalian tinggal kata kan di mana Sella. Kalian pasti tahu di mana Sella kan." kata Elang dengan tatapan marah nya.


"Sella dirumah sakit sekarang. Karna percobaan nya bunuh diri kemarin gagal. Sekarang ia di rawat di rumah sakit." kata Wita.


"Bunuh diri..... "Kata Elang tak percaya.


"Ya..... Sella kata nya depresi karna beban berat yang ada di pikiran nya. Maka nya ia mencoba bunuh diri." kata yang lain.