Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+66


Malam itu, Elang datang kembali kerumah Gea. Elang di sambut mama mertua dan kakak ipar nya. Mama menyuruh nya masuk kedalam.


Elang masuk, tapi sebelum itu. Dewa menahan tangan Elang. Mengajak nya bicara hanya berdua saja.


"Ma, aku ada yang ingin di bicara kan pada Elang. Jadi kami duduk di taman saja dulu." kata Dewa pada mama nya.


"Baik lah, nanti kamu bawak Elang masuk ya kak." kata mama.


"Iya ma, nanti pasti di bawa masuk mah."kata Dewa.


Dewa mengajak Elang untuk ketaman samping rumah nya. Dia menyuruh Elang duduk di kursi taman.


"Lang, aku sebenar nya tidak mau ikut campur urusan kamu dan adik ku. Hanya saja, aku tidak bisa melihat adik ku terluka. Aku memang tidak bisa menjaga nya dengan tenaga ku. Tapi aku akan jaga adik ku dengan apa yang kau mampu." kata Dewa.


"Apa maksud mu?" kata Elang.


"Aku hanya ingin tahu, apa yang sebenar nya terjadi." kata Dewa.


"Aku tidak ingin menyakiti Gea, hanya saja aku terpaksa untuk mengambil cara ini. Dan aku tidak tahu, jika Gea mendengar kan apa yang kami bicara kan." kata Elang.


"Jadi, apa yang Gea kata kan pada ku itu benar Lang." kata Dewa.


"Apa yang Gea kata kan pada mu Dewa." kata Elang.


"Gea mengata kan kamu akan menikah dengan Sella, tanpa sepengetahuan Gea adik ku." kata Dewa.


"Iya... Yang Gea kata kan itu benar. Aku laku kan semua itu karna aku terdesak Dewa." kata Elang.


"Kamu jahat pada adik ku Lang, kamu tega sekali." kata Dewa dengan nada sedih.


"Lepas kan adik ku, jika kamu memilih Sella. Aku tidak ingin adik ku terluka lebih dalam lagi karna ulah mu." kata Dewa tegas.


Elang tak menyangka jika Dewa yang di kenal pendiam lembut dan tidak suka mencari masalah ini akan berkata sangat tegas, apa lagi di depan nya. Di depan raja di sekolah itu.


"Kenapa kamu diam Lang, adik ku bukan mainan yang bisa kamu tunduk kan." kata Dewa.


"Tapi, aku tidak bisa melepas kan Gea. Aku sangat sayang pada nya." kata Elang jujur.


"Kenapa kamu tidak bisa Lang, kenapa kamu terlalu egois. Kamu gak mikir perasaan adik ku jika kamu menikah lagi." kata Dewa.


"Aku tahu, tapi harus bagai mana lagi Dewa. Aku tak ingin melihat Sella mati bunuh diri karna aku menolak nya." kata Elang.


Dewa tertawa mendengar apa yang Elang kata kan.


"Kamu terlalu perduli dengan orang yang tak mungkin mati hanya karna kamu tolak cinta nya. Kamu terlalu lemah Elang. Terlalu lemah." kata Dewa.


Kata-kata Dewa barusan membuat nya terdiam. Ia tidak bisa menjawab apa yang Dewa kata kan. Kenyataan nya memang begitu, dia terlalu lemah karna ikut apa yang Sella mau kan.


Tapi satu hal yang ia kuat ingat kan dalam benak nya. Sella tak mungkin mati cuma karna dia menolak cinta nya Sella.


"Aku tidak menyangka adik ku menikah dengan orang yang tidak mempertimbang kan baik buruk nya suatu keputusan."kata Dewa lagi.


"Ayo masuk, mama menunggu mu di rumah." kata Dewa lagi.


Dewa berjalan duluan, masuk kerumah. Meninggal kan Elang yang masih duduk memikir kan apa yang Dewa kata kan.


Dewa memang terlihat lembut dan tidak terlalu banyak bicara. Tapi kata-kata yang keluar dari mulut nya membuat orang berpikir berkali-kali lagi tentang kebenaran omongan nya itu.