Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
S 32


Teman dari gadis yang bernama Astrid itu pun menarik tangan Astrid, lalu berpindah posisi menghadap Gea.


"Maafkan sahabat ku, adik manis. Dia hanya sedang emosi saat ini," kata teman dari Astrid.


"Kenapa kamu yang harus minta maaf, bukankah yang salah itu dia, bukannya kamu," kata Gea.


"Ge, sudahlah, jangan diperpanjang lagi masalah itu saat ini. Yang perlu kita tahu, dimana kak Dewa saat ini," kata Danu.


"Dimana kakak ku sekarang?" kata Gea.


Lelaki itu diam saja, ia tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Hanya saja, tangannya dengan berat mengangkat dan mengarahkan telunjuknya kearah ring tinju itu.


Gea melihat apa yang lelaki itu tunjukkan, Gea sangat kaget saat melihat kearah ring itu, disana ada kakaknya bersama dengan raja kampus.


"Kak Dewa!" kata Gea kaget.


Gea segera berjalan meninggalkan Astrid dan kedua teman lelakinya. Tapi, sebelum ia pergi, ia sempat berkata sesuatu pada Astrid.


"Ingat perempuan, urusan kita belum selesai. Aku akan cari kamu lagi nanti," kata Gea, lalu berjalan meninggalkan mereka.


....


"Randy ...."


"Randy ...."


Sorakan demi sorakan yang ditimbulkan oleh kerumunan itu membuat hati Gea merasa semakin takut. Ia berjalan cepat untuk mencari celah di tengah kerumunan yang begitu ramai itu.


Dengan susah payah, dan sangat butuh perjuangan yang lumayan sulit. Akhirnya, Gea sampai juga ditepi ring tinju.


Tanpa membuang waktu lagi, Gea naik keatas ring tinju dengan sangat berani. Saat itu, raja kampus dengan bangganya ingin melayangkan pukulan kedua pada Dewa.


Melihat kakaknya sudah dipukuli oleh raja kampus itu. Gea yang galak tidak tahan lagi, tanpa takut, Gea masuk kedalam ring tinju dan menahan pukulan yang dilayangkan oleh Randy.


Gea menahan pukulan Randy dengan tangannya sendiri. Kekuatannya bertambah karna amarah yang memuncak dalam hati Gea. Walau pun ia perempuan dan raja kampus itu laki-laki, namun tidak bisa di remehkan. Gea seakan bukan cewek lagi saat itu, ia berubah sangat ganas, sehingga mampu menahan pukulan kuat yang Randy layangkan.


Benar apa yang orang katakan, kekuatan seseorang akan bertambah dua kali lipat jika ia sedang marah. Sama halnya dengan Gea saat ini, tidak bisa dipercaya. Namun, itulah kenyataannya.


Semua yang ada dibawah ring tinju sangat kaget dengan apa yang mata mereka lihat. Bukan hanya para teman mahasiswa yang kaget dengan apa yang mereka lihat, para dosen juga tidak percaya dengan mata mereka, yang melihat gadis cantik yang dijuluki primadona kampus itu, ternyata sangat luar biasa. Pukulan keras dari laki-laki mampu ia tahan dengan tangan kosong.


Saat itu, waktu bagaikan berhenti. Angin sepoi-sepoi yang berhembus pelan, ntah dari mana datangnya. Menerbangkan rambut gadis cantik itu dengan lembut. Mata Gea menatap tajam kearah Randy yang terpaku dihadapan Gea.


Untuk beberapa detik lamanya, mereka bagaikan dihentikan oleh waktu. Hingga Gea menendang dada Randy, barulah semuanya bersuara riuh dan ada sebagian yang berteriak kaget dengan apa yang Gea lakukan.


"Akh ...."


"Ge ... sudah, jangan lakukan itu lagi, kakak gak mahu kamu ikut campur urusan kakak. Kenapa kamu bisa ada diatas sini?" kata Dewa menghampiri Gea yang telah berniat ingin melanjutkan serangannya untuk yang kedua kali.


Untung saja, Dewa dengan cepat menahan tangan Gea. Dan mencegah Gea untuk melakukan hal itu, kalau tidak, mungkin raja kampus akan babak belur, karna gadis primadona kampus.


Bukannya menjawab apa yang kakaknya katakan, Gea malah menghampiri Randy yang masih tersungkur disana. Sambil terlihat sangat kesakitan dan masih belum bisa bangun.


"Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti kakak ku, baik kamu raja kampus atau rektor pun sekalian. Tidak ada yang boleh menyakiti kakak ku sedikit pun. Apa lagi melukai kakak ku seperti yang kamu lakukan," kata Gea sambil berjongkok dan berbicara dengan Randy.


"Kakak?" kata Randy tidak percaya.


Bukan hanya Randy yang tidak percaya, para teman mahasiswa yang berada dibawah ring juga sibuk bicara satu sama lain. Mereka seakan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar dari mulut Gea. Mereka tidak menyangka kalau Dewa dan Gea adalah adik kakak, karna mereka terlihat sangat berbeda satu sama lain.


"Iya, dia itu adalah kakak ku. Siapa yang menyakiti kakak ku, akan akau balas sepuluh kali lipat dari yang mereka lakukan pada kakak ku," kata Gea dengan lantang.


"Sudah Ge, sudahlah, kamu jangan bikin masalah lagi disini dek. Ini bukan salah raja kampus kok, ini salah kakak. Ayo turun," kata Dewa dengan lembut pasa adiknya.


"Kak Dewa, kenapa bukan salah dia. Jelas-jelas dia susah menyakiti kakak, bagaimana pun aku tidak terima."


"Sudah, ayo turun sekarang," kata Dewa membawa adiknya turun.


Gea tidak bisa membantah apa yang Dewa katakan lagi. Karna bagaimanapun, ia tahu apa penyebab pertengkarang yang terjadi di ring tinju itu. Apa lagi kalau bukan karna raja kampus marah sama Dewa, karna Dewa sangat dekat dengan gadis baru primadona kampus. Setidaknya, itu yang Gea dengar dari anak-anak yang ngomong dibawah sana.


Gea dan Dewa turun kebawah, dibawah sudah menunggu Rika dan Danu. Lalu mereka meninggalkan kerumunan yang masih setia melihat mereka.


Mereka pun berjalan menuju uks untuk mengobati Dewa. Wajahnya sedikit memar karna pukulan pertama dari raja kampus tadi.


Sampai di UKS, Gea menyerahkan kotak P3K pada Rika. Rika lah yang mengobati Dewa dengan penuh perasaan. Sedangkan Danu dan Gea hanya jadi penonton kemesraan antara Dewa dan Rika, saat sesekali Dewa meringis kesakitan dan Rika dengan penuh kasih sayang mencemaskan Dewa.


"Ehem ... Danu, kamu gak kagen sama pacarmu?" kata Gea saat melihat kakak dan temannya begitu so sweet saat berada didepan mereka berdua.


"Sementara pacarku jauh, kamu juga jauh dari Elang. Bagaimana kalau kita pacaran saja disini, biar kita gak jadi obat nyamuk."


"Enak aja kamu, siapa bilang aku jauh," kata suara yang tidak asing lagi bagi mereka.


Lelaki yang punya suara itu masuk kekamar UKS dengan gaya khasnya yang sangat elegan dan penuh wibawa, membuat Danu yang asal bicara itu menjadi gemetaran dan sangat ketakutan. Terlihat sekali dari wajahnya, kalau ia merasa sangat kaget ketika suara itu menyentuh telinganya.


"Kak Elang," kata Danu gemetar.


"Lho Lang, kamu kok datang kesini sih."


,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


Maaf buat semua teman-teman yang kecewa dengan jadwal up aku. Aku agak sibuk sih sekarang. Buat bulan madunya juga harap sabar yah, sebentar lagi kita akan menyambut lebaran. Jadi sabar ya teman-teman, aku agak sibuk sekarang. Aku harap kalian maklum yah sama aku saat ini. Dan buat komen yang belum sempat aku balas, harap jangan marah sama aku. Aku baca komen kalian, dan sangat senang sekali sama komen kalian. Hanya saja, kadang waktu buat balas itu harus santai. Maaf banget yah, dan terima kasih banyak buat dukungan kalian. I love u all...