Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Obrolan tiga lelaki


"Saat pertama kali melihatnya, aku langsung Berkeyakinan bahwa aku akan hidup dengannya"


Ungkapan ini dinyatakan oleh Matteo di sebuah stasiun televisi swasta saat wawancara singkat berlangsung.


Pembawa acara menanyakan secara singkat tentang kehidupan pribadi Matteo di akhir sesi wawancara.


Para reporter TV banyak yang berharap bisa meliput wawancara tersebut. Namun ternyata Matteo hanya menerima tawaran di salah satu stasiun saja.


Selain karena Presdir tersebut adalah anak dari David Mahaprana. Hal yang membuat semua orang penasaran adalah Tentang sisi kehidupan pemuda tersebut. Diketahui bahwa Matteo sudah menikah dengan salah satu mahasiswa.


Berita mengenai nama Altea juga sudah banyak diketahui oleh media.


Pencapaian terbaik Matteo membawa nama Orion Company dikenal di kalangan pebisnis. Performa apik pria muda 24 tahun itu membuat banyak pihak perusahaan besar ingin bekerjasama dengan Orion.


Publik juga semakin penasaran.


siapa sih Presdir muda itu?.


Hanya berdurasi sekitar 4 bulan Matteo bisa mengkokohkan pertahanan perusahaan.


Tidak tanggung tanggung Orion company juga sedang menambah cabang perusahaan di bagian industri.


Sehingga membutuhkan banyak tenaga kerja.


Gaji yang di tawarkan jauh melebihi upah minimum regional belum termasuk tunjangan dan insentif.


Dan jelas saja ini membuat banyak tenaga kerja baik yang berpengalaman ataupun kalangan fresh graduate berdesakan agar bisa mendapat kesempatan meniti karier.


Cabang perusahaan bagian industri juga menerima banyak tenaga kerja baik lulusan SMA sederajat . Sehingga tidak tertutup kemungkinan anak anak muda bisa berpenghasilan untuk menata masa depan.


Setiap karyawan yang memiliki kemampuan juga berpotensi untuk mendapatkan fasilitas studi keluar negeri karena Orion juga memiliki cabang di luar.


Selain untuk kemajuan perusahaan, Orion company sangat membantu negeri ini mengurangi jumlah pengangguran di kota tersebut.


Pencapaian yang luar biasa bukan?.


"Aku mencintainya melebihi diriku sendiri" Ungkapan terakhir Matteo sebelum wawancara singkat selesai.


Mobil sport hitam sudah meninggalkan stasiun televisi.


Wawancara telah selesai.


Didalam mobil Matteo masih sibuk dengan ponselnya untuk menerima setiap laporan dari Mike. terlihat dia berulangkali mengubah cara duduknya. Menghela nafas berkali kali dan juga menatap layar ponsel tanpa banyak berkedip.


"Aku serahkan padamu" isi pesan Matteo kepada Mike.


Kemudian Matteo memasukkan ponselnya kedalam saku jas.


"Selamat atas pencapaian mu " Matteo sudah duduk di sofa sebelah Daniel.


Melihat Matteo sudah duduk, Daniel berdiri menuju ke bagian waiters.


Bersamaan dengan itu Ibra juga datang.


"Berapa kali satu hari ? " Ibra mengedipkan matanya dengan seringai licik.


Ungkapan Matteo di stasiun televisi tadi masih terngiang di kepalanya. Ibra langsung bisa memastikan jika Matteo sudah hidup bahagia dengan Altea. Mantan karyawannya dulu.


Jika bisa jujur Ibra juga pernah menaruh hati kepada Altea namun dia tidak berani memperjuangkan perasaannya karena tidak mau mengkhianati Sahabatnya sendiri.


"Jangan bilang 3 kali sehari...." Daniel sudah datang membawa minuman ditangannya. Ada dua botol. Tidak lupa senyum devil itu mulai muncul.


Satu botol minuman ringan dan satunya alkohol. Minuman ringan dia letakkan didepan Matteo.


Daniel tau jika Matteo tidak lagi mau mengonsumsi Alkohol.


Bukti akuratnya saat Matteo sudah menutup akses minuman keras masuk kedalam cafe miliknya.


"Kau pikir itu semacam minum obat 3 kali sehari sialan ! " Matteo sudah duduk bersandar.


"Altea memang obat mu bukan ! "


"Hahaha... Akhirnya senjatamu berguna juga " Meledek Matteo dengan tertawa mengejek.


Ketiga pria itu sedang berada di bar salah satu cafe di tengah kota.


Setelah wawancara selesai. Awalnya Matteo berniat pulang akan tetapi


Ibra memberikan ide agar mereka nongkrong sebenar. Ini kesempatan untuk bisa berbagi cerita antara mereka.


Matteo yang sudah berumahtangga tidak lagi seperti dulu yang gampang untuk diajak nongkrong.


Bahkan sekarang setelah pulang kerja, Matteo sedang ikut program kelas memasak karena malam hari Altea sering merasa lapar. Sehingga mau tidak mau Matteo harus bangun untuk menyiapkan makanan bagi istrinya.


Ibra dan Daniel sendiri yang memberikan ide soal kelas memasak itu. Niatnya mereka hanya bercanda namun dianggap serius oleh Matteo. Dan benar saja Altea selalu menyukai masakan yang dibuat oleh suaminya.


Sibuknya Matteo membuat mereka bertiga jarang untuk bertemu.


Sudah lama mereka tidak lagi berbincang bincang seperti dulu. Menghabiskan waktu semalaman untuk hal yang tidak penting.


Lebih tepatnya Ibra rindu cerita menyedihkan apa lagi yang terjadi antara Matteo dan Altea.


Ibra selalu terhibur jika Matteo curhat dengan penderitaan yang dia alami menghadapi kehidupannya dengan Altea.


Namun tampaknya Matteo tidak menyimpan cerita yang diharapakan oleh Ibra.


Wajah Matteo jauh lebih bersahabat bahkan berbeda jauh dari yang dulu. Itu menandakan suasana hatinya stabil.


Cerita yang dulu selalu menghibur Ibra kini telah sirna. Berganti dengan cerita yang lebih baik tentunya.


Tadi Ibra sudah mendengar sendiri pengakuan cinta dari Matteo. Dan itu luar biasa.


"kita ganti pertanyaan saja!. Sudah berapa kali ?? " Daniel tidak kalah penasaran. Jangan bilang hanya sekali. Menyedihkan Sekali anda.


Matteo hanya tersenyum kikuk. Tau kemana arah pembicaraan.


"Berapa ??? " tegas Daniel menunggu jawaban. Matanya sudah berkedip kedip kearah Ibra yang sedang mengembangkan senyum penasaran.


Diantara mereka bertiga Matteo lah yang paling anti dengan hubungan bebas. Masa lalunya dengan Clarish sampai saat ini masih belum bisa dia terima secara naluri.


Ah... wanita sialan itu sudah merusak harga diri ku.


"katakan berapa kali !!! ... atau jangan-jangan...


"Tidak bisakah kau jangan membahas itu ! " Ibra sudah mulai terkekeh. Pria itu menggigit sedotan agar tawanya tidak langsung pecah nanti.


"Jangan bilang kau belum melakukannya. Karena membahas saja kau tidak sudi ...." Dan benar saja tawa Ibra langsung pecah.


Membayangkan Matteo hidup satu rumah dengan Altea yang notabenenya resmi menikah tapi tidak bersentuhan.


"Apa sesuci itu istrimu hingga kau tidak rela menyentuhnya.. atau jangan jangan milikmu itu ...


"Diam kau sialan !!!! "


Kalimat Daniel terpotong.


Tatapan Matteo tiba-tiba menajam. Terkecuali Matteo, hal vulgar seperti ini bukan lagi hal tabu untuk kedua manusia horor yang menjadi teman baiknya.


Namun Matteo terlalu malu untuk membahas itu. Baginya itu hanya rahasia pribadi dengan istrinya. Tidak perlu orang tau tentang hubungan jauh mereka.


Cukuplah mereka berdua yang tau. Itu prinsip Matteo diawal.


Namun sepertinya prinsip itu akan berubah. Berteman dengan Daniel dan Ibra sudah pasti akan tertular virus kebuayaan yang sulit diatasi.


Tanpa menunggu jawaban real dari Matteo Ibra sudah paham. Sekelas Casanova seperti Daniel dan Ibra mau dilego ?. Huh mustahil ! . Beruntung Matteo masih bisa menahan diri untuk tidak terjun kedalam pergaulan bebas seperti itu.


Dulu mereka bertiga begitu polos sampailah suatu saat Daniel merasa frustasi hingga menyebabkan dirinya terseret arus besar masuk dan tenggelam didalam pergaulan bebas.


Terpilihnya dia menjadi CEO perusahaan menggenapi dirinya menjadi gelar seorang casanova.


Uang yang melimpah membuat siapa saja kagum dengan pesona Daniel.


"Oke oke.... Aku hanya memastikan senjata milikmu masih berguna dengan baik... " Daniel menahan tawanya membayangkan seperti apa Matteo memulai pertempuran dengan kesadaran yang stabil.


"Kalau senjataku tidak berguna mana mungkin Altea bisa hamil .... "


"Iya pula ya...kalau dalam sepak bola ini namanya sekali shoot langsung GOAL ! . mantap! " Ibra memberikan dua jempol sambil terpingkal.


Daniel tidak bisa menahan tawanya. Rindu rasanya tidak menjahili Matteo. Nah yang lucunya Matteo juga tertawa. Ketiga pria itu sekarang lebih banyak berbicara dan tertawa.


"Aku kesini bukan untuk di ledek sialan!! " Melempar jas dan mendarat tepat di wajah Ibra.


"Sepertinya gadis cantik itu sangat memotivasi mu " Daniel mengakhiri tawanya. Rasanya perutnya terlampau keram.


"Berhenti menyebutnya dengan sebutan seperti itu. Namanya Chelsea Altea !! "


Apa semua wanitamu di luar sana jelek, sehingga kau selalu menyebut Altea gadis cantik .


Bersambung..