
Lang berangkat kesekolah, dengan membawa suasana hati yang buruk nya pagi ini. Setelah sampai di sekolah, niat nya ingin menemui Gea. Tapi malah di cegat oleh Sella di depan gerbang sekolah. Karna Elang tidak perduli pada nya.
Elang turun dari mobil nya, karna Sella berada di depan mobil nya Elang.
"Ada apa sih Sell, pagi lagi kamu udah bikin masalah." kata Elang.
"Kamu bikin masalah sama aku Lang, kenapa kamu gak jawab telfon aku pagi ini." kata Sella.
Karna tidak ingin di dengar oleh para siswa yang lain. Elang menyuruh Sella masuk kemobil nya. Dan membawa nya keluar sekolah.
"Apa yang kamu ingin kan sebenar nya Sella, apa kah belum cukup apa yang aku laku kan untuk mu." kata Elang pada Sella ketika mereka berada di jalan jauh dari sekolah.
"Lang, apa kah aku salah pada mu. Sehingga kamu membuat ku sedih lagi sekarang ini Lang. aku hanya ingin kamu perhati kan Lang." kata Sella sambil bersedih.
"Jangan mulai lagi Sella, kamu kan tahu aku punya istri. Kenapa kamu bikin aku jadi sulit sekarang. Aku sudah berjanji kan ingin menikahi mu." kata Elang.
"Iya aku tahu kamu punya istri. Dan aku ingin kamu tidak hanya berjanji untuk menikah dengan ku. Tapi juga ingin secepat nya kamu nikahi." kata Sella.
"Apa??? Tidak bisa secepat itu lah. Aku dan kamu kan masih sekolah Sella. Kamu harus menunggu kita lulus dahulu." kata Elang beralasan.
"Tidak, aku tidak setuju jika harus menunggu kita lulus baru kamu menikah dengan ku. Kamu harus menikahi aku secepat nya. Dan jangan beralasan kita masih sekolah. Karna kamu juga telah menikah sekarang kan." kata Sella bersikeras.
"Apa kah kamu ingin aku membatal kan saja apa yang aku kata kan kemarin Sella, aku tidak suka kamu paksa kan dan berlebihan pada ku." kata Elang dengan tatapan marah nya.
Sella merasa takut untuk menjawab apa yang Elang kata kan. Karna ia tidak ingin Elang berubah pikiran pada nya. Ia tidak ingin Elang membatal kan pernikahan yang ia janji kan kemarin.
"Baik lah, aku akan ikut apa yang kamu ingin kan Lang. Tapi berjanji jangan batal kan pernikahaan yang telah kamu janji kan." kata Sella manja pada Elang.
"Bisa kah kita kembali sekarang Lang. Nanti kita akan terlambat masuk kelas. Dan aku tidak akan terlalu manja pada mu. Aku janji." kata Sella lagi.
Saat Sella turun dari mobil Elang, di sana lewat lah Rika yang baru saja mengambil buku pada teman yang di pinjam nya pada Dewa kemarin.
"Kak Elang..." kata Rika dari jauh.
Elang dan Sella tidak melihat nya, ia buru-buru masuk kelas agar tidak terlihat oleh Elang dan Sella.
"Lho kenapa sih Rik, kayak di kejar sama setan aja." kata Gea ketika Rika telah duduk di kursi nya.
"Itu bukan setan lagi yang ngejar nya Ge, mungkin kakek nya setan tuh." kata Danu ikut bicara.
"Eh... Benalu.. Lho kok ada aja kalo orang lagi ngomong ya. Heran gue sama lho." kata Rika marah pada Danu.
"Dan, sekarang setatus singa udah gue lepas dan di ambil sama Rika kayak nya." kata Gea malah bercanda.
"Ini juga sama, kalian berdua itu sama aja tahu gak. Sama-sama ngeselin." kata Rika.
"Udah-udah atuh neng, kok marah melulu sih. Kenapa tadi, ayo kata kan. Apa kah kakak ku di rebut sama cewek lain." kata Gea masih saja bercanda.
"Bisa serius gak Ge, aku tadi liat kak Elang sama Sella lho. Gak tahu dari mana, Sella baru saja turun dari mobil nya kak Elang." kata Rika.
Gea kaget dengan apa yang di dengar nya, ada rasa sakit di hati nya yang melintas. Tapi ia cepat-cepat menyembunyi kan apa yang ada dalam hati nya itu.
"Terus apa masalah nya buat lho sih Rik, masa si kadal yang sama cewek. Kamu yang jadi sewot sih." kata Gea berusaha baik-baik saja.
Tak seperti yang Rika bayang kan, teman baik nya ini malah berkata seperti itu. Padahal jelas-jelas Gea sudah ada rasa pada Elang. Tapi malah pura-pura tidak terjadi apa-apa.
"Jangan bohongi hati mu Ge, aku mohon bersikap jujur pada di sendiri. Itu akan lebih baik kan." kata Rika pada Gea.