Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+86


Elang tidak mempan godaan lagi sekarang, sejak saat hubungan nya dan Gea hampir saja putus di tengah jalan. Sejak itu lah ia merasa tidak bisa mencari yang lain selain Gea yang telah menjadi istri nya.


"Ge, hari ini aku punya satu permintaan pada mu yank." kata Elang pada Gea.


"Permintaan apa sih, kamu jangan minta yang aneh-aneh ya." kata Gea.


"Ya elah, jika yang aneh-aneh itu bisa kamu penuhi kenapa tidak kan Ge." kata Rika yang tiba-tiba saja nyambar bicara.


"Yah, jelangkung. Ada aja, muncul ntah dari mana." kata Gea.


"Enak aja lho, mana ada jelangkung cantik kayak gue gini." kata Rika.


"Rika, bisa bicara sebentar gak." kata Dewa.


"Bisa kak, mau bicara apa ya." kata Rika.


"Gak di sini Rika, tapi di taman belakang sekolah." kata Dewa.


Hubungan mereka memang agak rengang saat Dewa sudah tidak bersekolah di situ lagi. Tapi, mereka tetap akrab walau pun tidak saling bertemu dan memberi kabar satu sama lain.


Rika menerima permintaan Dewa untuk bicara ketaman belakang sekolah. Rika tidak tahu, apa yang akan Dewa bicara kan pada nya.


Sesampai nya di belakang sekolah, sepi sunyi di sana. Tak ada satu pun umat manusia yang berada di taman itu.


"Mau bicara apa kak Dewa, kata kan sekarang. Karna aku lihat ada yang aneh dengan taman ini."kata Rika agak sedikit ngeri.


"Aneh apa nya, aku rasa seperti biasa saja. Ini kan hari perpisahaan, wajar lah sepi." kata Dewa.


"Ya sudah, kata kan saja apa yang kakak mau kata kan pada ku." kata Rika.


Dewa tidak mengata kan apa pun, dia malah berjongkok dan mengeluar kan sebuah cincin berlian yang indah.


Suasana nya mendadak hening, Rika terharu. Hari yang ia mimpi kan akhir nya datang juga. Dewa ternyata melamar nya hari ini. Tepat saat kelulusan nya di hari yang sama.


Rika menyapu air mata haru nya yang turun perlahan dari mata nya.


"Aku mau kak Dewa, aku mau." kata Rika dengan suara yang kecil.


Tepat saat kata-kata itu Rika ucap kan. Semua anak-anak yang bersembunyi di balik bunga-bunga bertepuk tangan sangat meriah.


Danu dengan bahagai nya berjalan membawa sebuah buket bunga yang indah. Menyerah kan pada Dewa yang masih berjongkok di atas rerumputan hijau.


"Selamat buat pasangan baru, semoga kalian bahagia." kata Danu.


Rika sungguh tak percaya pada apa yang ia saksi kan. Ternyata bukan hanya dia dan Dewa yang ada di sana. Hampir semua teman-teman nya ada di sana. Bukan hanya teman-teman sekelas nya. Juga ramai adik kelas nya di sana.


"Kak Dewa, ini semua nyata kan. Bukan mimpi kan." kata Rika tak percaya.


"Lho pikir lho tidur tadi ya, mana mimpi lama begini." kata Danu kembali pada kondisi sebenar nya.


Di sana ada mama dan papa nya Rika, juga mama dan papa Dewa. Mereka bahagia dengan apa yang mereka lihat.


"Selamat ya nak, kamu berani juga bilang pada gadis cantik ini. Jika kamu ingin menikahi nya." kata papa pada Dewa. Dewa tersenyum.


"Dan buat kamu Rika, kami sebagai orang tua dari Dewa. Telah berunding dengan mama dan papa mu kemarin. Sebelum Dewa melamar mu hari ini. Kamu sudah melamar kamu duluan pada orang tua mu." kata papa.


"Benar kah mama, papa." kata Rika tak percaya.


"Iya nak. Kamu sudah di lamar. Tapi kami sengaja merahasia kan nya. Karna papa Dewa ingin Dewa bicara langsung pada mu. Di saksi kan puluhan pasang mata teman dan adik kelas mu." kata papa Rika.


Rika memeluk papa dan mama nya, mereka sangat bahagia atas apa yang terjadi hati ini.