Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+16


Tak lama oma pun masuk ke dalam kamar Gea.


"Ge,,, perhiasan itu memang masih bagus. Tapi kamu kan harus memakai setidak nya kalung yang lebih bagus, dan cocok untuk pesta malam ini". Kata oma.


"Tapi oma, ini kan hanya jamuan makan malam. Bukan pesta besar kan. Ge tidak mau terlalu berlebihan oma". Kata Gea menolak.


"Tidak akan nampak berlebihan sayang. Jika Ge memakai salah satu dari perhiasan ini. Oma akan lebih bahagia." kata oma memujuk cucu nya.


"Baik lah oma, Ge akan pakai kalung nya saja". Kata Gea mengalah, karna kak Dewa ingin ia menuruti apa yang oma kata kan.


Ia pun hanya mengambil satu kalung berlian berpermata hijau itu. Untuk di pakai kan dengan baju yang berwarna hijau. Baju yang telah oma siap kan untuk acara makan malam bersama keluarga yang akan di tunang kan dengan Gea.


"Kamu lihat kan Ge, ini sangat cocok dengan kamu. Kamu makin cantik dengan kalung itu, baik lah oma pergi dulu ya." kata oma sambil pergi.


Oma memang suka serba gelamor dan mewah. Sangat berbeda dengan keinginan hati nya. Terlalu mencolok akan bikin jelek, kata Gea dalam hati.


"Sudah Ge, oma benar kok. Apa yang kamu pakai sekarang jauh lebih baik, iya kan mbak". Kata kak Dewa.


"Benar mas, eh den". Kata pelayan itu.


"Kok kalian berubah pangil aku den". Kata Dewa.


"Biar aja kak, kakak kan juga cucu oma. Apa salah dengan pangilan itu." kata Gea pada kakak nya.


Benar oma sudah mulai menepati janji tawaran nya ini. Kata Gea dalam hati.


"Jangan terlalu tebal riasan nya mbak. Nanti aku jadi kayak badut". Kata Gea pada pelayan yang merias wajah Gea saat ini.


"Nona muda memang cantik," kata pelayan itu memuji Gea.


"Saya tidak perlu merias nya terlalu banyak, cantik nya sudah terlihat," kata tukang rias itu lagi.


"Yah.... Aku biasa nya juga cantik kak. Kok kakak baru tahu sih". Kata Gea bercanda.


Belum sempat kakak nya menjawab apa yang ia kata kan. Pelayan di balik pintu itu pun memangil mereka untuk keluar.


"Nona, tamu nya sudah pada datang. Nona di suruh nyonya besar turun kebawah". Kata pelayan itu.


"Iya,,, baik lah. Aku akan turun sekarang". Kata Gea menjawab.


Gea dan kakak nya pun turun kebawah, di lihat nya para tamu sudah datang. Sudah lumayan ramai malahan..


Di antara tamu itu, ada seorang yang Gea kenal. Itu tak lain adalah kakak kelas Gea di sekolah.


"Kak, itu kan Denis." kata Gea kaget ketika melihat Denis yang datang bersama keluarga nya.


"Iya,, itu Denis. Kamu juga kenal sama Denis yang Ge". Tanya kak Dewa.


"Iya,,, aku kenal sama dia kak. Tapi cuma kenal gitu aja". Kata Gea.


"Apa kah dia yang oma jodoh kan dengan ku". Kata Gea pelan.


"Apa, jodoh." kata kak Dewa kaget.


Semua orang melihat kearah mereka berdua karna suara Dewa yang lantang dan bisa di dengar oleh semua orang. Dan tak terkecuali Denis juga mendegar dan melihat kearah Gea dan Dewa.


Mereka berdua tersenyum paksa, karna mereka jadi pusat perhatian orang. Terutama keluarga yang baru datang ini.


Denis terus menatap nya kagum dengan kecantik kan yang di miliki oleh Gea. Malam ini dia bagai kan bidadari yang baru turun dari kahyangan. Dan tersesat di tempat ini. Dia lah yang paling cantik di antara orang yang ada di sana.