
Mama terlihat sedih saat mendengar kan apa yang Gea kata kan barusan.
" Ge, mama tak ingin kamu dan Elang pisah nak. Mama mohon kamu pertimbang kan apa yang kamu kata kan ya." kata mama dengan nada sedih.
"Ma, jangan sedih gitu dong. Bukan aku yang ingin kan ini semua ma." kata Gea.
"Aku juga gak ingin ini semua. Hanya saja kamu tidak memberi kan aku kesempatan untuk menjelas kan." kata Elang yang tiba-tiba saja menjawab apa yang Gea kata kan. Entah berapa lama ia berada di sana.
"Ma, Gea harus pergi sekarang. Gea akan sering kesini kok ma. Mama jangan sedih ya." kata Gea.
"Mama gak bisa jauh dari kamu lagi sekarang nak. Karna mama sudah anggap kamu sebagai anak mama sendiri." kata mama.
"Tapi untuk saat ini, Gea minta maaf ma. Gea gak bisa tinggal di sini ma." kata Gea.
"Baik lah sayang, mama mengerti bagai mana perasaan mu saat ini." kata mama pada akhir nya.
"Dan kamu harus ingat ya nak, menantu mama cuma kamu satu-satu nya. Tidak akan pernah ada yang lain lagi." kata mama sambil memandang kearah Elang.
"Istri ku juga cuma ada satu, dan tak kan pernah ada yang lain lagi Ge." kata Elang.
Gea tidak menanggapi apa yang Elang kata kan. Bukan nya ia tidak mendengar kan. Hanya saja ia tidak ingin menanggapi apa yang Elang kata kan.
"Udah ya ma, Gea mau ambil hp Gea dulu di kamar." kata Gea.
Mama melepas kan pelukan nya, ia membiar kan gadis itu berjalan menaiki anak tangga menuju kamar nya.
Elang menyusul nya dari belakang, karna ia ingin bicara pada istri nya.
Gea masuk kekamar, dan menggunci pintu nya dari dalam. Karna ia tahu, jika Elang menggikuti nya dari tadi.
"Ge, buka dong pintu nya. Kamu gak boleh gini dong sama aku. Ini kan kamar aku." kata nya mancing Gea.
"Kata kan di mana hp ku, aku tidak akan membiar kan kamu ikut masuk walau pun ini kamar mu." kata Gea dari dalam.
"Gak, aku gak akan izin kan kamu untuk tinggal serumah dengan ku." kata Gea.
"Aku tidak akan memberi kan hp mu, jika kamu gak izin kan aku ikut kamu." kata Elang.
"Terserah kamu, aku akan tetap pada apa yang aku kata kan. Aku gak akan izin kan kamu ikut aku." kata Gea.
"Gea, bisa keluar dulu gak. Papa ingin bicara pada mu." kata papa.
Gea sangat kaget dengan suara yang ada di luar sana. Ia segera membuka pintu kamar itu dan keluar.
Ini kali pertama, papa mertua nya bicara pada diri nya. Ntah apa yang ingin papa mertua nya bicara kan. Ia pun tidak tahu.
"Ada apa pa?" kata Gea.
"Bisa ikut papa keruang kerja sebentar, ada yang ingin papa bicara kan pada mu." kata papa.
"Baik pa." kata Gea sambil mengikuti papa berjalan menuju ruang kerja papa
"Gea, papa ingin bicara kan hubungan kamu dengan Elang. Dan masalah yang kamu dengar kemarin."kata papa memulai pembicaraan setelah sampai di ruang kerja nya.
"Ge, selama ini papa tidak bicara pada mu. Bukan karna papa benci pada mu. Hanya saja papa kurang setuju pada perjodohan antara kamu dan Elang anak papa. Karna papa tidak mau hubungan kalian berdua di jalan kan dengan terpaksa. Tapi, papa akhir nya sadar jika kalian ternyata menyimpan rasa satu sama lain. Walau pun tidak kalian ungkap kan." kata papa panjang lebar.
"Papa minta, kamu jangan tinggal kan Elang karna salah nya ya. Kami tidak akan setuju dengan rencana Elang untuk menikahi siapa pun. Bagi kami, kamu adalah satu-satu nya menantu kami." kata papa.
"Kamu paham kan nak dengan apa yang papa maksud kan. Papa berharap banyak pada mu nak." kata papa.
"Iya pa, tapi saja ingin sendiri dulu sekarang. Kasih Gea waktu pa untuk berpikir. Dan melihat keadaan." kata Gea.
"Baik lah Ge, papa mengerti apa yang kamu maksud kan." kata papa.