Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Kemarahan Matteo


"Brakkkk !!!!!


"Kenapa bisa seperti ini ha !!!!! " Matteo menggeram kesal melihat keadaan perusahaan kembali tidak stabil. Aset kepemilikan perusahaan juga banyak yang terganggu oleh pribadi atau sekelompok orang yang berusaha mentahtakan kekuasaan, sebut saja para mereka para pengganggu.


"Jawab !!! kenapa diam ! " Emosi menggebu masih menguasai pikiran Matteo.


"Mereka tidak..... "


"Mereka tidak apa ! cepat katakan ! "


"Apa kau tidak makan dengan benar, menjelaskan sepatah kata pun kau harus tarik napas dulu dalam-dalam ha ! kalau tidak punya mental keluar dari sini ! Brakkkkkk !!!!!" Jika saja meja yang di geprek Matteo terbuat dari bahan standar sudah pastilah hancur lebur sekarang.


Bagaimana aku menjelaskan ,belum lagi aku bicara anda sudah memotong dengan cepat. Mike.


"Kenapa diam! "


"Mereka tidak mengakui anda sebagai pimpinan tertinggi dan juga pemilik perusahan ini tuan, banyak cabang perusahaan yang sudah berada ditangan mereka. " Salah satu dari mereka akhirnya buka suara.


"Siapa mereka !


"Orang kepercayaan tuan besar" lirih Mike.


"Sebut namanya ! " Titah Matteo mengepalkan tangannya. "Sebutkan Mike !!!! "


Mike dengan cara berbeda menyebutkan satu persatu nama yang berkhianat kepada kakeknya Raymund. Berbicara kepada Matteo tidak bisa setenang ketika dia berbicara dengan tuan besarnya yang sudah menepi setelah penyakit menggerogoti tubuh pria itu.


Mungkin karena wajah Matteo yang sangar membuat nyali siapa saja ciut melihatnya. Belum lagi sikapnya yang gampang meledak ahh..sungguh pria itu berbeda jauh dari pimpinan yang dia dampingi dulu .


"Penghianat !! " Matteo mengeraskan rahangnya, menatap satu persatu wajah yang tertunduk dihadapannya.


"Tegakkan kepala kalian sialan ! " brakkkk !!! jika saja meja adalah makhluk hidup maka dialah yang paling menderita menanggung emosi Matteo.


hiks... apa anda pikir saya berani menatap wajah anda anak muda.


"Semua keluar kecuali Mike ! " Titah Matteo.


Habislah aku....


Matteo duduk di sofa sambil menunggu Mike membuka suara. "Aku menyuruhmu tinggal bukan untuk memandang lantai" Matteo membuka suara dengan intonasi dingin.


Aku masih punya tanggungan yang mulia raja aku lebih baik menunduk dari pada jantungku lepas, dalam hitungan detik namaku akan terukir di batu nisan. Hiks... menyedihkan sekali dunia ku. Mike bersusah payah mengatur deru nafasnya.


"Tuan besar terlalu baik sehingga mempercayakan aset asetnya kepada orang lain setelah beliau menunggu anda terlalu lama untuk duduk di perusahaan" setelah beberapa detik mencerna ucapan Matteo akhirnya Mike paham.


"Sejak kapan itu terjadi ? " suara datar dingin menghujam.


Kenapa aku lebih takut melihat anda seperti ini anak muda , lebih baik anda marah seperti tadi dari pada dingin seperti ini.


"Sejak tuan besar naik ke atas meja operasi " lirik Mike sebentar kemudian menunduk lagi.


Menghindari kontak mata dengan Matteo adalah cara untuk menjaga kesehatan jantung tetap stabil.


Matteo memutar ingatannya tiga tahun lalu ketika beliau kala itu baru saja menyelesaikan pendidikannya dan sang kakek datang untuk menawarkan Matteo diperkenalkan ke publik sebagai penerus Orion, namun saat itu Matteo menolak mentah karena dia sibuk dengan dunia luarnya.


"Tiga tahun lalu berarti" Matteo menyipitkan matanya sebelah. Ada arti dibalik ucapan nya tersebut entah apa itu hanya dia dan tuhan yang tau.


"Anda benar " Mike menganggukkan kepala.


"Akan tetapi anda belum sepenuhnya terlambat, aku akan selalu ada dibelakang anda " Imbuh Mike memberanikan diri.


"Hei apa kau pikir aku selemah kau yang hanya menatap lantai, aku tidak perduli kau disini atau tidak" Sindir Matteo penuh makna.


Pintu ruangan Presdir sudah tertutup rapat, Matteo meremas kertas dan melemparkan kesembarang tempat.


Mike dan Gio merasa hawa dingin berhembus kencang karena menyadari emosi Matteo sedang tidak stabil.


Matteo menelisik semua aset milik Raymund yang sudah menjadi hak miliknya mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar.


Senyum getir tertarik ketika Matteo mengetahui fakta baru mengenai perusahaan kakeknya. Hampir 40% aset perusahaan di kuasai oleh orang lain yang lebih parahnya itu disetujui oleh Raymund.


"Ternyata menjadi orang baik ada ruginya juga" Desah Matteo masih memandangi layar laptop miliknya.


iya begitulah kira kira, kita juga pasti pernah mengalami hal seperti itu. Kebaikan yang kita berikan malah disalahgunakan , atau sebut saja kita dimanfaatkan orang lain karena kebaikan hati kita dan anehnya kita tidak menyadari semua itu.


Rambut sama hitam hati siapa yang tau. Begitulah deskripsi Raymund dengan jajaran orang kepercayaannya yang berkhianat.


Pukul 23.00 Matteo bersama dengan kedua orang yang setia baru saja keluar dari perusahaan. Setelah berargumen dengan pikirannya Matteo memutuskan untuk sementara fokus mengambil kembali cabang cabang perusahaan yang mulai terlepas.


Sebagai cucu pewaris dia tidak mau diam saja melihat perusahaan hancur ditangannya. Biar bagaimana juga pendiri perusahaan itu adalah kakeknya sendiri.


Dulu dia memang menolak semua pemberian kakeknya tetapi sekarang tidak lagi. Jika dia juga tutup mata dan membiarkan perusahaan jatuh itu artinya dia tidak jauh berbeda dengan orang kepercayaan kakeknya yang sudah berkhianat.


"Bos aku antar kamu dulu " ucap Gio meraih sesuatu dari tangan Matteo.


"Aku bisa pulang sendiri" Ketus matteo.


"Maksudku aku pulang dengan bos, masa ia bos tega membiarkan aku pulang naik itu " menunjuk motornya yang terparkir.


Matteo hanya mendengus dingin, "iya sudah ayo "


"Besok ambil fasilitas mu dari Mike" Ucap Matteo disela sela perjalanannya . Dia paham Gio memang baru kali ini terjun ke dunia lapangan kerja jadi wajar saja jika pria itu belum mempunyai fasilitas apapun selain motor yang dia miliki.


"tidak usah berlebihan bos aku bisa pulang pergi naik motor hanya saja... "


"Tutup mulutmu sebelum ku lempar kau keluar dari sini " ketus Matteo.


Rasanya Matteo muak mendengar penolakan, tidak Altea maupun gio selalu saja menolak. Status Gio yang menjadi pendampingnya diperusahaan tidak memungkinkan pria itu pulang pergi naik motor ninja nya begitu pikir Matteo.


Maka dari itu Matteo berniat memberi fasilitas mobil dan tempat tinggal untuk Gio, selain karena gio adalah pendampingnya boleh dikatakan jika pria itu juga adalah tangan kanannya dari dulu.


"Jangan coba coba mempermalukan ku, atau kau akan menyusul ayah dan ibu mu kebalik papan " Gerutu Matteo.


"Kau begitu sadis bos, sampai Mike juga merinding melihat mu hahaha " tawa Gio pecah mengingat wajah pucat Mike selama di kantor tadi.


"Apa kau sedang mengejekku ?


"mana berani saya bos "


"baguslah, tutup mulutmu sekarang atau aku benar benar turun membeli lakban, " Matteo menekankan kalimat terakhirnya.


"Siap yang ketua "


"jangan panggil aku dengan sebutan itu "


Sensi sekali suami mu ini Altea hahaha...


"mengapa bos, anda kan memang ketua kami juga di arena " goda Gio.


"Aku sudah mengharamkan tempat itu " desah Matteo mengingat insiden yang menimpa dirinya dan Altea bermula dari Arena kala itu.


Ngomong ngomong soal Arena Matteo sudah hampir 3 bulan tidak menginjakkan kaki di tempat mengerikan itu. Semenjak kejadian dirinya memerkosa Altea dia sama sekali tidak berniat ke sana, mungkin karena tanggung jawabnya yang semakin banyak membuat dirinya tidak ada waktu berleha leha lagi seperti dulu.


Bersambung...


Tinggalkan like ,komen dan vote !


🤗