Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+62


Pulang nya dari sekolah, Gea masuk kemobil kakak nya. Karna saat itu, kelas Dewa masih belum pulang.


Ada chat dari Elang saat ia membuka wa nya. Tertulis di sana, jika Elang ingin pulang bersama nya.


Tidak ada niat untuk membalas chat itu, ia hanya melihat kemudian nenghapus nya.


Ia berencana hari ini akan pulang kerumah mama dan papa nya. Tentu nya setelah pulang kerumah mama mertua nya dulu.


Terlihat Elang buru-buru menghampiri mobil Dewa. Karna ia tahu, adik kelas nya sudah pulang pulang.


"Ge, kamu pulang bareng aku aja ya." kata Elang ketika pintu mobil di buka sama Dewa.


"Gak, aku mau pulang sama kak Dewa aja. Jalan sekarang kak." kata Gea pada Dewa.


"Tapi, Ge... " kata-kata Dewa terhenti karna Gea memotong nya.


"Kak Dewa, jalan sekarang gak." kata Gea.


Dewa sebenar nya merasa gak enak sama Elang. Tapi, dia juga gak bisa jadi orang tengah buat adik nya dan Elang.


Lalu, ia menghidup kan mobil nya, namum belum menjalan kan nya.


"Ge, kamu yakin gak mau pulang sama aku. Kamu tunggu di taman ya." kata Elang.


"Gak, aku mau pulang sama kamu. Kamu kan bisa pulang sama siapa yang kamu mahu." kata Gea.


"Jika kamu gak pulang sama aku, maka kan bilang pada semua orang yang ada di sekolah tentang hubungan kita." kata Elang mengancam.


"Laku kan apa yang ingin kamu laku kan Lang. Aku tidak perduli lagi." kata Gea.


Elang sangat tak menyangka jika ancaman nya tidak berlaku lagi kali ini. Entah apa penyebab nya, Gea terlihat sangat tak perduli lagi akan hal itu.


Selama ini, itu adalah ancaman yang paling ampuh buat Elang untuj mengancam Gea nurut pada nya.


"Jalan kak, gak perlu perduli kan hal ini. Kita harus jalan sekarang." kata Gea.


Dewa mengikuti apa yang adik nya kata kan. Ia menjalan kan mobil nya. Mereka keluar dari halaman sekolah menuju jalan raya.


Sedang kan di sana Elang masih diam mematung. Sekarang baru ia sadari, jika selama ini Gea nurut pada nya bukan karna ancaman nya itu. Melain kan kehendak Gea untuk ikut apa yang ia kata kan.


Butuh waktu lama buat dia mendapat kan gadis itu. Dan saat gadis itu mulai berdamai dengan nya. Malah ia yang menjadi bodoh dan menyia-nyia kan kesempatan emas yang ada di depan mata.


Sesampai nya mobil Dewa di depan rumah. Gea pun turun dari mobil nya. Di sana susah ada mama mertua nya yang menyambut ia pulang.


"Ajak kakak mu masuk nak." kata mama ketika melihat Gea bersama kakak nya.


"Iya, ma." kata Gea.


"Masuk dulu kak, liat rumah mama yang indah. Tapi jangan ketaman aja udah." kata Gea pada kakak nya.


Dewa turun dari mobil, ia tersenyum pada mama mertua nya Gea. Ia bersalaman dan mencium tangan mama mertua adik nya.


"Apa kabar tante?" kata Dewa sopan.


"Baik nak, ayo masuk kedalam. Makan dulu sama Gea." kata mama.


"Makasih tante, tapi gak usah makan lagi lah ya. Soal nya aku gak bisa lama-lama karna ada kerja yang belum selesai di rumah." kata Dewa sambil berjalan masuk.


"Ma, aku mau kerumah mama papa hari ini. Dan aku akan nginap di sana mungkin malam ini. Boleh kan ma?" kata Gea pada mertua nya.


"Tentu boleh dong sayang, lagian kamu kan udah lama gak pulang kesana kan. Sekalian ajak Elang aja ya." kata mama.


Wajah Gea berubah ketika mama menyebut nama Elang. Dia tidak ingin Elang ikut dengan nya pulang kerumah mama nya.


"Oh iya,,, Elang kok belum pulang sih. Kemana lagi itu anak." kata mama.


"Gak tahu ma, aku pulang sama kak Dewa aja tadi. Mungkin ia ada urusan lagi." kata Gea.


"Gea mau pergi sekarang aja ya ma. Karna kak Dewa ada kerjaan gak bisa lama-lama." kata Gea.


"Gak makan dulu nak. Mama masak ikan kesukaan mu lho Ge." kata mama.


"Gak usah ma, ini udah lama lho Gea nya ma." kata Gea.


Pada akhir nya, mama mertua nya membungkus makanan untuk menantu nya makan di mobil. Dan saat Gea keluar dari pintu rumah. Di sana Elang sedang berdiri di depan pintu.


Gea tidak menyapa nya, Gea hanya melewati tanpa memandang wajah Elang sedikit pun. Ketika Elang ingin menahan tangan nya, Gea cepat-cepat menghindar dari tangan Elang.