Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Kerak telur part 2


Altea berbinar ketika melihat matteo masuk sambil menenteng plastik.


"Kenapa banyak sekali " tanya Altea setelah melihat Matteo meletakkan dua kantongan plastik berisi penuh diatas meja. "Apa harganya murah ??? tanya Altea mengerutkan keningnya.


"Iya " jawab matteo singkat, membuka jas dan melemparkannya ke sembarang, jas itu akhirnya mendarat di lantai sudut ruangan.


"Apa kau marah ?? " Melihat Matteo melempar jas seperti itu pikir Altea sudah melayang.


"Tidak " Matteo sudah duduk disebelah Altea sekarang dan membuka bungkusan.


"Besok besok aku tidak akan menyusahkan mu lagi " Altea mengangkat dua jarinya "Aku janji " lirihnya lagi. Dia merasa bersalah sudah merepotkan Matteo ditengah malam padahal Matteo juga baru pulang kerja.


"Hei kau tidak pernah menyusahkan ku" Matteo memotong kerak telur menggunakan garpu dan menyodorkan ke depan mulut Altea " buka mulutmu "


Altea menatap sebentar wajah tampan Matteo kemudian membuka mulut menerima suapan dari tangan Matteo.


"Enak " Puji Altea setelah lidahnya bersentuhan dengan rasa asin gurih yang terkandung didalam kerak telur.


Melihat Matteo seperti ini ada rasa bersalah yang ia rasakan, bersama dengan Matteo tidaklah semenakutkan yang dia pikirkan. Dia harus mengakui jika Matteo sangat perhatian padanya dan itu membuatnya nyaman.


Matteo terus menyuapi Altea dan wanita itu seperti menikmati suapan matteo ,sampai akhirnya Altea tidak mau lagi membuka mulut.


"tidak mau lagi, Aku sudah kenyang ". Meraih garpu dari tangan Matteo kemudian memotong kerak telur dan memaksa Matteo membuka mulut .


"aaaa ayolah makan ini enak " Dengan terpaksa Matteo menerima suapan Altea. "Aku tidak biasa memakan makanan berlemak seperti ini" gerutu Matteo karena Altea menyuapinya lagi dan lagi.


"Sayang " ucap Altea memotong lagi kerak telur.


Altea memanggil ku sayang ??? apa? aku tidak bermimpi kan.


"Kamu bilang apa tadi? " ucap Matteo berbinar


"Sayang ter.....


"Terimakasih sudah menyayangiku" Matteo spontan mendekap tubuh Altea ,tiba tiba rasa haru menyelimuti seluruh perasaanya. "lepaskan... " Altea menggeliat.


"Aku juga sangat menyayangi mu Al " Matteo mempererat pelukannya. "Apaan sih ,Matteo lepaskan " kesal Altea.


"Panggil aku seperti tadi " matteo belum juga melepaskan pelukannya.


"seperti apa ? lepaskan dulu aku sesak... "


"Panggil aku sayang seperti tadi " ucap Matteo melonggarkan pelukannya.


"Siapa yang memanggilmu sayang?? " Altea masih menggeliat berusaha lepas dari pelukan Matteo.


Apa aku berhalusinasi tadi ? Matteo perlahan melepaskan pelukannya.


" ini makan lagi sayang terbuang " ucap Altea kembali menyodorkan potongan kerak telur ke depan mulut Matteo, setelah pria itu melepas pelukannya.


Apa !


Jadi maksud Altea makanan itu sayang terbuang, bukan sayang samaku ! sial...


Jiwa Matteo yang sudah terbang ke langit ketujuh mendengar kata sayang dari mulut Altea, harus jatuh terbuntang ke lembah perbatuan yang suram. Rasanya Altea sedang memporak-porandakan perasaan Matteo.Benar benar menyedihkan.


Matteo sontak berdiri dan meninggalkan Altea yang mematung, tangan wanita itu masih memegang garpu dengan potongan kerak telur.


Brakkk....


Menutup pintu dengan keras Matteo kembali melajukan mobilnya.


Apa dia kesambet setan diluar sana tadi ? Batin Altea merasa heran, dia tidak menyadari pria itu merajuk kesal karena dirinya. Merasa takut Altea buru buru masuk ke kamarnya kemudian menutup pintu rapat rapat.


Hihihihi setan apa yang merasuki mu . pantas saja dia berani memelukku. ahh.....


...----------------...


"hahahaha " Daniel dan Ibra tertawa terpingkal-pingkal , seperti menemukan hiburan di subuh hari.


Sudah lama mereka tidak mendengar keluh kesal Matteo mengenai Altea, sejak Matteo memerkosa Altea mereka memang tidak pernah lagi menghabiskan waktu bersama.


"Aku kesini bukan untuk ditertawai sialan ! " Gertak Matteo melihat kedua sahabatnya bukan memberi solusi tetapi malah meledeknya.


"Baru memulai sudah kena prank hahahaha " Ibra memegang perutnya sambil tertawa terbahak.


"Altea lebih sayang makanan terbuang dari pada dirimu, kenapa aku terhibur mendengar keluhan mu malam ini wkwk... " Ibra semakin meledek Matteo.


"Aku tidak menyangka gadis cantik itu ,bisa sesadis itu " Ucap Daniel menarik kedalam dirinya apa yang dirasakan oleh sahabatnya. Jika ditelisik insiden kehamilan Altea bukanlah sepenuhnya kesalahan Matteo akan tetapi apa boleh dibuat mungkin itu adalah takdir Tuhan.


Meskipun Matteo tidak menceritakan sepenuhnya selat belit kehidupan rumahtangganya namun Daniel sudah bisa memetik inti dari hubungan Matteo dengan Altea.


"Dia bukan wanita biasa " ucap Matteo mengingat bagaimana Altea menjungkirbalikkan perasaannya.


"Maksudmu dia siluman ? " Tatapan tajam Matteo langsung menusuk bola mata Ibra.


"jangan mengejek Altea " Tegas Matteo dengan sorot mata tajam.


Meskipun Matteo sedang menghindar dari Altea malam ini akan tetapi dia juga tidak rela jika ada orang yang mengejek Altea.


"Apa dia tau kau pemilik Orion sekarang ? " Ibra menyudahi adegan tertawanya.


"Tau, dia juga yang mendukungku "


"Dan dia tidak luluh juga ? " ledek Daniel "Istrimu memang luar biasa "


Ya jelaslah luar biasa, bisa bisanya Altea tidak luluh sedikit pun kepada Matteo padahal pria itu sudah punya segalanya untuk Altea harta,tahta, cinta dan kasih sayang yang berbeda. Matteo selalu memperlakukan Altea berbeda dengan siapa pun. Baginya Altea adalah seorang ratu yang bertahta didalam hatinya.


"Bagaimana kau menahan diri mu dari gadis cantik itu " Daniel


"Aku tersiksa , tapi aku tidak akan melakukannya dengan yang lain " Matteo sudah paham dengan arti ucapan Daniel.


Sebagai pria yang normal tentu saja Matteo tersiksa, ingatannya kembali ketika dirinya bersusah payah menidurkan sesuatu yang bangun karena melihat lekuk tubuh Altea. Jika saja Matteo menyentuh Altea saat itu juga tidak ada yang salah toh mereka sudah sah akan tetapi Matteo menahan diri karena menyadari Altea belum menerimanya.


"Aku tetap menunggu saat itu akan datang " Matteo sudah memantapkan diri hanya mencintai Altea dan tetap menjaga batasannya.


"aku baru saja merasakan itu " Ucap Daniel menghela nafasnya.


Matteo mengerutkan dahinya, menelisik bola mata Daniel mencari kebohongan, dia paham betul seperti apa kehidupan Daniel.


"Tapi aku tidak tahan " Daniel tertawa , menertawakan dirinya "aku salut kau bisa menahan itu " imbuhnya lagi.


"Dia juga sedang jatuh cinta dengan seorang wanita baik baik sama sepertimu " Ibra ikut nimbrung.


"ha??? " Matteo tertawa sinis.


"Dan dia menantang ku berubah "


"Memangnya kau bisa berubah ?? " ledek Matteo seringai licik membingkai wajahnya.


"Mungkin tidak akan sedrastis yang dia harapkan, tapi aku akan coba dengan perlahan. " Desah Daniel.


Matteo menganggukkan kepalanya dia sadar mereka bertiga sebenarnya tidak jauh berbeda hanya saja ada plus minus diantara mereka. Daniel dan Ibra hoby menjajah wanita akan tetapi mereka tidak pernah terlibat di arena hingga membuat nyawa orang lain terancam. Berbeda dengan Matteo tidak suka menjajah wanita akan tetapi kebrutalannya diatas ring jauh lebih sadis, entah udah berapa nyawa yang hampir saja melayang akibat ulahnya.


Intinya seburuk-buruk seseorang pasti ada kelebihannya, dan begitu juga sebaliknya.


.


.


.


Matteo membuka pintu dan mendapati Altea tertidur di sofa ruangan tengah.


Mengapa Altea tidur disini ?


Dengan hati hati Matteo mengangkat tubuh. Altea menaiki tangga dan meletakkan tubuh Altea diatas ranjang. Perlahan Matteo meraba dinding untuk menghidupkan lampu dan ternyata lampu dikamar altea padam akhirnya dia tau kenapa Altea tidur di sofa bawah.


Akhirnya Matteo memindahkan Altea ke dalam kamarnya. Secepat kilat dia segera ke kamar mandi membersihkan diri. Setelah itu dia ikut ambruk di samping Altea ,senyum tersungging dibibir Matteo melihat Altea yang tidur pulas.


Benar kata Daniel kau sungguh luar biasa.


Meraba permukaan wajah halus Altea perlahan memberanikan diri untuk membenamkan bibirnya di bibir ranum Altea ingin sekali dia menyesap bibir itu namun dia menahan diri, takut nanti Altea terbangun bisa bisa semakin panjang urusannya.


Bersambung....


Hai reader...


Bantu like dan komen ❤️


Sesekali vote kenapa 🤭🤭