Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+76


Elang terlihat sangat kesal pada Sella yang semakin menjadi-jadi sekarang ini. Di tambah lagi, karna gosip Gea dan Elang harus di hapus kan. Ini semakin bikin Sella naik daun dan serasa terbang di awan.


"Lho mau apa sih sebenar nya Sella. Lho gak gentar juga dengan apa yang gue bicara kan ya." kata Elang pada Sella.


"Lang, aku yakin kamu itu cinta kan pada aku. Bukti nya, kamu perhatian kan sama aku." kata Sella percaya diri.


"Ha.. Ha.. Ha... Sella,,,, Sella... Kamu terlalu percaya diri. Jangan banyak bermimpi di siang hari, karna ketika bangun kamu akan terasa sangat saki tahu gak." kata Elang.


Elang pergi setelah mengata kan hal yang sangat memalu kan bagi Sella. Teman-teman nya tidak menyangka Elang akan berkata seperti itu pada Sella yang mengaku sebagai calon istri Elang.


Sepulang nya sekolah, Gea mengajak kakak nya untuk kelahan tenpat kayu ara kesayangan nya berdiri kokoh.


Lalu mereka pun pergi berdua kesana, di ikuti oleh Elang dari belakang dengan mobil mama Gea.


"Kak, kayak ada mobil yang aku kenal deh di belakang itu." kata Gea.


"Ah... Mungkin kamu salah lihat kali Gea, kan mobil banyak bukan nya cuma satu aja." kata Dewa.


"Iya ya... Aku jadi mikir yang ngak-ngak aja nih jadi nya." kata Gea.


Dewa senyum, dia tahu jika Elang ada di belakang mereka. Karna dia sudah memberi tahu kan pada Elang. Jika Gea akan pergi ketempat kesayangan nya. Dewa bilang pada Elang, jika ingin kesempatan. Maka di sana akan banyak kesempatan untuk Elang dan Gea.


Beberapa saat kemudian mereka berdua samapai. Mas Retno menyambut nya dengan senang hati.


Gea dan Dewa pun masuk kedalam lahan kosong yang sudah di bersih kan oleh mas Retno tadi pagi. Karna rumput nya memang sudah sangat panjang. Maka nya di potong atas saja.


Elang baru samapi, saat Gea dan kakak nya masuk kedalam tempat kesayangan nya Gea.


"Mas, boleh masuk ngak." kata Elqng saat bertemu dengan mas Retno.


"Kamu siapa?" katq mas Retno.


"Saya Elang mas, apa Dewa gak kasih tahu mas tadi." kata Elang.


"Ayo mas silakan masuk." kata Retno lagi.


"Makasih ya mas." kata Elang saat Retno membuka pintu penutup lahan itu.


Saat Elang telah masuk kedalam lahan, Gea sudah berada di atas pohon kayu ara yang rindang.


Elang kagum pada lahan kosong yang luas itu. Di sana hanya lahan kosong yang tidak di tanam apa pun. Hanya rumput liar yang tumbuh dengan subur nya di sana.


Dan sebatang kayu ara yang megah berdiri di tengah-tengah lahan luas itu. Di sana ada ayunan yang sedang Dewa duduki. Tapi, di mana Gea, kenapa tidak terlihat.


Elang pun menghampiri Dewa yang duduk di atas ayunan itu.


"Di mana Gea sekarang Dewa?" tanya Elang tiba-tiba.


Belum juga Dewa sempat menjawab, Gea yang kaget dengan suara Elang itu. Tiba-tiba berteriak dari atas sana. Gea tidak sengaja melepas kan pegangan nya saat Elang bertanya di mana dia.


Hasil nya, Gea jatuh dari atas pohon kayu yang lumayan tinggi. Dengan sigap Elang menyambut tubuh munggil Gea yang jatuh. Tapi, karna tidak kuat untuk menahan tubuh Gea, akhir nya Elang dan Gea sama-sama jatuh di atas rumput yang hijau di bawah pohon ara.


Untuk nya masih di awal cabang pohon. Jadi, jatuh nya tidak terlalu sakit. Jika tidak, bisa patah tulang belakang Elang karna di timpa Gea.


"Elang,,, Gea kalian berdua gak papa kan." kata Dewa setelah kaget nya hilang.


Gea bangun dari tubuh Elang, di sana terlihat Elang tidak bersuara bahkan tidak membuka mata nya sama sekali.


"Aku gak papa kak, tapi Elang kok gak ada respon sih." kata Gea panik.


"Apa mungkin Elang pingsan ya Ge?" kata Dewa mendekat.


"Masa sih kak, bagai mana ini." kata Gea makin panik.