Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
S 43


Elang selesai mandi dan siap untuk ikut istirahat bersama Gea. Ia melihat wajah cantik itu untuk beberapa saat lamanya. Elang tersenyum, lalu mencium kening wanita cantik itu dengan lembut.


....


Paginya, saat Elang bangun dari tidur, ia tidak melihat Gea disampingnya. Dengan rasa cemas, Elang segera turun dari ranjang dengan terburu-buru, ia juga memanggil nama Gea untuk tahu dimana Gea sekarang.


Perasaan cemas pun menyelimuti hati Elang. Yang paling ia cemaskan adalah, Gea sedang sakit tadi malam, kemana ia bisa pergi.


Saat tangan Elang mau menyentuh pintu kamar mereka. Kamar itu terbuka, dan Gea muncul disana dengan wajah cantik yang berseri-seri pagi ini.


"Ge ...." kata Elang dengan cepat memeluk tubuh Gea.


Gea jadi kaget dan sangat bingun dengan apa yang Elang lakukan. Elang terlihat sangat aneh pagi ini.


"Kamu kenapa sih Lang?" kata Gea.


"Kemana saja kamu Ge, aku cemas saat melihat kamu gak ada disamping aku."


"Yah, gitu aja cemas kamu Lang. Kamu takut aku diambil orang ya?" kata Gea mengoda Elang.


"Bukan gitu Gea, kamu itukan sedang sakit tadi malam. Masa paginya malah menghilang sih," kata Elang berkilah.


Gea tersenyum, ia melihat telingga Elang memerah saat mengatakan hal itu. Gea terus menggoda Elang. Hingga hasrat Elang kembali muncul, tapi Gea menahan hasrat itu. Karna mereka akan pergi jalan-jalan hari ini.


......


Tidak terasa, mereka sudah seminggu lamanya meninggalkan tanah air mereka. Rasanya, Gea masih ingin tetap berada di Jepang. Menikmati suasana yang terasa nyaman baginya. Tapi, tuntutan pekerjaan Elang tidak memungkinkan untuk mereka semakin lama diluar negeri. Ditambah lagi, kak Dewa dan Rika akan menikah sebentar lagi. Mereka hanya tinggal menunggu kepulangan Elang dan Gea saja untuk melakukan ikatan suci mereka.


"Sudahlah sayang, mukanya jangan cemberut gitu dong. Aku janji, kita akan liburan lagi nantinya. Kita akan bulan madu lagi nantinya yah," ucap Elang membujuk Gea yang terlihat tidak rela untuk meninggalkan negara itu.


"Apa kita pindah kesini aja nantinya Ge, gimana menurut kamu sayang?" kata Elang lagi.


"Apaan sih Lang, mana enak tinggal disini hanya berdua saja."


"Harusnya gimana dong?"


"Bawa semua orang kesini," ucap Gea tanpa pikir panjang lagi.


"Ya ampun sayangku, itu gak mungkin lho yank. Mereka gak mungkin bisa kita pindahin kesini semuanya," kata Elang sedikit kaget.


Gea tidak menjawab apa yang Elang katakan. Sebenarnya, ia hanyalah bercanda dengan suaminya. Tapi tanggapan suaminya malah seperti hal yang memang benar-benar Gea inginkan. Gea tahu satu hal, Elang pasti akan memenuhi apapun yang Gea inginkan.


Pesawat pun berangkat, membawa mereka meninggalkan negeri gunung fuji itu. Gea bersandar dibahu Elang selama perjalanan berlangsung. Elang tidak pernah merasa lelah dengan Gea yang terus saja bersandar dibahunya, sejak awal penerbangan hingga akhirnya mendarat. Elang tidak tidur sedikit pun, itu ia lakukan hanya untuk tetap menjaga istrinya. Walaupun ia juga terlihat sangat mengantuk, tapi ia tahan.


Pesawat mendarat dengan selamat, Gea pun terbagun dengan sendirinya. Lalu mereka turun dari pesawat sambil tetap bergandengan tangan.


Mobil telah menunggu mereka untuk membawa mereka pulang. Bukan hanya Dewa dan Rika yang datang untuk menjemput, kedua mama dan juga kedua papa juga ikut untuk menjemput anak mereka. Bahkan, Danu dan Herika juga ada disana.


"Lho, kok ramai banget sih yang jemput," ucap Elang tak percaya.


"Iya dong sayang, kitakan mau lihat perubahan saat pulang bulan madu," ucap mama Elang.


"Ya ampun ma, mau lihat apaan coba. Gak ada perubahan sama Elang dan Gea."


"Udah, tunggu aja beberapa bulan yah. Kita akan lihat perubahannya," kata mama Gea.


Mereka semua penuh canda disana, untuk beberapa saat lamanya sih sebenarnya. Lalu mereka pun memutuskan untuk pulang. Ada kebahagiaan yang jelas disana, dimata semua teman dan keluarga.


Tidak hanya sambutan di bandara saja, oma membuat sambutan besar dirumahnya. Sambutan yang dikhususkan untuk menyambut kedatangan cucu tersanyangnya itu. Acaranya dilakukan dirumah oma, undagannya memang hanya kekuarga saja, tapi acaranya sangat meriah.


Bukan hanya keluarga Gea saja yang ada disana, tapi keluarga Elang juga ada di antara pesta sambutan itu. Oma juga mengumumkan hari bahagia buat Dewa dan Rika.


Yah, kedua keluarga telah sepakat untuk melaksanakan pernikahan buat Dewa dan Rika seminggu setelah acara sambuatn Gea. Itu ide oma sebenarnya, tapi semuanya setuju dengan apa yang oma pikirkan. Oma ingin cucu kesayangannya hadir dan ambil andil dalam acara Dewa.


Ditengah-tengaj acara itu, Denis hadir bersama seorang wanita yang tidak asing lagi bagi sebagian mereka, terutama bagi Elang dan teman-teman yang lainnya.


Semuanya terkaget saat melihat Denus bersama dengan Sella. Namun, gadis itu terlihat sangat ayu dan sejuk dipandang mata. Sella menggunakan hijabnya sekarang.


"Maaf ya Lang, aku dan Sella datangnya agak terlambat," ucap Denis santai.


"Kak Denis? Sella?" ucap Gea tidak menggerti.


"Aku minta maaf Gea," ucap Sella lirih dan kecil sekali suaranya.


"Maksudku ...."


"Sayang, mereka tamu kita lho. Masa kamu gak persilakan mereka menikmati pesta kita sih," ucap Elang memotong perkataan Gea sambil merangkul pingang Gea.


"Oh iya, silakan menikmati acaranya. Kak Deniskan juga anggota keluarga dari Elang."


"Maksih Gea. Oh ya, selamat ya Dewa, aku dengar acara kalian akan dilaksanakan minggu depan."


"Makasih banyak Nis, kamu kapan nyusul. Aku dengar, kamu dan Sella juga ingin melakukan pernikahan bukan?" kata Dewa.


Ketiga teman itu hanya bisa melonggo saja mendengar apa yang kakak-kakak itu bicara. Bagaimana bisa mereka begitu dekat satu sama lain, dan terlihat tidak ada masalah sedikit pun. Padahal, Sella hampir saja merusak rumah tangga Gea dan Elang.


"Gea, bisakah aku bicara sama kamu sebentar," kata Sella.


Gea masih tidak mengerti sama apa yang terjadi. Ia melihat wajah Elang, Elang menagnggu setuju sama apa yang Sella inginkan.


"Baiklah, aku akan bicara sama kamu sebentar."


"Aku ikut kamu Ge," kata Rika.


Gea dan Rika pun pergi menjauh dari Elang dan yang lainnya. Mereke berjalan menuju balkon atas yang sedikit tenang.


"Apa yang kamu ingin bicarakan pada aku," ucap Gea.


"Aku minta maaf pada kamu Gea, aku banyak salah selama ini. Aku harap, kamu bisa memberikan aku maaf ya Ge," kata Sella sambil tertunduk sedih.


Beberapa saat lamanya, Gea dan Rika saling tatap dan bicara lewat isyarat mata saja. Pada akhirnya, mereka pun memutuskan untuk percaya dengan apa yang Sella katakan.


""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""


Teman-teman, maaf ya buat episode yang sama kemarin. Episodenya sama karna satu episode tidak lulus review. Akhirnya, aku perbaiki lagi bab yang tidak lulus itu. Dan sekarang, babnya sudah bener dan lulus. Kalian bisa ulangi membacanya, bab empat puluh satu. Itu adalah bab yang kalian tunggu-tunggu selama ini. Aku revisinya sampai hampir empat kali lho, biar dia lulus review. Silakan baca bab empat puluh satunya.