
Ilham menatap satu persatu wajah anak anak muda yang duduk didepannya, kemudian dia menarik senyum tipis membingkai bibirnya.
Sofi langsung bergegas ke dapur untuk menyiapkan teh hangat. Tampak dia menuang teh kedalam satu per satu gelas, dan meletakkannya di atas meja " Silahkan nak " Sofi kemudian berlalu ke kamar Altea untuk melihat keadaan anak gadisnya itu
Anak anak muda itu hanya diam tak bergeming karena melihat Matteo selaku ketua mereka melakukan hal yang sama. Hawa hawa dingin dalam ruangan itu sudah mulai terasa .
"Apa kalian akan diam saja?
Suara Ilham dengan tegas memecah keheningan .
Sontak mereka serempak meraih gelas dan langsung menenggak habis air teh dalam gelas masing masing.
"Siapa yang menyuruh kalian minum? Ilham kemudian bertanya lagi.
Mereka membulatkan mata masing masing dan saling memandang. "Sialan! batin Gio.
"Aku bertanya apa kalian diam saja tanpa membuka obrolan, bukan menyuruh kalian minum!
"Apa kalian tidak mau membagi cerita pertengkaran kalian di jalanan tadi?
Matteo langsung tersentak kaget mengetahui jika Ilham melihat dirinya dan Alex bertengkar hebat di jalanan.
"Maaf pak... Matteo dengan gugup mewakili gengnya untuk membuka suara sambil menampilkan senyum kecut.
Gio dan yang lainnya sontak menganggap "Apa si bos sekarang sudah berubah menjadi kucing? Batin salah satu anggotanya merasa tidak percaya menyaksikan wajah gugup Matteo yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.
Biasanya wajah dan sikap Matteo bak singa atau harimau yang siap menerkam siapa saja. Tapi kali ini mereka menyaksikan Matteo seperti seekor kucing betina. Menurut mereka ini adalah pemandangan langka.
Mereka saling menatap satu sama lain seakan memastikan jika yang dilihatnya itu adalah ketua mereka yang bernama Matteo Avhdio Mahaprana.
Rasanya baru saja mereka menyaksikan keganasan Matteo bertarung di jalanan, tidak bisa dipungkiri jika Matteo sedang emosi bisa bisa semua anggota gengnya menjadi pelampiasan.
"Siapa sebenarnya lelaki ini? kenapa si bos terlihat patuh kepadanya? " Batin Gio.
"Ayah, aku akan membersihkan luka Matteo dulu" Altea tiba tiba datang sambil memegang kotak P 3 K ditangannya.
Ilham melihat luka parah ditangan dan di pelipis Matteo, akhirnya dia memerintah istrinya dan Altea untuk membersihkan luka Matteo ke ruang tengah.
"Aku saja Bu" Altea meminta handuk kecil dari tangan sofi.
"Hati hati nak, ibu tinggal sebentar ya"
Altea hanya mengangguk dan menampilkan senyum manisnya dihadapan ibunya.
"Berikan tangan mu"
Matteo mematung ketika merasakan jari lembut Altea memegang tangan kanannya , jantungnya seakan tidak bisa diajak kerja sama .
Pertama kali Altea membersihkan luka Matteo dengan air bersih yang mengalir selama 5-10 menit. Hal ini dia lakukan untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada luka yang bisa memicu infeksi.
Setelah itu, dia menggunakan waslap bersih dan sabun yang lembut untuk membersihkan area di sekitar luka. Dia juga memastikan agar sabun tersebut tidak mengenai luka karena akan terasa perih dan menyebabkan iritasi.
Setelah itu dia membalut tangan Matteo dengan perban.
Matteo merasa lega ketika Altea selesai membalut tangannya, setidaknya jantungnya bisa dengan tenang kembali untuk memompa darah agar netral mengalir ke seluruh tubuhnya .
"Dekat kan wajah mu kemari" Altea kembali bersuara, namun tidak ada reaksi dari Matteo dia masih sibuk dengan fantasinya.
Akhirnya Altea duduk mendekat dan langsung menarik tengkuk Matteo dengan halus. Agar Altea dengan mudah membersihkan pelipis Matteo.
Tubuh Matteo kembali mematung ketika merasakan sentuhan lembut Altea, dia kemudian memejamkan matanya seakan menikmati sentuhan itu.
Jika tadi ketika Altea memegang tangannya dia hanya merasakan jantung nya yang berdebar.
Sekarang dia merasakan jika jantungnya berhenti berdetak. "apa aku sedang diserang penyakit jantung?" Matteo .
Dengan Hati hati Altea terlebih dahulu mengompres luka memar di pelipis Matteo. Dia kemudian menggunakan handuk hangat lagi untuk mengompres bagian wajah Matteo yang mengalami luka memar, selama kurang lebih 10 menit.
Hal ini ia lakukan agar aliran darah meningkat, sehingga bekuan darah dapat diserap lebih cepat dan warna memar pun perlahan memudar.
"Sudah... " Altea kembali mundur dan merapikan kotak P 3 K . Namun matanya memicing ketika melihat Matteo masih memejamkan Mata.
"Hei !! Apa kau sedang tidur ??? Altea meninggikan suaranya.
"Hah sudah selesai? "Matteo gelagapan karena merasa malu."kenapa cepat sekali! "
"Sudah dari tadi!! Altea menjawab dengan nada sebal.
"Yang ini belum, ini juga " Matteo menunjukkan leher dan dagu nya" , ingin sekali dia berlama lama menikmati sentuhan lembut Altea yang seakan membawanya terbang tinggi ke angkasa.
"Pergilah ke depan, dan bawa pasukan mu itu pulang , aku tidak ingin menambah masalah " Altea menggerutu.
Matteo kemudian menarik senyum bahagia menghiasi wajahnya, sambil memandang wajah cemberut Altea yang menurutnya menggemaskan.
Altea kemudian berdiri, Namum tangannya di tahan oleh Matteo. "Ada apa lagi?
"Apa kau akan memberitahu ayahmu soal kejadian tadi? " Matteo bertanya sambil menatap sendu wajah Altea.
"Tanpa ku beritahu pun ayah sudah tahu" Altea duduk kembali sambil memasukkan obat obatan kedalam kotak.
"Apa ini cara mu agar menjauh dari aku?"
Matteo berpikir jika Altea sengaja menyuruh ayahnya membuntutinya supaya Altea punya alasan untuk menjauh.
Diruang Depan
"Maaf pak kami kesini mengantar putri anda pulang dan memastikan jika dia baik baik saja " dengan segala keberanian nya akhirnya Gio berbicara panjang lebar.
"Kalau itu saya tau" Ilham menyeruput teh nya
"Kalau sampai putri saya kenapa kenapa maka racun yang barusan kalian minum akan segera bereaksi" Ucap Ilham tanpa dosa.
Sontak mereka semua berhamburan keluar dari rumah dan memuntahkan air teh yang baru saja mereka minum.
Satu persatu anggotanya kembali masuk dan duduk di sofa setelah berusaha mengeluarkan teh yang sudah mereka minum.
Bersamaan dengan itu Matteo dan Altea datang dan melihat Gio bersama anggota geng lainnya menampilkan wajah gelisah.
"ha ha ha ha ... Ilham tertawa menggelegar dirinya seakan mendapatkan hiburan ditengah malam.
"Sepertinya kalian masih perlu latihan banyak, selain melatih otot, kalian juga perlu melatih otak " Ilham mengucapkan kalimatnya dengan sedikit meledek.
"Jangan jadikan nyawa kami jadi bahan candaan tuan ! " Gio menekankan kalimatnya karena merasa jika mereka sedang di permainkan.
"Apa kalian tidak melihat jika istri saya menuang teh dari teko yang sama dan saya juga meminum teh yang sama dengan kalian? "
Gio akhirnya menunduk dirinya benar benar dibuat pusing oleh lelaki paruh baya itu.
Dia kembali melirik Matteo yang sudah duduk bersebelahan dengan Ilham , namun Matteo tidak memberikan reaksi apa apa.
"Jika teh itu mengandung racun maka saya sudah mati duluan" Ilham menegaskan kalimatnya sambil menampilkan senyum mengejek.
Matteo hanya menatap bingung wajah kesal para anggotanya. "mereka kenapa?
Ilham kemudian membuka obrolan baru sambil menanyakan satu persatu nama mereka seperti berkenalan pada umumnya.
Gio melirik Matteo yang duduk santai menyandar dengan tatapan lurus mengarah kepada Altea yang duduk jauh bersama ibunya .
"apa gadis itu pacar si bos?
Akhirnya Ilham mengakhiri obrolan singkat Mereka setelah melihat jam sudah larut malam.
Satu persatu mereka pamit pulang dang menaiki motor ninja masing masing. "Kalian hati hati dijalan, sering seringlah berkunjung kesini, pintu terbuka untuk kalian" Ucap Ilham
Yang dibalas senyum sumringah oleh Gio dan gengnya "dia tak seburuk yang aku sangka" Batin Gio.
Setelah satu persatu dari mereka meninggalkan halaman, giliran Matteo yang pamit kepada Altea dan Sofi.
"Aku pulang dulu, Matteo tersenyum dan dibalas anggukan oleh Altea.
"Bu saya pamit"
"Baik nak kamu hati hati ya! " Sofi mengelus punggung Matteo.
"Jangan taruhkan nyawamu hanya untuk hal yang tidak penting, setelah sampai di rumah kamu istirahat jangan lupa bersihkan kembali luka ditangan mu" Ilham menekankan setiap ucapannya sambil menatap Matteo penuh arti.
"Baik pak saya pamit dulu" .
Matteo menghidupkan motor nya, sebelum pergi dia masih sempat diam diam melirik wajah Altea dari kaca spion.
Bersambung.....
Episode selanjutnya segera saya liris...
semoga kalian suka...
🤗