Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+21


Dia melihat bekas injakan nya yang lumayan memberi tanda lebam pada kaki nya Elang itu.


"Den, lho bisa kesana duluan. Tapi jangan bilang apa apa pada yang lain ya". Kata Elang pada Denis.


Denis hanya menganguk kan kepala nya. Sebenar nya ia masih ingin ada di sana bersama mereka berdua. Tapi, takuy nya nanti Elang malah salah sangka dengan nya.


"Ambil kan obat di mobil gue sana". Kata nya memerintah Gea.


"Lho... Kok lho malah nyuruh nyuruh gue sih. Kan gue bukan pembantu lho tau... " kata nya.


"Jadi, lho mau ngobatin gue dengan apa hah... Pakai ilmu batin lho gitu, kan gak mungkin". Kata Elang.


Pada akhir nya Gea nurut juga, karna apa yang di kata kan Elang ada benar nya juga. Lagian jika ambil obat di rumah. Pasti ia akan melewati keluarga yang sedang ada di ruang depan kan.


Ia pun berjalan mendekati mobil Elang. Di sana ada supir Elang sedang istirahat.


"Pak, ada P3K gak di mobil ini". Kata Gea.


"Ada non, sebentar saya ambil kan". Kata supir itu.


Setelah supir itu mengambil kotak obat dan memberi kan pada Gea. Gea pun berterima kasih, lalu pergi menuju Elang yang masih duduk di kursi taman.


"Ini kotak obat nya". Kata Gea memberi kan pada Elang.


"Eh,,,,, yang benar aja lho. Kok ngak bantuin gue ngobatin nya sih". Kata Elang.


"Eh kadal, gue udah jadi pembantu lho ya. Pergi lho suruh suruh, sekarang lho minta gue obatin lho juga. Yang benar aja lho". Kata Gea.


"Singa, lho gak peka banget ya. Gimana cara gue ngobatin sendiri. Lihat nih kaki gue... Kan susah kalo ngobat sendiri". Kata Elang beralasan.


"Kalo lho gak mau bantuin gue, antarin gue kerumah aja deh sekarang". Kata Elang lagi.


Elang tersenyum penuh kemenangan, ia bahagia bisa mengerjai Gea yang bikin ia malu beberapa kali.


Karna tak juga kembali kerumah, oma menyuruh kakak nya yang menjemput mereka berdua.


"Ge,,,, kalian lagi apa sih kok lama amat, oma sudah manggil tuh". Kata Dewa yang bikin mereka berdua kaget.


"Gak papa kok kak, bentar lagi kami kesana ya. Kakak duluan aja ya". Kata Gea pada kakak nya.


"Ya udah, kakak duluan ya. Lang, aku duluan." kata nya pada Elang.


Elang hanya menagngguk kan kepala nya menjawab perkataan Dewa.


"Kakak lho kok lembut banget ya. Beda banget ama singa". Kata Elang ketika Dewa sudah menjauh.


"Bisa diam gak lho". Kata nya sambil menekat tanda lebam yang sedang ia obati.


"Aaadddduuuh..... Lho sengaja ya". Kata Elang kesakitan.


"Ngak kok, itu karna lho brisik. Maka nya aku gak konsentrasi tahu gak". Kata nya pura pura.


"Dasar lho singa betina, lho pikir gue gak tahu lho sengaja hah". Kata nya.


"Sayang, kaki kamu kenapa sih." kata mama nya yang tiba tiba datang Ketaman. Karna mereka tidak kembali juga, jadi mama nya memutus kan untuk melihat anak dan calon menantu nya.


"Ini mah karna sing..... "Kata nya. Kata kata nya terhenti karna di potong oleh Gea.


"Gak sengaja tuh tadi tante, karna Elang nya gak hati hati. Dia jadi nginjak kaki nya sendiri. Padahal aku udah bilang jangan terlalu bersemangat". Kata nya berbohong.


Ia memandang kearah Elang, meminta Elang setuju dengan apa yang ia kata kan.