
Mereka tampak sangat bahagia dengan kehadiran bayi kembar anaknya Elang dan Gea. Namun, dalam kebahagiaan itu, Rika merasa ada yang tidak lengkap pada dirinya. Karna saat ini, ia masih belum bisa hamil juga. Ini akibat ia minum obat penunda kehamilan dimalam pertama mereka. Akibatnya, walau hampir setengah tahun ia menikah, ia masih belum bisa punya anak.
Sebenarnya, ia bukan sengaja tidak ingin hamil. Hanya saja, saat malam pertama mereka, Rika takut akan hamil karna ia masih ingin melanjutkan kuliahnya. Semua itu disetujui oleh Dewa. Karna Dewa juga mengerti apa yang Rika rasakan. Hasilnya, saat semua teman mereka yang baru menikah hamil. Naluri Rika sebagai wanita juga ingin merasakan kehamilan walaupun ia masih ingin melajutkan kuliahnya.
Tapi sampai detik ini, ia masih belum bisa hamil. Dokter mengatakan, ini adalah efek dari obat penunda kehamilan yang ia minum pertama kali. Dokter menyayangkan kecerobohan pasangan itu saat menunda kehamilan mereka yang mungkin berakibat fatal pada masa depan rumah tangga mereka. Karna saat ini, kemungkinan Rika untuk hamil sangat kecil.
"Kamu kok bengong Rika?" ucap Gea yang melihat sahabtnya termenung disampingnya.
Rika dengan cepat mengubah wajah sedihnya menjadi wajah gembira saat Gea menyapanya.
"Aku gak papa, aku hanya sangat senang punya dua keponakan sekaligus. Apalagi anak itu lahir dari sahabt aku sendiri," kata Rika dengan senyum terpaksanya.
"Aku juga sangat senang, aku sampai gak tahu mau ngomong apa saat ini. Aku dapat dua anak sekaligus, inu benar-benar hadiah terindah."
"Iya, dua jagoan yang sangat amat tampan."
"Oh ya, apa Danu dan Esy sudah tahu kalau aku sudah melahirkan?" kata Gea.
"Udah kok, mereka lagi OTW kesini. Katanya, mungkin agak telat sampainya, karna jalan yang macet saat ini."
"Oh, aku kira mereka gak akan datang," kata Gea.
Belum juga Rika menjawab apa yang Gea katakan. Pintu kamar Gea terbuka, dan muncul dua orang yang baru saja Gea dan Rika bicarakan.
"Malam semuanya, maaf agak telat datangnya," kata Danu yang baru saja memperlihatkan wajahnya.
"Kasihan kamu ya, kami udah dari tadi ada di sini, kamunya malah baru datang," ucap Rika.
"Ya gak papalah, aku tahu kalian barusan rebutan sikembarkan. Aku datang telat, biar gak rebutan lagi."
"Siapa bilang gak rebutan, aku aja masih belum kebagian ngegendong sikembar," ucap Dewa yang sedari tadi duduk disamping mama.
"Ya ampun, aku kira gak akan ada sesi rebutan lagi saat aku datang," kata Danu dengan wajah kecewanya.
"Siapa nama sikembarnya? Apa udah ada nama?" kata Elsy sambil melihat sikembar dari jauh.
"Udah kok, yang aku gendong ini Adrian, sedangkan yang digendongan mama itu Adnan," kata Elang.
"Wah, namanya bagus dan anaknya tampan amat. Ya ampun nak, aku rasa keluarga kalian khusus keluarga tampan kali yah. Gak papa dan mama kamu, eh yang nonggol dua ini sama aja tampannya. Sisain dikit napa nak, buat yang belakangan," kata Danu sambil melihat Adnan yang terletap digendongan mama.
Mereka tertawa mendengarkan apa yang Danu katakan. Karan saat bicara, Danu kelihatan sangat lucu dan begitu berharap lebih.
Elsy yang hamil lima bulan itu pun ikut tertawa dengan apa yang suaminya katakan. Ia duduk disamping Rika sambil menanyakan bagaimana keadaan Gea saat ini. Gea yang terlihat segar itu pun membuat orang yang melihatnya tahu, kalau ia baik-baik saja.
........
Kabar kelahir anak kembar ceo muda perusahan besar itu pun tersebar. Banyak wartawan yang sangat ingin melihat dan mempublikasikan momen bahagia itu. Elang membiarkan mereka mempublikasikan anak kembarnya. Itu juga karna persetujuan Gea dan semua keluarga.
Saat itu, apa yang terjadi disiarankan diseluruh televisi tanah air. Hasilnya, semua bisa melihat kalau Elang dan Gea sudah punya anak.
"Jadi benar, dia adalah istri dari ceo itu. Dan saat ini mereka juga sudah punya anak kembar," kata Dandy dengan nada putus asa.
Dandy tertunduk lemah, ia awalnya tak percaya, jika Gea itu adalah istri dari ceo muda. Namun apa yang ia lihat hari ini adalah sebuah kenyataan yang membuat hatinya sedih.
"Kenapa bukan aku yang bertemu kamu dulunya. Jika aku yang bertemu kamu duluan, maka saat ini, akulah yang ada disamping kamu saat ini," kata Dandy pada dirinya sendiri.
Dandy terlihat sangat putus asa, karna selama ini, ia sangat mendambakan Gea jadi miliknya. Tapi bagaimanapun, ia tetap tidak bisa mengubah takdir. Karna sudah ditakdirkan, ia dan Gea itu tidak bersama. Sala halnya seperti saat Denis memperingati Sella. Seandainya Sella yang ada diposisi Gea, belum tentu Sella akan sebahagia Gea saat ini. Karna kita tidak tahu, apa yang membuat kita bahagia sebenarnya.
......
Gea sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Ia sudah pulang kerumahnya saat ini. Saat ingin masuk kedalam rumah, ia dikagetkan dengan sambutan. Sambutan yang sangat istimewah yang Elang persiapkan untuk menyambut istri dan anaknya pulang untuk pertama kali setelah pulang dari rumah sakit. Dengan bantuan semuanya, sambutan itu terlihat sangat amat meriah.
"Selamat datang kembali sayang," ucap Elang pada Gea.
Gea tersenyum haru, sambil matanya berbinar-binar senang. Ia tidak percaya kalau Elang masih sempat membuat kejutan untuk menyambutnya pulang. Ia memeluk Elang dengan sangat erat.
"Makasih sayang," ucap Gea.
"Ini semua tidak ada artinya dibandingkan dengan apa yang kamu hadiahkan buat aku Ge. Dua jagoan sekaligus, sangat membuat aku tidak bisa berhenti bersyukur dan berterima kasih."
"Ya ampun, udah dong sayang-sayangannya. Bisakah kita langsung potong aja tumpengnya," kata Rika.
"Apaan sih kamu sayang, masa kamu gak bisa lihat orang lain mesraan dikit sih," kata Dewa.
"Ya ampuuun, aku rasa, Rika juga ingin disayang-sayang sama kamu kak Dewa," kata Elsy.
"Lho, kok aku yang kena sih."
"Udah-udah, ayo Gea, Lang, potong tu tumpengnya. Tapi sebelum itu, kayaknya harus berdoa dulu deh," kata mama.
Mereka terlihat sangat senang sekali. Sedangkan sikembar sedang terlelap didalam gendongan kedua babysitter mereka. Sikembar yang sangat manis, tidak ada yang berani mengganggu saat mereka sedang tidur. Karna jika diganggu, mereka akan sulit untuk menenagkan tangisannya yang sangat kuat.
Kebahagiaan yang Elang dab Gea dapatkan saat ini sangat setimpal dengan apa yang telah mereka lalui. Terutama buat Elang, kesabarannya untuk menanti kesiapan Gea menjadi istrinya sangat luar biasa. Di antara sepuluh, sulit untuk mencari satu laki-laki yang seperti Elang didunia ini. Karna ia sangat sabar untuk mendapatkan cinta Gea. Ia tidak mau memaksakan istrinya untuk menjadi istri yang seutuhnya. Namun ia dengan sabar menunggu kesiapan sang istri untuk menjadi istri yang sesungguhnya.
Elang berpikir, jika ia memaksakan kehendaknya, tidak akan baik untuk hubungannya. Karna itu, ia lebih memilih untuk tetap memoerbaiki diri sambil menunggu kesiapan Gea.
Kebahagiaan yang Elang dan Gea dapatkan saat ini. Tidak langsung mereka miliki saat mereka bersama. Mereka telah melalui berbagai cobaan untuk rumah tangga mereka. Semua yang terjadi didunia ini, tidak ada yang instant bukan? Semuanya pasti melalui proses, baru bisa menikmati hasilnya. Contohnya saja makanan, sebulum dimakan, kita harus memasaknya terlebih dahulu. Sedangkan mie instant yang tertera instant saja harus dimasak bukan? Jika kita ingin makan enak. Jika tidak, ya makan mentah saja, wkwkwkwkwkwkw ....
TAMAT ....
""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""”"
Terima kasih buat semua sahabat yang telah mengikuti perjalanan cinta Gea dan Elang. Aku harap kalian bisa puas dengan endingnya yah. Aku akan tambahkan beberapa part tambahan buat kalian. Semoga kalian seneng ya teman-teman. Aku gak bisa ucapkan kata apa-apa lagi selain, terima kasih banyak sahabatku semuanya. Salam sayang dari aku, sampai jumpai dikarya aku yang lainnya. Duuh, rasanya gak ingin aku pisah sama kalian semua. Masih sayang-sayangnya aku sama kalian semuanya nih.
Da ... teman-teman, sampai jumpa lagi dikarya selanjutnya. Muach ....