Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+53


Untuk beberapa saat nya, mereka berdua melupa kan Elang yang tidak pulang kerumah.


Namun, tiba-tiba Gea teringat akan Elang yang belum juga pulang kerumah.


"Mah... Elang kok gak pulang juga ya. Ini kan udah hampir sore kan ma." kata Gea.


Mereka sedang duduk di ruang tamu berdua, mama mertua dan menantu itu punya hobi yang sama. Yaitu nonton sinetron yang cerita nya dari india. Maksud nya nonton film India.


"Iya ya Ge, kok Lang belum juga pulang sih. Kemana tu anak, gak biasa nya ia gak pulang sampai jam segini." kata mama sambil melihat jam.


"Udah kamu telfon dia Ge," kata mama lagi.


"Udah ma, udah berpuluh kali lho Gea telfon. Tapi, gak di jawab sama dia." kata Gea.


"Mungkin lagi di jalan kali ya Ge, tunggu aja sebentar lagi. Mungkin sebentar lagi juga pulang kan." kata mama.


"Iya ma." kata Gea.


Mereka melanjut kan apa yang mereka tonton. Sesekali terdengar tawa dari kedua nya. Sampai hari menjelang malam, Elang belum juga pulang. Sekarang hati mama mulai di liputi rasa yang teramat cemas.


Tak lama kemudian, Elang terlihat di depan pintu rumah. Gea menghapiri suami nya ini.


"Kamu kemana aja sih Lang, udah malam baru pulang?" kata Gea.


"Iya Lang, kamu bikin kami cemas aja mikirin kamu tahu gak." kata mama.


"Maaf ma, aku lagi ada masalah sedikit tadi. Aku lagi di rumah sakit tadi nya. Ada teman yang sakit." kata Elang.


"Beneran teman yang sakit kan. Kamu bukan kamu yang sakit kan Lang." kata Gea dengan cemas nya.


"Bukan lah Ge, aku baik-baik aja ini. Kamu gak usah cemas pada ku. Aku akan baik-baik aja." kata Elang.


"Syukur deh kalo kamu baik-baik aja." kata Gea.


"Makan dulu ya Lang, aku yakin kamu pasti belum makan kan." kata Gea.


"Gak usah Ge, aku masih kenyang lagi. Aku hanya ingin istirahat sekarang." kata Elang.


"Ya udah jika itu yang kamu mau. Naik lah keatas, akan aku siap kan air hangat untuk mu." kata Gea.


Lalu, Elang dan Gea pun naik keatas, tentu nya sudah pamit pada mama dong baru naik.


Mama melihat anak dan menantu nya sekarang ada kemajuan. Bahkan sangat pesat kemajuan itu. Gea sudah bisa nenerima bahwa ia dan Elang adalah suami istri.


Tentu nya, ini tak lepas dari nasehat kakak nya yang tak pernah bosan memberi ia nasehat dan peringatan. Maka nya sedikit demi sedikit, Gea bisa menerima Elang.


"Kamu pulang sama siapa tadi Ge, gak sama Danu kan." kata Elang.


"Ya gak lah, aku pulang sama kak Dewa." kata Gea sambil membuka pintu kamar.


"Oh... Bagus deh jika kamu gak pulang sama Danu." kata Elang.


"Kamu kok sedikit aneh ya Lang, aku rasa ada yang menjadi beban di pikiran mu." kata Gea.


"Gak ada lah Ge, aku hanya capek saja." kata Elang.


Sebenar nya, ia sangat terbebani dengan apa yang terjadi siang ini. Kenapa ia dengan sangat bodoh nya membuat janji ingin menikahi Sella, padahal dia sudah punya istri yang ia cintai. Bahkan, istri nya sekarang telah berubah. Istri nya sangat bersahabat dengan nya, tidak seperti Gea yang pertama kali bersama nya.


Tak lama Gea keluar dari kamar mandi, membunyar kan lamunan yang ada dalam ingatan nya.


"Mandi sekarang Lang, aih hangat nya udah siap." kata Gea.


"Iya... Aku mandi dulu." kata Elang.


Tak seperti biasa nya, Elang biasa nya akan menggangu nya ketika ingin mandi. Tapi hari ini, Elang terasa sangat aneh. Bukan seperti Elang yang biasa.