
Sella terdiam saat mendengarkan apa yang Denis katakan. Otaknya berusaha mencerna apa yang Denis sampaikan barusan.
"Sella, syukuri apa yang kamu miliki saat ini. Kamu tidak tahu apa yang kamu miliki itu, tidak orang lain miliki. Jangan karna ia indah dimata kamu, maka kamu inginkan keindahan itu untuk kamu. Indah dimata kamu, belum tentu indah dikehidupan kamu lho Sella."
Ia mulai paham kemana arah pembicaraan Denis. Perlahan tapi pasti, Sella bisa mencerna apa yang Denis katakan. Ia tersenyum manis pada Denis.
"Kamu benar, aku tidak harus merasa kecewa saat melihat apa yang orang lain miliki. Karna yang aku miliki lebih membuat aku bahagia. Apa yang membuat orang lain bahagia, belum tentu bisa membuat aku bahagia. Benar begitu bukan?" kata Sella.
"Tepat sekali. Jadi, mulai saat ini bersyukur saja dengan apa yang kamu punya. Karna syukur akan membuat semua yang pahit jadi manis."
"Pintar aja kamu ngomongnya. Untung aja saat ini para tamu sedang sibuk menikmati hidangan. Kalau ngak, kamu bisa dipanggil pak ustadz karna sibuk memberi aku nasehat," kata Sella.
Mereka saling tersenyum satu sama lain. Pengantin baru itu terlihat sangat bahagia dihadapan orang banyak.
Berkat Denis, Sella jadi tahu apa yang ia lakukan tadi itu salah. Bukan hanya tadi, melainkan apa yang ia lakukan dimasa lalunya itu salah besar.
.....
Selesai acara Denis dan Sella. Gea dan Elang segear pulang kerumah. Elang yang sangat amat over dosis saat menjaga istrinya yang sedang hamil ini. Mana mungkin ia membiarkan Gea berlama-lama diluar ramah. Jika tidak pergi ketempat tertentu, maka tidak akan ia biarkan Gea keluar rumah.
Gea terbaring diatas ranjang saat ia pulang kerumah. Ia terlihat sangat capek saat pulang. Elang membantu istrinya ganti baju lalu memakikan baju rumahan.
Ia juga tidak lupa memperhatikan pola makan dan vitamin untuk Gea. Ia akan ingat jam berapa waktunya Gea minum vitamin. Walaupun ia sedang berada dikantornya.
...
Usia kandungan Gea sudah menginjak tujuh bulan. Oma menyarankan pada Gea untuk melakukan USG buat Gea. Oma sangat ingin tahu jenis kelamin dari calon cicitnya ini. Namun, saran oma Gea tolak. Ia tidak ingin melakukan USG karna ia ingin mengetahui jenis kelamin saat anaknya lahir nanti saja.
Gea ingin anaknya lahir sebagai kejutan buat semuanya. Makanya, ia tidak ingin melakukan USG. Oma tidak bisa memaksakan cucunya untuk hal yang tidak ia sukai. Karna apa yanv Gea katakan itu masuk akan dan didukung oleh semua orang.
Gea hamil tujuh bulan, sedangkan Sella juga sedang hamil tiga bulan sekarang. Mereka selalu bertemu saat Gea datang kerumah sakit untuk cek kehamilannya. Yang belum hamil sampai saat ini hanyalah Rika. Ia masih belum memberi kabar baik buat semuanya.
Semuanya terlihay sangat antusias saat berbicara soal calon buah hati mereka. Mereka punya kegiatan yang sama sebenarnya. Elsy sudah pindah kekota ini sejak ia menikah dengan Danu.
Elsy sudah punya butik sendiri sekarang, walaupun butik itu dibawah naungan ELGA grup, yaitu perusahannya Elang. Semua dana berasal dari perusahan Elang dan Gea. Elsy hanya menjalankannya saja. Sedangkan Danu, ia kerja sambil kuliah. Danu masih tetap berkuliah walaupun ia sudah menikah.
Berbeda dengan Gea, Danu dan Rika masih sibuk dengan aktifitas kuliah mereka. Sama halnya dengan Dewa. Ia ingin tetap kuliah sampai ia jadi sarjana. Sebenarnya, Gea juga ingin kuliah, namun tidak bisa karna ia harus menjaga kehamilannya saat ini.
Hubungan mereka sesama teman sangat baik. Komunikasi tetap jalan, dan tidak ada putus-putusnya. Mereka tetap saja berteman walaupun sudah menikah. Awalnya Danu ingin menikah saat ia sudah jadi sarjana. Namun, ia tidak ingin sendirian padahal ia sudah punya calon untuk dijadikan istri. Makanya, saat semuanya menikah. Ia memutuskan untuk menikahi pacarnya Elsy tanpa ada lamaran sama sekali. Untungnya, keluarga Eksy sudah sangat mengenal siapa Danu dan keluarganya. Makanya, tidak ada halangan apapun buat Danu saat ia melakukan lamaran mendadak.
......
Usia kehamilan Gea sudah menginjak sembilan bulan sekarang. Perutnya terlihat sangat besar dan agak sulit untuk ia melakukan kegiatan apapun. Elang pun sudah agak jarang masuk kekantor. Ia hanya kerja dari rumah saja, sementara urusan kantor diserahkan pada orang kepercayaannya yaitu Herika.
Ia sudah satu minggu terakhir ini selalu berada didalam rumah. Bersama Gea untuk selalu menjaga sang istri melakukan apa yang bisa ia bantu. Gea terlihat sangat kesulitan jika ia bangun dari duduknya. Makanya, Elang tidak ingin meninggalkan Gea dirumah walaupun kedua mama selalu ada dirumah. Ia lebih yakin jika ia ada selalu disamping Gea.
"Sayang, apa yang kamu rasakan saat ini?" kata Elang pada Gea.
"Gak ada apa-apa Lang, biasa aja kayaknya."
Elang selalu menanyakan pertanyaan yang sama pada Gea. Terkadang membuat Gea kesal dengan pertanyaannya yang itu-itu aja setia harinya.
Kayaknya, Elang memang sangat cemas akan kelahiran anaknya yang pertama ini. Ia takut kalau istrinya kenapa-napa. Baginya, keselamat Gea yang paling utama.
Persiapan persalinan Gea sudah dilakukan dari tujuh bulan kemarin. Semuanya oma yang menyiapkan. Oma tidak membiarkan siapapun menyiapkan semua yang Gea butuhkan saat persalinannya nanti. Oma terlihat sangat antusias untuk menyambut kelahiran cicit pertama dari cucu kesayangnya. Bahkan, saat nujuh bulannya pun oma tidak membiarkan keluarga Elang untuk menyiapkannya. Oma terlihat sangat tidak ingin berbagi dengan keluarga Elang sedikit pun. Ia hanya menyibukkan dirinya sendiri dengan semua persiapan buat Gea. Ia juga menyiapkan untuk cicitnya semau yang diperlukan.
Keluarga itu seakan sangat tidak sabar untuk menyambut calon kekuarga baru yang akan lahir. Mereka selalu berada dirumah Gea setiap harinya. Palingan, pulang sebentar-sebentar saja kerumah masing-masing. Itu pun kalau ada keperluan yang membuat mereka harus pulang. Jika tidak, mereka tidak akan pulanh dari rumah Gea.
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Maaf ya teman-teman. Kita harus skip-skip atau loncat-loncat ceritanya. Aku bikin gini biar gak bosen baca cerita aku. Karna ada yang bilang "ya ampun mba author, cerita kamu muter-muter ditempat melulu kayaknya." gitu katanya. Jadi, aku bikin cepat gini, biar gak ada yang merasa, cerita aku itu muter-muter ditempat aja gitu. Biar kita sama-sama enak ya kan? Jadi kita bikin yang kayak gini aja. Aduh, aku ngetiknya rada gak bener juga deh kayaknya. Oh ya, aku harap, ini bisa di bilang crazy up yang kalian inginkan yah.