
Setelah berpikir keras Matteo mengganti pakaian dan bersiap untuk berangkat ke restoran baru milik Ibra sahabatnya. Setidaknya dia datang untuk memberikan selamat kepada sahabat konyol nya itu.
Dia tetap menjaga pertemanan mereka yang sudah terawat dari dulu,walaupun sebenarnya dia malas sekali hadir karena besar kemungkinan dia akan bertemu dengan Clarish mantan pacarnya.
Clarish adalah sepupu Ibra , Matteo dan Clarish Berpacaran ketika masih kuliah semester 5. Matteo memilih memutuskan Clarish setelah berpacaran 2 tahun, karena Matteo tidak tahan dengan gaya hidup Clarish yang suka berpesta dan berganti pasangan,Bukan hanya itu ada alasan tersendiri Matteo mengapa meninggalkan Clarish.
*****
"Tidak bisakah ada peri yang menyihir isi lemari ku ini , seperti princess di film film itu?" gumam Altea sambil mengacak acak isi lemari nya.
"Ya Tuhan Tea ,Ada apa ini nak??? " Sofi ingin mengambil air putih ke dapur tak sengaja menangkap Altea yang sedang mengobrak abrik lemari bajunya
Altea duduk ,dan menampilkan wajah murungnya .
"Itu bu, Bos Kutub tempat Tea bekerja , masa ngasi undangan 3 jam sebelum pesta , Apa dia pikir aku bunglon bisa mengubah penampilanku secepat kilat?"
Gerutu Altea.
Flashback....
Saat Altea melangkah pulang , sambil membawa handbag miliknya.
"Altea.... kemarilah " Panggil Ibra
"Ada apa Tuan ? "
" Ini undangan untukmu, Lihat jam dan tempatnya di halaman belakang" Ucap Ibra sambil memberikan undangan
"Baik tuan ,kalau begitu saya permisi" balas Altea
"ehh Altea, kamu bisa membawa pasangan mu jika kamu ada pacar atau teman lelaki ya, Undangan itu berlaku untuk dua orang " Ucap Ibra
"Baik Tuan....
Altea menunduk, awalnya Altea berpikir semua karyawan sengaja dibawa restoran baru itu untuk melayani tamu undangan di sana.
Ternyata tidak hanya beberapa orang saja yang mendapat undangan itu termasuk Feren dan Altea
Flash on...
"Owh kamu mau ke pesta , Ayo ikut ibu...
Altea mengekor ibunya ke kamar dan ibunya membuka lemari miliknya. Ibunya mengeluarkan beberapa pakaian nya ketika masih mudah dan menyuruh Altea mencobanya.
"Apa ibu pikir aku sedang menghadiri Rapat Paripurna ? " protes Altea saat ibunya menyuruh Altea mencoba atasan mode kartini dengan rok panjang bermotif batik .
"Ini lagi apa apaan ini.
"ahh jelek sekali
Kemudian ibunya menyodorkan dress leher tinggi warna putih tanpa motif
"Aku tidak mau memakai ini.. jelek sekali
"Jangan sampai orang orang mengira aku adalah kuntilanak yang berkeliaran" Altea bermonolog dengan dirinya sendiri sambil bergidik ngeri membayangkan jika dia memakai dress itu .
Ibunya sudah naik pitam menghadapi anak gadisnya yang sedari tadi asik melayangkan protes dan tolakan, Altea tidak percaya diri dengan pakaian pilihan ibunya.
Sampai akhirnya pilihan Altea jatuh ke gaun warna putih lengan pendek dari bahan Brokat. Altea lega ketika dia mencoba gaun itu dan ternyata pas ditubuhnya.
Saat Altea sudah memoles wajah nya dia keluar dari kamar. Ibunya menyuruh Altea duduk dan memasangkan hells yang senada dengan gaun yang dipakai Altea.
Dengan menaiki Taksi, dia berangkat ke lokasi yang ada di undangan yang diberikan bos nya.
Dia juga mengirim pesan kepada Feren agar mereka saling menunggu di pintu masuk.
"Kau cantik sekali Tea... kayak Lisa personil Black pink" ucap Feren saat melihat Altea mendekat .
"Korban Artis korea kayaknya kau ini" decak Altea sambil menahan malu. Dia sedikit malu dengan pujian sahabatnya itu.
"Ayo masuk kita cari tempat duduk dulu" Ucap Altea
Feren hanya tertawa dengan tingkah Altea.
Dengan menggandeng Pacarnya Feren masuk mendahului Altea .
"Sepertinya aku akan menjadi obat nyamuk lagi,Aaaaa kau menyebalkan sekali Feren" Gerutu Altea
Altea masuk dan duduk berhadapan dengan Feren dan kekasihnya.
Mengambil beberapa hidangan dan meletakkannya di depan tanpa menyentuhnya sama sekali.
"Sayang aaaa, sambil menyuapi kekasihnya dengan garpu, Feren memamerkan adegan romantis didepan Altea. Feren sengaja memancing emosi sahabatnya itu.
biasanya juga makan pakai tangan ,tumben makan pakai garpu. menjijikkan sekali. umpat Altea dalam hati.
Feren terus mempamerkan adegan romantis di depan Altea, dengan menyuapi kekasihnya itu.
Sok romantis, giliran besok diputusin nangis'!! Mampus. aaaaa kalian sangat menjijikkan"
Altea menyumpahi adegan sahabatnya itu dengan kesal.
Ingin sekali dia melempar sahabatnya itu keluar karena tidak tahan dengan tingkahnya.
Feren yang mengerti tingkah Altea pura pura tak peduli .
Dengan kesal Altea pergi dan mencari meja kosong disudut.
Berjalan mendekati Ibra dia menepuk pundak sahabatnya itu.
"Selamat atas peresmian restoran barumu" Ucap Matteo .
"Mana gandengan mu? Sindir Ibra saat melihat Matteo datang dengan seorang diri.
Matteo hanya memutar bola mata malas dan memilih berlalu meninggalkan Ibra yang sibuk menerima ucapan selamat dari para undangannya.
Bersamaan dengan itu Daniel datang menggandeng wanita cantik berjalan mendekati Ibra .
"Selamat , semakin maju kedepannya" ucap Daniel sambil menepuk bahu Ibra,
"Seksi" kalimat singkat Ibra berbisik ke telinga Daniel dengan nada Sensual. Daniel seketika merinding mendengar sahabatnya itu.
"Aku Masih lelaki normal" Ketus Daniel
"Siapa yang bilang kau tidak normal?, pasanganmu yang aku maksud" bisik Ibra lagi.
Daniel hanya mendengus dan berlalu dari hadapan Ibra sambil melingkarkan tangan di pinggang pasangannya itu.
Matteo melangkah hendak mengambil minuman untuk menyegarkan tenggorokannya,dia melihat Altea duduk dipojok sendirian sambil memainkan ponsel miliknya.
"Altea ternyata diundang juga kesini,sama siapa dia ?"
"Boleh aku duduk? " Tanya Matteo
Altea terkejut mendengar suara dingin yang sering dia dengarkan.
"Silahkan Tuan.. ahh kak Matteo" Ucap Altea membenarkan kalimatnya.
"Kamu diundang juga?
"Iya kak aku diundang Tuan Ibra
"Dengan siapa kemari?
"Sama temanku Feren , " Altea menunjuk meja ditengah yang dihuni Feren dan kekasihnya.
Matteo Langsung mengerti kenapa Altea memilih duduk dipojok. Kenapa lagi kalau bukan karena dia tidak punya pasangan.
"Mau minum? tawar Matteo
"Iya boleh kak." jawab Altea dengan nada sedikit rendah .
Matteo berjalan mengambil minuman, dan seseorang menepuk pundak Matteo
"Hai" Matteo merasa suara ini familiar baginya.
Dia berbalik dan mendapati bahwa Clarish lah yang memanggil. "Hai juga," Balas matteo malas
Tepat dugaannya bahwa dia akan bertemu dengan Clarish disini.
"Bagaimana kabarmu?
"Saya baik
"Aku dengar kamu bekerja sebagai sekretaris Daniel.....
"iya itu benar ..
Clarish mengerutkan kening nya kala melihat Matteo memegang dua gelas , Satu di isi dengan minuman beralkohol dan satu lagi minuman segar.
"Kamu sama siapa kesini?. tanya Clarish
Dia sering mencari info dari Ibra dan mengetahui bahwa Matteo sampai sekarang belum punya kekasih.
"Bukan Urusanmu" Matteo Berlalu dan meninggalkan Clarish.
Clarish yang penasaran mengikuti langkah Matteo , dia melihat Matteo mendekat ke arah wanita yang tak lain adalah Altea.
Seketika Clarish mengepalkan tangannya mendapati Matteo duduk dengan wanita yang lebih muda darinya, jika dibandingkan aura kecantikan Clarish tidak ada apa apanya dibanding Altea .
Dia memperhatikan penampilan Altea dengan gaun sederhana mampu membuat wanita itu terlihat Cantik dan Elegan. Clarish mengakui bahwa Altea lebih cantik darinya.
"kau harusnya duduk bersamaku Matteo Mahaprana!" Batin Clarish memandang tajam kearah Altea dan Matteo.
Sambil menikmati minuman segarnya sesekali Altea membuka obrolan kecil.
"Mengapa kakak sendiri datang?
"Memangnya kenapa?
"Pacar kakak mana?
"Aku tidak punya pacar
Bersambung....
HAI READER TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR
TETAP BERIKAN AKU DUKUNGAN DENGAN LIKE ,VOTE DAN KOMENTAR KALIAN!!!!
AKU TUNGGU YAAA ...
🤣😏😘😘😘😘😘