
"Aku pulang duluan !
"Ich kau selalu begitu" Gerutu Feren
"Aku ada urusan"
"Urusan dengan lelaki singa itu?
"Hushhh kau mengatai anak orang singa Nanti ibunya mengatai mu mu harimau dan akhirnya kalian menjadi spesies di hutan"
Altea dan Feren sontak tertawa terpingkal,
singa yang dimaksud oleh Feren adalah Matteo. Feren bergidik ngeri kala melihat buasnya Matteo di atas ring maka dari itu dia memberi nama singa untuk Matteo.
Dan mulai dari sana juga Feren sering mengintimidasi Altea tentang hubungannya dengan lelaki itu karena Feren juga pernah tanpa sengaja melihat Altea pulang dengan Matteo, tapi kenyataannya Altea hanya menanggapi biasa saja.
Saat berjalan hendak pulang ke rumah Altea menoleh saat ada suara yang memanggil namanya. ketika pulang dari kantor Matteo memang sengaja lewat dari depan restoran Ibra untuk melihat Altea.
"Ada apa kak...
"Aku mengantarmu pulang, Ucap Matteo
"Tidak usah kak aku dijemput ayah.
Mendengar kata ayah membuat Matteo terdiam. Dia mengingat bagaimana reaksi Ilham seminggu yang lalu saat melihat lebam di wajah Matteo , saat itu memang Ilham tidak berkata banyak , namum Matteo menyadari perubahan Ilham.
Ini adalah pertama kalinya Altea menolak ajakan Matteo.
"Baiklah ,aku duluan..
Altea hanya membalas senyum dan dia kembali melangkah ke pinggir jalan.
Di perjalanan pulang ,Matteo membuang nafasnya kasar. Berkutat dengan pekerjaan yang menumpuk di kantor dan keluar masuk gedung untuk bertemu klien.
Dia menghabiskan hari ini dengan padatnya aktivitas yang melelahkan,namun disela sela itu dia masih menyediakan waktunya untuk menemui wanita yang disukainya.
Meskipun Matteo belum sepenuhnya meyakinkan dirinya bahwa dia benar benar menyukai Altea namun dia tidak bisa berbohong jika dia selalu merindukan wajah wanita itu.
Matteo mengingat bagaimana dirinya harus menyelesaikan banyaknya pekerjaan hari ini dan itu membuat dia benar benar lelah.
Sudah 3 hari terakhir ini Daniel tidak masuk ke kantor dan membebankan pekerjaannya kepada Matteo. Itu adalah kebiasaan Daniel ,dia sering menghabiskan waktunya dengan wanita wanitanya dan melupakan pekerjaan.
dia selalu saja menolak jika diajak pulang ,apa semua wanita seperti itu? Batin Matteo.
Matteo mengingat setiap kali dia berniat mengantar Altea pulang dia harus menerima penolakan dahulu.
Tapi Matteo selalu berhasil meyakinkan Altea dan pada akhirnya Altea tetap mau pulang dengannya.
Berbeda dengan kali ini, Matteo seperti tidak ada daya untuk meyakinkan Altea ,melihat Altea menolak dengan alasan dijemput ayah membuat Matteo tidak berkutik, atau mungkin karena dia kelelahan dan tidak punya tenaga untuk membujuk Altea.
Sesampai di apartemen dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dengan mencampur aroma terapi kedalam bath up dia berendam untuk membuang semua lelahnya hari ini.
Dia juga kembali memutar memory pertemuannya dengan Juna yang tak lain adalah kakak nya sendiri.
Saat dia membaca agenda untuk keluar mengantar berkas ternyata berkas yang diantar Matteo adalah berkas perusahaan milik ayahnya yang sekarang dipimpin oleh Juna.
Ayah Daniel dan David sudah lama menjalin kerja sama . Maka saat Daniel memimpin perusahaan ayahnya kerja sama itu tetap terjalin.
***
Flashback....
Dengan penuh keyakinan dia melangkah masuk kedalam perusahaan ayahnya. Itu adalah pertama kali Matteo masuk ke gedung itu, meskipun itu adalah perusahaan milik keluarganya tapi dia tidak pernah ke sana. Selama ini dia hanya asik dengan dunianya sendiri.
Dengan diantar oleh sekretaris pribadi Juna,Matteo melangkah masuk setelah Juna mengizinkan.
"Selamat siang pak Juna, saya mendapat perintah dari Pak Daniel untuk menyerahkan berkas ini.. " Tegas Matteo
Juna melihat dengan jelas penampilan dan mental adik nya itu. Ada rasa bangga didalam hati Juna melihat adiknya berani datang ke sana untuk keperluan pekerjaan.
"Duduklah dulu" sahut Juna
"Maaf pak ada banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan aku tidak punya banyak waktu" ketus Matteo
Juna hanya diam dan berkata dalam batinnya
Sedikit aneh dalam pikiran Juna melihat Matteo memilih bekerja di perusahaan lain dengan gigih dan bertanggung jawab.
Memang hubungannya dengan Matteo bagaiman tom and jerry, tapi jauh didalam lubuk hati Juna tetap menyayangi adiknya. Meskipun dia bangga dengan mental dan tanggungjawab Matteo, namum dia merasa sesak melihat adiknya itu menjadi bawahan didalam perusahaan orang lain, sementara ayahnya sendiri punya perusahan besar.
.
.
.
.
Matteo melangkah keluar dari ruangan Juna dan masuk kedalam lift. Didalam lift dia mendengar desas desis para karyawan wanita mengagumi ketampanan Matteo .Dia hanya diam tak bergeming.
Para karyawan itu memang tidak mengenali Matteo sebagai anak dari owner perusahaan mereka.
Didalam pikiran Matteo sekarang adalah segera kembali ke kantor dan menyelesaikan pekerjaan setelah itu dia akan pulang dan istirahat.
.......
Flash on
"Tadi Matteo datang ke kantor" ucap Juna disela sela makan malam dengan keluarganya.
Juna menceritakan bagaimana Matteo datang ke kantornya mengantar berkas.
Ayahnya hanya membuang nafas kasar .
"Biarkan saja dia jadi babu jika dia tidak ingin maju" tegas David.
David hapal betul bagaimana pribadi Matteo yang keras dan tidak mau mendengarkan orang lain.
"Aku pikir kak Matteo sudah jauh lebih baik, selama sebulan ini dia yang menjemput Diva pa,ma" Suara Diva terdengar sendu.
"Dan kau malah senang Matteo mengantar jemput mu dari kampus?
David hanya menatap tajam kepada putrinya itu.
" Selain jadi babu sepertinya dia juga bercita cita jadi driver" tegas David lagi.
"Pah, kak Matteo hanya melakukan tugasnya sebagai kakak untuk menjagaku" Diva tak kalah dalam beradu dengan ayahnya .
"Apa sekarang kau sudah tertular dengan sikap pembangkang kakak mu itu,hingga kau sudah berani menjawab didepan papa? ? David menahan geram dengan ucapan Diva.
"Seharusnya dia memberimu contoh yang baik!
"Aku tidak tau sikap siapa yang diwarisi anak itu"....
Ratna yang mendengar suaminya sekuat tenaga dia menahan air matanya
"sebenci itukah dirimu kepada putramu sendiri pah" Batin Ratna.
Ratna memang menyadari hubungan suaminya dengan Matteo tidak seperti hubungannya dengan Juna.
Namun dia tidak bisa berbuat apa apa.
Dalam hal ini Ratna memilih menjadi pendengar yang baik.
"mudah mudahan dari sana dia bisa belajar dan mendapatkan ilmu yang menjadi bekal dia nantinya " dengan pandangan yang kosong, Ratna hanya bisa meyakinkan dan memberi ketenangan kepada suaminya itu dengan baik.
Mereka melanjutkan makan malam setelah itu masing masing mereka satu persatu meninggalkan meja makan dan pergi ke kamar masing masing untuk istirahat.
"Apa hubunganmu dengan Matteo baik baik saja sayang?
Aurel bertanya sambil merebahkan kepalanya di pangkuan Juna .
"Baik" Seperti biasa Juna hanya menjawab ala kadarnya, dia memang belum sepenuhnya mencintai Aurel karena mereka termasuk golongan korban perjodohan, lebih tepatnya Juna lah korbannya, karena Aurel memang dari dulu berharap menikah dengan Juna.
Bersambung ...
Kira kira apa yang membuat Altea menolak Ajakan pulang dari Matteo ya?🤔
Jangan berhenti membaca dan memberi like ya guys 🤗