Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Siapa Laki laki itu


Setelah selesai briefing Altea dan semua man power langsung menempati area mereka masing masing.


Altea yang bertugas di bagian pelayan ruang VIP langsung stand by di depan pintu untuk menyambut para tamu. Sesekali dia berjalan untuk memeriksa ruangan yang kosong.


Altea selalu fokus dan bersemangat dengan pekerjaannya. Meskipun tidak bergaji banyak seperti karyawan kantoran, namun dia tetap bersyukur dengan apa yang dia jalani saat ini.


Bagi Altea lebih baik bekerja walau gaji sedikit , dari pada di rumah tidak menghasilkan apa apa .


Tidak terasa jam menunjukkan pukul 16.00 .


"Altea ! ruangan VIP 008 sudah bisa dirapikan sekarang.


Kepala pelayan memberikan taruna kepada Altea , "Baik bu "


Altea melangkah keruang VIP 008 , dia mulai mengumpulkan piring atau pun gelas kotor kemudian dia meletakkannya di atas troli agar dia dengan gampang mengantarnya kebagian ruang kebersihan.


Saat hendak membersihkan meja dirinya menemukan map coklat tanpa tulisan depan, kemudian dia mencoba membuka map itu dan menemukan beberapa lembaran , dia menduga jika itu berkas penting.


Akhirnya dia memutuskan untuk menyerahkan map itu kepada kepala pelayan.


Kemudian kepala pelayan menghubungi nomor terakhir pemesan ruangan itu namun tidak ada jawaban.


Kepala pelayan membuka map itu untuk mencari tau siapa pemiliknya akhirnya dia menemukan nama perusahaan dan nama pemilik tanda tangan yang tertera didalam lembaran itu.


"Altea ? Apa kamu sudah selesai membereskan ruangan itu?


"Sudah bu ...


"Baik lah, kamu antar saja map ini ke perusahaan Patri Company dan jumpai nama pemilik tanda tangan ini " Kepala pelayan memerintah Altea mengantar map itu.


"Baik bu, tapi bagaimana saya tau alamatnya Bu?


"Coba kamu cek saja di lembaran itu atau gunakan Google map di ponsel mu untuk menemukan alamat perusahaan itu" ujar kepala pelayan memberikan solusi kepada Altea.


Altea kemudian mengetik Patri Company Di ponselnya dan menemukan alamat perusahaan itu. Kemudian dia memesan taksi online lewat aplikasi di ponselnya.


Sambil menunggu taksi datang dia menyempatkan diri mengambil jaket dari loker untuk menutupi seragamnya.


Masuk kedalam taksi dia mencoba mengarahkan driver hingga tiba disebuah gedung yang bertulisan Patri Company.


Sesampainya di sana dirinya terkagum melihat gedung tinggi dengan tulisan Patri Company bangunan itu tampak mewah dan elegan.


"mewah sekali" gumam Altea dalam hati.


Kemudian dia melangkah ke loby dan menemui resepsionis "permisi mbak apa benar ini perusahaan Patri Company?


"Benar mbak ada yang bisa saya bantu?


"Aku ingin mengantar map ini kepada bapak Rafael, ini titipan dari pengawas saya " Altea memberitahu maksud dan tujuannya .


Terlihat resepsionis sedang menghubungi seseorang lewat telepon meja kantor.


"Mbak silahkan naik ke lantai 25 melalui lift sebelah kanan, pak Rafael ada di ruangannya . Resepsionis mengarahkan Altea agar segera naik.


"Baik terimakasih...


Altea menekan tombol panah atas sesaat kemudian pintu lift terbuka, dia masuk dan menekan kembali angka 25.


Ketika lift terbuka dia merasa gugup. Wajarlah namanya juga manusia biasa ,ketika pergi suatu tempat untuk pertama kali pasti seseorang merasa gugup dan ragu itu manusiawi.


Dia mengedarkan pandangannya ke kiri dan ke ke kanan, "permisi maaf pak boleh saya bertanya?


"Silahkan nona ada apa ?


"Saya ingin menemui pak Rafael ingin memberikan map ini ,titipan dari pengawas saya" Altea menunjukkan map ditangan kanannya kepada salah seorang pria yang tampak masih muda dengan pakaian rapi.


"baiklah mari ikut saya nona" pria itu kemudian mengetuk pintu dan mempersilahkan Altea masuk.


"Permisi pak, dengan bapak Rafael?


Altea menyapa dengan nada sopan dan sedikit menundukkan kepalanya.


"Saya sendiri, ada apa?


"Maaf sebelumnya pak , pengawas saya di restoran X memerintah saya untuk mengantar map ini kepada bapak" Altea menyodorkan map coklat yang dia pegang dan meletakkannya di atas meja Rafael.


Rafael fokus ke wajah Altea yang menunduk ,kemudian meraih map itu dan membuka isinya , dirinya terkejut melihat map yang diantar oleh Altea adalah map yang berisi tanda serah terima perusahaan yang baru saja beliau tanda tangani dari sang kakek.


"Dimana kamu menemukan dokumen ini? oh iya, silahkan duduk dulu"


Rafael bertanya sambil mempersilahkan Altea duduk. "Di atas meja ruang VIP 008 restoran X pak, kebetulan saya sedang membersihkan ruangan dan menemukan map itu" Altea memberitahu bagaimana dia menemukan map itu.


Sejenak dia ingat bahwa tadi dia melakukan tanda tangan serah terima perusahaan yang dipimpinnya sekarang disebuah restoran.


Namun karena mendapat telepon dari sekretarisnya dia buru buru meninggalkan restoran dan tanpa sengaja meninggalkan map itu.


"Maaf sudah merepotkan mu


Rafael merasa bersalah dengan gadis yang duduk depannya itu.


"Siapa namamu? apa kamu bekerja di restoran itu?


"Namaku Altea pak, dan aku bekerja di sana"


Altea sejenak mendongakkan kepalanya dan seketika pandangan mereka bertemu. Rafael merasakan jantungnya berdebar karena mendapat tatapan dari Altea.


"Baiklah Altea ,Terimakasih sebelumnya"


Rafael merapikan dan menutup kembali map itu kemudian menyimpannya di laci meja kerjanya.


"Sama sama pak, baiklah kalau begitu saya permisi dulu "


Altea berdiri sambil menundukkan kepalanya dan memutar tubuhnya.


"Tunggu sebentar Altea! Rafael berdiri dan memakai kembali jas yang dia letakkan di sandaran kursi kebesarannya.


"Ada apa pak?


"Aku akan mengantar mu..


Rafael menyadari jika jarak perusahaannya dengan restoran itu lumayan jauh.


"Anggap saja ini ucapan terimakasih saya, dan aku harap kamu jangan menolak " Rafael berucap sambil tersenyum ramah.


Altea sejenak menimbang,tidak ada salahnya menerima tawaran dari pria itu. Lagi pula tidak mungkin pria ini melakukan hal yang aneh aneh kepadanya karena ini masih sore hari, kecuali sudah larut malam mungkin dia tetap menolak.


"Baiklah pak , terimakasih sebelumnya " Altea kemudian menerima tawaran itu.


Rafael kemudian menekan lift dan mengajak Altea masuk. "Ayo".


"Kenapa kita tidak menggunakan lift itu pak?


Altea ingat betul jika tadi dia menggunakan lift yang disebelah kanan.


"Itu lift khusus karyawan" Rafael menjawab pertanyaan Altea sambil tersenyum. "Bisa bisanya dia bertanya seperti itu" Batin Rafael .


Rafael keluar dari lift khusus CEO dan Altea mengekor dibelakang, langkah kaki Rafael yang begitu panjang membuat Altea sedikit berlari lari kecil agar tidak tertinggal jauh.


Semua karyawan wanita berbisik bisik halus sambil memandang Altea dengan tatapan tidak suka.


Namun Altea tidak menghiraukan bisikan para kaum hawa yang menurutnya tidak penting. Dia lebih fokus mengikuti Rafael agar tidak ketinggalan.


Sesaat kemudian Rafael membuka pintu mobil dan meminta Altea masuk, "Masuklah"...


"Terimakasih pak " Altea masuk dengan kepala masih menunduk.


"Dimana rumah mu Altea? Rafael mencoba memecahkan keheningan dengan membuka obrolan obrolan kecil.


"Di komplek regensi 4 pak ...


"Jadi aku mengantarmu kemana sekarang Rumah atau Restoran itu?


"Ke Restoran pak.


Keheningan kembali tercipta didalam mobil, Altea memilih duduk diam sambil melihat keluar , berbeda dengan Rafael sesekali dia melirik Altea dan memperhatikan wajah cantik Altea. "ketika diam saja kamu sangat menggemaskan " Batin Rafael.


.


.


.


Akhirnya mereka tiba di restoran tempat Altea bekerja, Kemudian Rafael membukakan pintu dan mempersilahkan Altea keluar " Terimakasih banyak pak, maaf sudah merepotkan" Altea tersenyum namun kemudian dia kembali menundukkan kepalanya


"cantik mu bertambah jika kamu tersenyum seperti ini". batin Rafael


Altea memilih masuk dari pintu depan, karena ini masih jam kerjanya dan rencananya dia juga langsung menemui kepala pelayan selaku pengawasnya untuk memberitahu jika map itu sudah sampai ke tangan pemiliknya.


Rafael kemudian masuk ke dalam mobilnya, matanya memicing ketika melihat jaket Altea yang tertinggal di kursi sampingnya.


"Selain cantik, dia juga ternyata pelupa "


Rafael kemudian turun dari mobil untuk memberikan jaket Altea kembali.


"Permisi nona, Apa saya bisa bertemu dengan nona Altea ? Rafael menyapa salah seorang pelayang yang memakai seragam yang sama seperti Altea.


"Sebentar Tuan... Pelayan itu mengedarkan pandangannya mencari sosok Altea.


"Di sana tuan,silahkan.... pelayan itu menunjuk Altea yang sedang mengganti vas bunga di depan ruang VIP.


.


.


.


Altea menoleh ketika mendengar suara memanggil namanya "Pak Rafael? ada apa lagi pak? Altea bertanya dengan bingung, setahu dia urusannya dengan pria ini sudah selesai.


"Maaf mengganggu, aku hanya mengembalikan ini tadi kamu lupa membawanya" Rafael menyodorkan jaket peach milik Altea.


"Oh my God !! Terimakasih pak...


"Saya permisi Altea , Rafael tersenyum lalu meninggalkan restoran. Altea hanya mengangguk sambil tersenyum kembali.


"Siapa Laki laki itu?


Sepulang dari kantor Matteo memutuskan mampir ke restoran tempat Altea bekerja untuk menemui Ibra kebetulan mereka ingin ke arena.


Namun matanya menangkap Altea turun dari mobil mewah , awalnya dia menghiraukan itu tapi sesaat kemudian dia juga melihat laki laki itu mendekat ke arah Altea dan memberikan jaket .


"Mengapa semua orang mengagumi mu??


Ada rasa sedih dan cemburu di dalam hatinya melihat Altea bersama laki laki itu. Mungkin yang dia lihat adalah hal sederhana tapi dia sama sekali tidak terima jika ada orang yang mendekati Altea.


.


.


.


Ingin rasanya dia bertanya langsung kepada altea perihal siapa laki laki itu , namun sejenak dia sadar jika dirinya tidak berhak untuk cemburu.


Akhirnya dia memilih keluar dan kembali kedalam mobilnya sambil menunggu Ibra di sana, karena mereka berencana ke arena menghabiskan waktu .


.


.


.


.


Bersambung...


Hai reader bantu like dan Komen ya... .Thank you 🤗


Episode selanjutnya akan saya up date besok


"