
Gea dan kakak nya yang di ikuti oleh Rika terus berjalan menuju uks. Untuk mengobati memar di wajah dan siku kakak nya.
"Kakak, maaf kan aku. Karna aku kakak dapat masalah". Kata Gea sambil menunduk kan kepala nya.
"Bukan salah mu, adik ku memang nakal dan suka bikin masalah. Kakak hanya tak ingin kamu yang dapat masalah Ge". Kata kakak nya.
"Aku janji tidak bikin masalah lagi, jika mereka tidak bikin masalah sama aku". Kata Gea.
"Jadi, ini benar kakak mu ya Ge." tanya Rika seolah tak percaya.
"Iya,,,,, ini kakak ku Rika. Kenapa, kamu juga tak percaya ya". Kata nya.
"Bukan tak percaya. Kakak mu dan kamu sangat jauh berbeda Ge, maaf sebelum nya tapi itu lah kenyataan yang aku lihat." kata Rika.
"Iya,,, aku dan kakak memang berbeda. Kakak lebih mirip mama ku, sedang kan aku lebih mirip papa ku". Kata Gea.
"Iya,,,, adik ku ini lebih galak, seperti papa kami". Kata kakak nya menambah kan.
Gea pun mengobati kakak nya, kakak nya terus merintih kesakitan. Rika yang ada di samping nya hanya tersenyum melihat tingkah kakak beradik ini.
"Tahan sedikit lah kak, kakak kan cowok." kata Gea pada kakak nya. Mendengar itu Rika tertawa.
"Lho kenapa ketawa Rik, ada yang aneh ya". Kata Gea.
"Bukan aneh Ge, kamu itu lho. Mana ada cowok yang gak bisa rasa kan sakit, jelas lah kakak mu akan sakit karna dia kan juga manusia kale. Galak mu ini kurangi dikit lah Ge". Kata Rika.
Gea hanya diam saja mendengar apa yang teman nya kata kan. Sifat nya ini tidak bisa ia rubah lagi.
Selesai mengobati kakak nya, mereka pun masuk kelas nya masing masing.
Tak lama di dalam kelas nya, datang lah Sella dan tiga teman nya.
"Lho anak baru belagu banget ya". Kata nya.
Gea diam saja tanpa memperduli kan apa yang di bicara kan oleh Sella. Ini bikin Sella tambah naik darah.
"Eh,,,, lho dengar gak. Gue bicara sama lho". Kata nya.
"Lho bicara ama gue, tapi sayang nya gue gak mau bicara sama lho". Kata Gea.
"Berani banget lho ya, ngajak ribut lho hah". Kata Sella.
Untung nya, pas saat itu lewat lah Denis dan Elang yang baru selesai ganti baju di toilet.
"Sella, lho ngapain sih di sini". Kata Elang menyapa.
"Nih cewek lho bikin masalah di kelas gue, bawak noh cewek lho pergi. Kemak banget gue lihat nya". Kata Gea pada Elang.
"Kurang ajar lho ya, Elang ini kakak kelas lho tahu gak." kata Sella.
"Lho,,,, kok lho yang sewot sih. Gue gak ngomong ama lho ya". Kata Gea.
Yang lain hanya jadi penonton di antara adu mulut yang dua orang ini laku kan. Tidak ada yang berani ikut campur dalam masalah yang Gea dan Sella hadapi.
"Sella, gue tanya sama lho. Ngapai lho di sini, ini kan bukan kelas lho kan". Kata Elang membentak. Mata nya tajam menatap Sella.
"Gue... Gue.... Gue Hanya mampir tadi, tapi dia malah cari masalah ama gue". Kata Sella berbohong.
"Benar tuh, Lang. Kita tadi nya hanya mau mampir aja". Kata teman Sella membela.
"Ngapain lho mampir kesini, bukan nya kelas lho gak disini kan". Kata Elang. Sedang kan Denis hanya diam saja melihat nya.