Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Ide Licik Aurel


"Kamu mau makan apa ? " Tanya Aurel istri Juna kepada Altea sambil menyodorkan daftar menu dihadapannya kepada Altea.


"Apa saja kak" jawab Altea kaku.


"Kamu jangan tegang seperti itu, kita keluarga bukan ? " ucap Aurel bersikap manis.


"Iya Al santai saja " Ucap diva sambil tersenyum.


Aurel, Diva dan Altea sekarang berada di sebuah mall besar. Aurel yang tak sengaja melintas di jalanan tak sengaja melihat Altea dan diva. Dan akhirnya Aurel mengajak mereka jalan jalan.


Setelah pesanan mereka datang Altea dengan lahap menyantap makanan didepannya. Diva yang melihat Altea makan lahap hanya menelan ludahnya dengan perasaan campur aduk. Apa kak Matteo tidak memberi Altea makan beberapa hari ini ?


Diva bergidik ngeri melihat porsi makan Altea yang menurutnya tidak wajar.


Dasar kampungan ! Batin Aurel merasa jijik melihat cara makan Altea yang sederhana menggunakan tangan.


"Al pelan pelan makannya tidak ada yang akan mengusir kita dari sini " Ucap Diva terkekeh karena merasa lucu.


"Iya " Altea cengengesan merasa malu sambil menyeka keringatnya.


Seperti tidak makan satu bulan,buat malu saja


Batin Aurel sinis.


Semenjak Altea hamil ***** makannya memang berubah ubah, kadang dia tidak selera makan, kadang juga makan dengan normal dan yang lebih paten adalah ***** makannya kadang meningkat seperti sekarang. Mungkin karena faktor kehamilan Altea membuat dia seperti itu entahlah.


"Kak sepertinya aku harus kembali ke kampus " ucap Altea tiba tiba sambil memandang layar ponsel miliknya. "Ada apa Diva ? " tanya Aurel keheranan. " Dosen pembimbingku minta aku ke menemuinya " ucap diva sambil memasukkan ponsel kedalam tas.


"Baiklah kamu hati hati " Ucap Aurel.


"Aku titip Altea ya kak " Diva segera berlalu. "Iya aku akan mengantarnya nanti pulang " ucap Aurel.


Melihat Diva sudah pergi timbul ide licik Aurel untuk membuat Altea tidak nyaman.


"Altea apa kamu sudah selesai makan ? "


" hmhm sudah kak " jawab Altea singkat.


"Sebentar ya " Aurel memanggil salah seorang pelayan untuk meminta bill.


Setelah selesai melakukan pembayaran Aurel mengajak Altea berkeliling menyusuri toko branded untuk berbelanja. Karena memang hoby Aurel seperti itu. Berbeda dengan Altea yang tampak tidak tertarik membeli apa pun karena melihat harga barang itu saja dia sudah merinding.


"Kalau ada yang kamu suka ambil saja Altea nanti aku yang bayarin , kamu jangan kaku seperti itu aku kakak mu " ucap Aurel tersenyum. "ahh iya kak " .


Lama menemani Aurel berkeliling, Altea mulai merasakan keram dengan kedua lututnya. Tampak dia memijat perlahan untuk menghilangkan rasa keram yang begitu menyiksa. Dia sebenarnya mau meminta pulang duluan kepada Aurel akan tetapi dia begitu segan , karena ini adalah pertama kali dia jalan dengan kakak iparnya.


Aurel yang melihat Altea memijit lututnya merasa puas. Kalau bisa sekalian saja kandungan mu mampus teriak Aurel didalam hatinya bersorak ria melihat penderitaan Altea.


Entah dendam apa dia sampai setega itu padahal dia tau jika adik iparnya tengah hamil muda. Benar benar manusia yang tidak punya hati.


Melihat ada kursi tunggu akhirnya Altea mendudukkan bokongnya sambil melihat Aurel yang masih sibuk memilih milih barang .


Dari jauh pandangan Altea jatuh melihat gaun leher tinggi yang berbahan halus berwana soft.


Perlahan dia berjalan meraih gaun itu.


Altea menelan ludahnya melihat tag harga baju itu hampir 10 kali lipat dengan pakaian yang biasa ia gunakan. "Mahal sekali "


Sejenak dia membuka mobile banking miliknya untuk melihat saldo rekening yang tersisa. Ternyata nasib baik berpihak padanya dia melihat mutasi bahwa kakaknya Albert baru saja mengirimkan uang ke rekening Altea.


Altea mengambil dress tersebut dan membawanya ke kasir. Bersamaan dengan itu Aurel juga menuju ke kasir. "Letakkan disini saja Altea " ucap Aurel bersikap manis.


"Ah tidak apa apa kak aku ada bawa uang kok " tolak Altea halus.


"kamu yakin beli itu saja ? " tanya Aurel memperhatikan apa yang dipegang oleh Altea.


Lihat apa yang di belinya , benar benar kampungan. Dari mall sebesar ini dia hanya membeli gaun gak jelas seperti itu ? menyedihkan.


"Iya kak aku masih ada banyak pakaian " ucap Altea memperhalus.


"Harga normalnya 1.550.000 diskon sekian persen jadinya 770.000 ribu nona " ucap kasir


"Sebentar" Altea mengambil dompetnya dan menarik 8 lembar uang seratusan. "Ternyata diskon" Altea menarik senyumnya tipis merasa beruntung. Setidaknya saldo di dalam Atmnya masih aman .


"Sudah kak " Altea memberikan ruang untuk Aurel.


Aurel memberikan keranjang belanjaannya kepada kasir ."57 juta nona " Ucap kasir.


"Sebentar " Aurel mengambil kartu kredit miliknya dari dalam dompet. " Ini mbak "


Altea geleng geleng kepala melihat kakak iparnya santai mengeluarkan uang sebesar itu hanya untuk beberapa pakaian. Berbeda dengan Aurel merasa menang bisa membuat nyali Altea ciut melihat hidupnya yang glamor.


Tanpa mereka sadari Matteo dari jauh mengepalkan tangannya melihat tingkah aneh kakak iparnya. Matteo memang sudah ada di sana semenjak kakak ipar dan istrinya keluar dari sebuah restoran.


"Al bolehkah kamu membantuku membawa ini ? " Aurel memegang beberapa paper bag tampak kesusahan. "iya sudah sini kak " Altea dengan polosnya merasa tidak tega melihat kakak iparnya kesusahan segera meraih beberapa paperbag dari tangan Aurel.


Emosi Matteo semakin memuncak melihat kakak iparnya memperlakukan istrinya bak seorang pengawal pribadi. Bagaimana tidak Altea berjalan tertatih dibelakang Aurel sambil membawa banyak paperbag.


Namun Matteo tetap menahan dirinya karena dia tau jika sampai dia mendekat maka bisa dipastikan kakak iparnya akan mendapat masalah. Dan yang lebih di takutkan Matteo adalah Altea, wanita itu akan marah dengan Matteo karena tidak bisa menahan emosi seperti kejadian sebelum sebelumnya.


Setibanya di parkiran Aurel memasukkan belanjaannya kedalam bagasi mobil.


"Ayo Al, aku antar kamu pulang " ucap Aurel masih dengan mode sikap manisnya.


"Tidak usah kak aku naik taksi saja " Altea yang merasa masih sungkan dengan kakak iparnya langsung menolak.


"Baiklah kamu hati hati ya " Aurel masuk kedalam mobil dan meninggalkan Altea begitu saja di depan Mall.


Setelah kakak iparnya pergi Altea melihat ada tempat duduk di area parkir, akhirnya dia memutuskan untuk istirahat sebentar. Rasanya tubuhnya begitu lelah berjalan ke sana kemari mengikuti kakak iparnya berbelanja.


Dari jauh Matteo melihat Altea duduk di atas semen pembatas sambil memijit kedua lututnya bergantian. Menghela nafasnya dengan ringan dia mencoba berjalan sambil meredam amarahnya yang sudah memuncak.


"Kenapa disini ? "


"Matteo ? " Altea sontak berdiri karena terkejut melihat Matteo tiba tiba datang.


"Aku tanya kenapa disini ? "


"Aku tadi jalan jalan sama diva dan kak Aurel " ucap Altea terbata. Dia melihat di wajah suaminya ada guratan kemarahan. "Mana mereka ? " tanya Matteo dingin.


"Sudah pulang "


"Mereka pulang dan membuang mu disini ??" suara Matteo terdengar datar tapi penuh emosi.


"Bukan, aku yang mau pulang sendiri " ucap Altea mencoba membela diri.


"Baiklah ayo pulang " ucap Matteo meraih paperbag dan tas dari tangan Altea. "Aku bisa bawa " tolak Altea berusaha merampas tas miliknya.


"Kau sedang hamil ,aku tidak membenarkan mu membawa benda berat tanpa terkecuali " Matteo menekankan kalimatnya.


"Iya " jawab Altea seadanya.


Diperjalanan tampak Matteo mengetik pesan kepada seseorang kemudian memasukkan ponselnya kedalam saku jas.


Setibanya dirumah Matteo berjongkok di depan Altea kemudian melepaskan sepatu yang membungkus kaki mungil Altea. Dengan perlahan Matteo mulai memijat kedua kaki wanita hamil itu dengan menggunakan minyak urut yang dia dapatkan dari bibi pelayan.


"Jangan bergerak atau aku patahkan kedua kaki mu sekarang" geram Matteo merasa bosan mendengar Altea yang selalu melayangkan penolakan.


Mendengar kata patahkan Altea membeku seketika, mau jadi apa aku nanti kalau kaki ku dipatahkan. Altea menggelengkan kepalanya bayangan bayangan Matteo yang begitu brutal diatas ring langsung memenuhi pikiran Altea yang sudah menjalar kemana mana.


BERSAMBUNG....


Tinggalkan Like dan komen dibawah ! 👍🤗


Kalau bisa sempatkan klik Vote di kanan bawah itu .


Thank you and see you 👌