Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Obat perangsang


Hari ini Altea sudah di izinkan pulang oleh dokter karena keadaan gadis itu sudah mendukung ditambah lagi Altea yang bosan berada dirumah sakit.


Ilham selaku ayah segera turun ke bagian administrasi untuk melakukan segala transaksi tagihan biaya selama tiga hari putrinya dirawat.


"Maaf pak pasien atas nama Chelsea Altea Maulana tidak terdaftar sebagai pasien berbayar jadi tidak ada tagihan yang harus diselesaikan " tutur salah satu petugas


"Bagaimana bisa seperti itu mbak? anak saya sudah tiga hari dirawat disini" Ilham mengambil kartu identitas Altea yang sudah diserahkan oleh petugas namun dirinya tetap bersikukuh untuk mendapat penjelasan.


"Pasien atas nama Chelsea Altea disini masuk kedalam daftar pasien khusus bukan umum pak , jadi tagihan biaya rumah sakit anak bapak itu sudah diselesaikan oleh pihak pendukung " tutur petugas tersebut.


Ilham masih belum paham dengan penjelasan itu tetapi dia melihat antrian dibelakangnya sudah panjang akhirnya dia memutuskan untuk pergi.


"Baiklah kalau begitu saya mengucapkan terimakasih banyak" Ilham mengatupkan kedua tangannya seolah menyembah.


Petugas hanya tersenyum ramah kepada pria paruh baya itu. "Anda sangat rendah hati pantas saja tuan Matteo memberi perlakuan khusus untuk anda "


.


.


.


.


Ditempat lain


Matteo bangun dari tempat tidur matanya memicing melihat pesan yang berderet masuk kedalam aplikasi WhatsApp miliknya. Rupanya pesan itu datang dari salah seorang agen MMA dan menantang Matteo di atas ring.


Matteo yang sedang masa percobaan berubah awalnya tidak tertarik dengan topik itu. Dia tidak menanggapi topik itu sama sekali, meskipun itu sudah mulai merusak harga dirinya sebagai daftar penguasa ring tapi dia tetap memilih komitmen nya berubah untuk Altea.


Akan tetapi agen tersebut mengirimkan foto foto Altea dan menjadikan itu sebagai tumbal jika Matteo tidak datang.


Melihat itu emosi Matteo langsung memuncak.


"Tidak ada yang bisa menyakiti Altea " Matteo mengeraskan rahangnya dan mengepalkan kedua tangan.


Dalam hitungan detik Matteo sudah tiba di lantai paling atas untuk berjibaku dengan peralatan Gym dan fitness, dia mulai mempersiapkan diri.


Malam harinya Matteo sudah tiba di arena dan bertemu dengan Gio dan anggota gengnya yang mulai senam jantung.


Gio memberitahu Matteo siapa orang yang disiapkan agen untuk menantang ketua mereka , ternyata orang itu adalah Max kakak kandung dari Mario yang tinggal di Rusia.


Max bukanlah lawan sembarang dia juga masuk kedalam komplotan mafia hal itu membuat Gio dan gengnya berusaha menahan Matteo. Mereka tidak mau jika sampai ketua mereka merenggang nyawa seperti korban Max .


Bersamaan dengan itu Ibra dan Daniel juga tiba di arena, mereka melihat Matteo sudah masuk kedalam ruang ganti.


"Hentikan aksi bodoh mu ini brengsek!! kau mau mati muda ? " ucap Ibra untuk menahan Matteo.


"Dia bukan manusia sembarangan aku harap otak bodoh mu bekerja dengan baik kau bisa terbunuh hanya dengan sekejap " ucap Daniel menimpali Ibra.


Matteo merogoh saku dan melempar ponselnya miliknya kepangkuan Daniel. "Apa ini?" Daniel mengusap layar dan membaca pesan singkat dari agen yang menantang Matteo.


"Aku rela mati demi Altea, tidak ada yang bisa menyakitinya " Matteo memasang pengaman di pergelangan kakinya dan segera keluar dengan emosi yang menggebu.


Akhirnya ibra menghubungi Altea dan meminta gadis itu agar menghentikan aksi bodoh Matteo. Mereka tau jika Altea adalah obat penawar Matteo.


Matteo sudah berada di atas ring dan Max juga datang dengan menampilkan senyum liciknya.


"Apa kabar?" Max menyapa Matteo dengan senyum menyeringai.


"Katakan apa mau mu sialan ! "


"Aku mau Chelsea Altea !!!!! " Max menekankan intonasinya penuh ancaman.


Mereka berdua saling baku hantam tanpa menyerah, bukan Matteo namanya kalau menyerah begitu saja.


Emosi Matteo menghasilkan tenaga tenaga baru yang bergejolak didalam dirinya.


Sampai akhirnya di menit ke 20 Matteo membekukan Max dengan mematahkan tulang kaki dan melayangkan pukulan di kepala Max dan membuat pria itu terkapar.


Pertarungan itu jauh dari apa yang mereka bayangkan.


Melihat itu Clarish memberikan sebotol air mineral yang sudah dicampur dengan tetesan obat perangsang kepada Daniel.


"Kau akan tetap menjadi milikku titik " Batin Clarish.


Daniel yang tidak tau apa apa kemudian meletakkan botol air mineral itu diruang ganti tempat dimana baju Matteo berada. Dia sudah memprediksi jika Matteo akan haus nantinya.


Setelah turun dari ring Matteo segera berlalu keruang ganti kemudian menyambar botol air mineral tersebut untuk menyegarkan tenggorokannya , ia menenggak air itu tanpa sisa.


"Doaku akhirnya terjawab" Ucap Ibra bernafas lega melihat sabahat nya masih hidup


"Kau meragukan kemampuan ku ? " ucap Matteo.


Daniel membuat ide untuk melakukan selebrasi di klub malam langganan mereka. Awalnya Matteo menolak tapi Ibra berhasil meyakinkan Matteo dengan alasan nanti mereka hanya minum sedikit. Mereka langsung meninggalkan ruang ganti dan segera ke parkiran.


Bersamaan dengan itu Altea tiba di depan arena dan menemukan Matteo sudah duduk diatas motornya hendak pergi ke klub. Dia begitu terkejut melihat Altea ada di sana.


"Altea untuk apa kamu kesini? " Matteo kembali turun dan langsung menyambar tangan Altea, dia tidak mau para agen melihat Altea dan merencanakan hal jahat.


"Ayo pulang !! Matteo menarik tangan Altea dan memaksa Altea naik. Dari sudut tembok, Clarish mengepalkan tangannya karena rencananya gagal.


Diperjalanan pulang ,Matteo mulai merasakan pusing di kepala dan panas sekujur tubuhnya mungkin reaksi obat yang dia telan bersama dengan air mineral.


"Kamu kenapa ? " Altea menyadari jika ada sesuatu yang tidak beres dengan Matteo.


"Kepalaku pusing, bolehkan kita ke apartemen ku dulu ? "Ucap Matteo sambil menahan rasa sakitnya.


"Baiklah" Altea berpikir jika sakit yang dialami Matteo adalah akibat pukulan lawannya di atas ring maka dari itu dia tidak keberatan ikut ke apartemen dan mengompres kepala Matteo nantinya.


Setibanya di apartemen Matteo buru buru menekan lift sambil memijat keningnya yang mulai berdenyut. Didalam lift dia merasa gairah kejantanannya mulai bangkit.


"Al sebaiknya kamu pulang saja, hubungi Gio agar dia datang menjemput mu " ucap Matteo lirih menahan panas dingin di sekujur tubuhnya. Dia mulai merasa jika dalam tubuhnya ada hal yang tidak beres.


"Aku akan mengobati kamu dulu" ucap Altea sambil menunggu pintu lift terbuka.


"Tidak Al, kau harus pulang ini sudah malam nanti bapak dan ibu mencari mu" Ucap Matteo memperhalus pengusiran Altea, sambil melangkahkan kakinya keluar dari lift.


"Aku akan mengompres kamu dulu " Altea tidak tega meninggalkan Matteo dalam keadaan seperti itu.


Matteo yang mulai kehilangan kesadaran tidak mampu lagi berdebat dengan Altea, mereka masuk kedalam apartemen Matteo, kemudian dia segera mengambil air dari keran berniat mengompres kepala Matteo.


Ketika Altea hendak menempelkan kain di wajah Matteo dengan cepat pria itu manahan tangan Altea dan menciumi tangan itu.


Altea terkejut dan spontan menarik tangannya, Namum Matteo malah semakin menarik tangan Altea dan membuat gadis itu terjatuh ke pelukan Matteo.


"Kau mau apa ,le lepaskan " Altea mulai ketakutan sambil mendorong tubuh Matteo dan berusaha melepaskan diri.


"Altea... aku mencintaimu mu " Matteo manahan tubuh Altea dan menciumi wajah gadis itu.


"lepaskan aku...


"Lepaskan aku....


BERSAMBUNG.....