Cantik Cantik Galak

Cantik Cantik Galak
+60


Gea berusaha menyembunyi kan masalah yang ia dan Elang hadapi. Ia tidak terlihat jelas sedang menghindar dari Elang.


Mereka berempat sekarang sedang duduk di bawah pohon mangga di belakang taman. Itu adalah tempat favorit Gea dan teman-teman nya. Danu, Gea, Rika dan Dewa kakak Gea.


Mereka berempat selalu bersama di mana mereka bersantai saat istirahat.


"Rik, aku titip dua lelaki tampan pada mu ya. Aku lagi kebelet nih. Sebentar aja juga kesini lagi." kata Gea pada Rika.


"Pergi aja lah sekarang, aku akan jaga wasiat tuan putri." kata Rika.


"Songong lho Rik, wasiat apaan." kata Danu.


"Lho gak usah ikut campur, ini urusan wanita, anak kecil di larang ikut campur." kata Rika lagi.


Dewa hanya tersenyum sambil menepuk bahu Danu. Ia meminta Danu sabar akan cobaan yang Danu hadapai saat ini.


Gea pun pergi, ia melewati rombongan Sella dan teman-teman nya. Ketika melihat Gea, mereka menghenti kan langkah kaki Gea untuk menuju kamar mandi.


"Eh... Lho tahu gak adik kelas ku yang belagu. Mulai sekarang jangan dekati Pangeran Elang lagi. Karna sekarang Elang dan Sella sudah pacaran dan akan menikah sebentar lagi." kata Wita pada Gea.


"Apa urusan nya sama gue, gue gak ingin ikut campur masalah orang. Jadi tolong minggir." kata Gea mulai emosi.


"Udah teman-teman untuk apa kalian bikin masalah sama adik kelas ini. Sekarang Elang gak butuh dia lagi kan. Bukti nya Elang lebih perhatian sama gue dari dia." kata Sella dengan senyum di bibir nya.


"Iya juga ya Sell, kalau di pikir-pikir untuk apa buang waktu buat peringati gadis yang sudah di buang ini. Kan sekarang lho udah jadian sama Elang." kata Wita.


"Iya... Itu semua sudah Elang tunjuk kan pada gue kan semua perhatian dan betapa penting nya gue bagi dia. Setiap hari gue di antar di jempuy sama Elang. Dan kemarin malam gue happy banget jalan-jalan sama Elang kemana gue mau." kata Sella.


Jadi, selama ini Elang bersama dengan Sella. Elang buat gue lama menunggu nya kemarin. Dan Elang tinggalin gue pagi-pagi di taman sendiri juga karna Sella itu ternyata.


Kata Gea dalam hati nya. Ia merasa sangat marah pada perlakuan Elang beberapa hari ini pada nya.


Ia hanya tak ingin terlihat apa-apa di depan orang lain. Tapi ia sangat terluka ketika ia sendiri. Ia sangat sakit, sakit sekali. Tapi sebisa mungkin sakit itu akan ia sembunyi kan dalam hati nya.


Ia masuk kedalam kamar mandi sekolah. Di sana ia menumpah kan perasaan sedih nya. Perasaan sakit yang ia rasa kan. Ia tuang kan melalui air mata yang mengalir deras di pipi nya.


Walau pun bel telah berbunyi dan semua siswa masuk kekelas masing-masing. Tapi dia belum juga keluar dari dalam kamar mandi itu.


Karna tidak ada di kelas walau pun orang telah masuk. Ini membuat Rika sangat cemas pada teman nya.


"Dan, Gea kok gak kembali-kembali dari tadi sih. Ngapain anak itu di wc ya." kata Rika pada Danu.


"Bobok kali Rik, dan gak denger kalo udah bunyi bel sangking nyenyak nya." kata Danu.


"Kapan lho bisa normal Dan, gue nanya serius ini malah di ajak bercanda." kata Rika.


"Lho nanya ama gue, ya jelas gue gak tahu. Jika lho cemas sama dia ya lho liat ke wc lah. Masa gue yang liat, kan gak mungkin."kata Danu.


"Iya ya, lho bener juga. Nanti lho bilang pada bu guru kalo gue dan Gea izin ketoilet ya." kata Rika.


"Iya aman, nanti gue bilangin. Tapi, lho jangan lama-lama juga dong." kata Danu.


"Iya tahu gue, gak akan tidur gue di toilet nanti pun. Lho tenang aja deh." kata Rika sambil beranjak keluar dari kelas menuju toilet wanita di samping sekolah.