Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+78


Karna Elang sakit, Dewa tidak bisa mengizin kan nya membawa mobil. Akhir nya, Gea yang membawa mobil mama bersama dengan Elang. Sedang kan Dewa dengan mobil nya sendiri.


Sesampai nya di rumah, Gea membantu Elang turun dari mobil.


"Kamu yakin gak perlu kedokter Lang, apa panggil kan saja dokter nya kerumah." kata Gea perhatian.


"Gak papa Ge, aku gak perlu dokter kok. Hanya butuh istirahat saja, lagian ini gak parah kok." kata Elang.


Sebenar nya ada rasa bahagia dalam hati nya. Karna kejadian itu, Gea malah tidak marah lagi pada nya. Gea begitu perhatian dan melupa kan masalah nya dan Elang.


Gea membawa Elang masuk kerumah. Sedang kan Dewa baru saja sampai, karna ia tadi terhalang lampu merah sehingga ketinggalan jauh dibelakang.


"Lang kamu kenapa nak, kok harus di papah segala." kata mama cemas.


"Gak papa ma, cuma pungung Lang agak sakit aja." kata Elang pada mertua nya yang terlihat sangat cemas.


"Kenapa kamu memang nya Lang?" kata mama.


"Kenapa suami mu Ge?" mama beralih menanya kan pada Gea.


"Elang jatuh tadi ma, tapi gak papa kok." kata Elang. Gea tidak menjawab apa pun. Karna Elang sudah menjawab apa yang mama tanya kan.


"Ma, biar kan Elang istirahat dulu ya." kata Gea pada mama.


"Oh... Iya, maaf kan mama. Karna mama terlalu cemas tadi nya." kata mama.


Gea membawa Elang menuju kamar nya di atas sana.


"Bisa kah kamu naik tangga Lang, jika tidak kamu istirahat di kamar tamu aja." kata Gea.


"Tenang aja Ge, aku masih kuat kok untuk naik tangga." kata Elang.


Mereka pun naik tangga untuk menuju kelantai atas di mana kamar Gea berada.


Tak lama mereka sampai di kamar milik Gea, itu pertama kali Elang masuk kamar istri nya. Sejak ia dan Gea menikah beberapa bulan yang lalu. Dia tidak pernah nginap di rumah mertua nya.


Seprai dan gorden nya juga warna hijau, benar-benar berada di suasana alam yang asri. Di atas kasur juga ada seekor boneka beruang berukuran lumayan besar dan berwarna hijau.


Bukan hanya satu boneka beruang di kamar itu, mungkin belasan boneka teddy bear ada di dalam kamar itu. Di letak kan dengan susunan yang rapi di dalam sebuah lemari yang terbuat dari kaca.


"Ini kamar ku Lang, memang tidak sebagus dan seluas kamar mu sih." kata Gea pada suami nya yang terlihat memperhati kan setiap sudut kamar itu.


"Kamar ini sangat indah Ge, aku sangat nyaman berada di sini." kata Elang.


"Oh ya Ge, kamu sangat suka sama boneka teddy bear ya." kata Elang ingin tahu.


"Ya,... Aku sangat suka pada beruang. Itu semua hadiah dari kak Dewa saat aku ulang tahun. Setiap aku ulang tahun, kak Dewa tidak pernah lupa dengan hadian boneka beruang untuk ku." kata Gea.


"Oh, benar kah. Aku baru tahu jika kamu suka boneka beruang. Dan hal yang unik adalah, warna nya." kata Elang.


"Kenapa dengan warna nya, apa yang salah dengan warna itu." kata Gea tak mengerti.


"Apa kah hanya ada warna hijau Ge, aku lihat semua nya berwarna hijau di sini. Begitu juga dengan boneka mu." kata Elang.


"Ya, karna hijau adalah warna favorit aku. Maka nya, semua di sini berwarna hijau. Jika boneka, itu karna kak Dewa tahu aku suka warna hijau mungkin." kata Gea.


"Ge, aku nyaman berada di kamar ini. Mau kah kamu berbagi kamar dengan ku." kata Elang bertanya.


"Sebaik nya kamu beristirahat Lang, karna kamu kan lagi sakit." kata Gea tidak menjawab apa yang Elang kata kan.


"Baik lah, apa kah kamu punya minyak urut di rumah ini Ge." kata Elang.


"Aku tidak punya, mungkin di kotak obat di kamar papa ada minyak urut." kata Gea.


"Bisa kah kamu bantu aku urut kan tulang belakang ku yang rasa seperti retak dan perih." kata Elang.


"Baik lah, kamu tunggu saja di sini dulu. Aku akan keruang kerja papa ku." kata Gea.


Gea pun turun kebawah, menuju kamar kerja papa nya. Dan mencari minyak urut, agar bisa di beri kan pada Elang.