
Satu hari setelah ulang tahun kakek Raymund.
Ya tepatnya hari ini adalah hari Senin.
Hari dimana semua orang akan bersiap untuk memulai hari pertama bekerja setelah menghabiskan Sabtu Minggu mereka untuk berlibur menghabiskan waktunya bersama orang orang yang dia inginkan.
Disebuah ruangan yang cukup besar Matteo sedang bersiap siap ke kantor.
Ayah satu anak itu sebenarnya malas. Tapi tidak ada alasan.
Dia alah pimpinan tertinggi. Tidak dia adalah pemilik perusahaan. Seminggu sudah off sudah pasti banyak sekali pekerjaan yang menunggunya.
Sebelum berangkat ke kantor seperti biasa dia akan mencium bibir istrinya dengan manja.
"Dada Daddy.... " Altea menirukan suara anak kecil untuk memberangkatkan suaminya bekerja.
Hanya di balas senyum tipis oleh Matteo. Dia segera berlalu.
"Siapa yang ingin menemuiku ? " Matteo sudah tiba di depan ruangannya.
Dugaannya tepat. Lihat berkas sudah menumpuk di meja kerjanya.
"Marketing manager sudah terpilih semalam. Dan dia ingin menemui anda untuk presentasi pertamanya ". Mike menyerahkan beberapa dokumen yang dia pegang sedari tadi. "Mana tau anda mau melihat hasil penjualan anak perusahaan di kota X " ucapnya.
"Baiklah.. " Matteo menerima kemudian membaca sekilas dokumen itu. "Suruh saja dia menemui ku di glass room setelah makan siang " Ucap Matteo.
Selang beberapa menit setelah Mike keluar pintu terbuka lagi. Matteo tidak menengadah. Dia tampak sibuk berjibaku dengan pekerjaannya.
"Maaf mengganggu pekerjaan anda. " Mike terlihat ragu untuk bicara.
Matteo yang tadinya sibuk menghentikan kegiatannya sebentar. "Ada apa ? "
"Nona Clarish datang Ingin menemui anda " Mike menundukkan kepalanya.
Sudah lama nama ini hilang. Kok bisa muncul lagi. Begitu arti tatapan Matteo. Dia berdiri.
"Selesaikan pekerjaanmu dan biarkan aku menemuinya ". Matteo berdiri sejenak.
Dari kejauhan dia melihat Clarish sedang di pegang oleh dua orang satpam.
"Lepaskan saja dia " Matteo mengusir kedua satpam itu dengan sorot matanya.
"Jangan membuat keributan di sini. Ada apa ? " Tanya Matteo sinis tanpa ekspresi. Wajah datar yang dingin itu muncul.
"Ada apa ??? Kau masih bertanya padaku ada apa ??? " Suara Clarish berapi api.
"Pelankan suara mu jika kau tidak ingin petugas keamanan menyeret mu dari sini " Matteo memasukkan kedua tangannya kedalam saku. Memandang Clarish dengan malas.
Clarish dengan cepat menghambur masuk kedalam pelukan Matteo. Tidak peduli dengan keadaan apa pun.
Matteo sendiri terkejut bukan main.
Rahang tegasnya sudah terbentuk. Memangnya siapa yang berani memeluknya selain Altea. Istri yang paling dia cintai dalam hidupnya.
"Apa yang kau lakukan !!! " Ucapnya menggigit geraham bersiap untuk pecah.
"Matteo aku akan memelukmu. Aku tidak peduli dengan istrimu. Kau itu hanya milikku. Kau harus bertanggung jawab atas semua yang kita lakukan di masa lalu ! " Clarish mempererat pelukannya deraian air mata menggambarkan jika wanita itu sedang mempertaruhkan harga dirinya.
"LEPASKAN ! " Tangan kekar Matteo mendorong wanita itu hingga terjerambah ke lantai.
Mendengar suara keras. Para karyawan yang bekerja spontan berlari melihat kejadian apa yang sedang terjadi di lantai 10.
Matteo semakin murka saat di banyak karyawan yang melihat kejadian tersebut.
Tapi tidak dengan Clarish. Ini saatnya!
"Kenapa !! Kenapa kau melempar ku dengan sadis sekarang setelah kau mendapatkan semuanya ! " Matteo masih diam wajahnya sulit di tebak.
Orang orang semakin banyak melihat hal itu.
Senyum licik Clarish terbaca oleh Matteo.
"Lihatlah... Kau menghancurkan hidupku setelah kau mendapatkan semuanya. Setelah kau meniduri ku dan mengambil mahkota ku. Apa salahku hingga kau tega melakukan itu."
Sebuah bom nuklir jatuh bersiap meledak.
"Kau membuang ku setelah kau duduk sebagai Presdir sekarang. Aku menyesal telah memberikan mahkota ku untuk orang yang tidak bertanggung jawab seperti mu "
Bom nuklir benar benar meledak menghancurkan harga diri Presdir muda Orion company.
Bom panas itu sepertinya akan membuat jiwa Matteo meradang.
Para karyawan yang melihat kejadian itu langsung dengan ekspresi masing masing.
"BUBAR !!!!!!! "
Matteo dengan satu kali bicara membuat nyali siapa saja menciut. Tidak ada yang berani untuk menonton drama itu lebih lanjut.
Sementara senyum penuh kemenangan terpampang jelas di wajah Clarish.
Matteo tanpa ekspresi berjongkok di depan Clarish.
Mata birunya menatap nanar wanita yang sedang bersimpuh di hadapannya.
Clarish bahkan tersenyum merasa permainannya membuahkan hasil. Jujur saja dia terbuai.
"Berani sekali kau melipatgandakan omong kosong mu ! " Untuk pertama kali tangan kekar Matteo benar benar digunakan untuk memukul seorang perempuan.
Sepanjang perjalanan hidupnya baru kali ini tangannya benar benar memukul seorang perempuan.
Tamparan sadis membekas di wajah Clarish.
Wajah cantik itu membiru bahkan sampai ada sedikit tetesan darah di sudut bibirnya.
Clarish memegang pipinya tidak percaya.
Ya dia memang terlalu berani melakukan hal gila seperti ini.
Dia yang merasa hancur dan tidak rela setelah melihat Matteo bahagia dengan hidupnya. Dia mencoba masuk tapi tidak bisa.
Akhirnya dia menggunakan cara gila ini.
"Kalau kau tidak bisa ku miliki maka wanita ****** sialan itu juga tidak bisa memiliki mu !"
"MIKE ! " Suara bariton Matteo menggema. Yang punya nama langsung mendekat.
"Seret wanita licik ini. Suruh dia menungguku di penjara ! " Ucapnya dengan nada rendah penuh emosi.
"Baik"
"Lepaskan aku! " Wanita itu masih meronta. "Dengar Matteo sampai kapan pun aku tidak akan merelakan mu hidup dengan wanita jalangmu itu " Wanita itu masih berteriak teriak.
"Cih! Merepotkan" Matteo membernarkan jasnya. Dia kembali melanjutkan pekerjaannya yang tanggung.
Gio sendiri sampai bingung. Bagaimana bisa Matteo masih santai dengan situasi seperti ini.
Tapi gio tidak menghiraukan.
"Ini laporan observasiku satu minggu ini " gio menyerahkan berkas.
"Letakkan disitu dan keluarlah " Ucap Matteo.
Gio mengangguk dia tau walaupun Matteo terlihat tenang namun percayalah dia pasti terusik dengan kejadian horor tadi.
Gio pun menurut. Dia keluar dari ruangan Matteo.
Ini akan menjadi senjata baru ku. Dia segera naik ke lantai 17.
"Rekam semuanya nanti dengan benar ! sorot pertemuan kami " Ucapnya kepada seseorang.
Satu jam setelah kejadian tadi para karyawan mulai menggosip dengan ide ide di kepala mereka.
Sepertinya mereka mulai mempercayai isu isu semilar angin jika Presdir mereka seorang Casanova.
"Pecat semua karyawan yang berani membuka mulut tentang kejadian tadi " Ucap Mike kepada kepala divisi karyawan.
Tanpa di perintah Mike seperti biasa langsung tau pekerjaannya.
Dia akan maju untuk menjaga nama baik perusahaan ini. Salah satu tugas dan janji terbesarnya kepada Matteo kala itu sehari setelah Matteo menduduki jabatan tertinggi.
Mike terlihat memasukkan HT kedalam saku jasnya. Kemudian menghilang di balik pintu lift.
"Pertemuan anda sudah mundur 15 menit " Ucapnya kepada Matteo yang sedang memeriksa laporan terakhirnya.
Dia berdiri. Dan melangkah keluar menuju glass room.
"Saya akan menemuinya. Bereskan semua berkas itu. Atur jadwal yang pas untuk meeting kelanjutan proyek baru di Luar negeri "
"Baik". Mike menunduk " Apakah anda baik Baik saja". Dia memandang nanar punggung Matteo . Pria tegak itu berhenti. Tapi sedetik dia berjalan meninggalkan Mike.
Mike menghela nafas perlahan. kok bisalah kejadian suram ini datang tiba tiba pikirnya.
Dengan telaten memindahkan berkas berkas. Mike melihat semuanya sudah beres. cukup salut dengan Presdir muda yang dia layani sekarang.
Hanya beberapa jam saja pekerjaan Matteo sudah selesai.
Dan luar bisanya kurva pertumbuhan ekonomi perusahaan Orion semakin naik.
Proyek triliunan rupiah hanya di pertimbangkan lima detik oleh Matteo. Mike geleng geleng kepala sambil terus memindahkan berkas itu ke troli.
Dia tidak bisa membayangkan otak Matteo sejenius apa makanya gampang untuk memastikan semua berjalan dengan baik.
Miring sedikit saja maka itu akan benar benar merugikan perusahaan. Tapi sampai saat ini Mike tidak melihat ada penurunan ekonomi perusahaan Orion.
Gila!
Bahkan laporan keuangan perusahaan bulan ini sudah selesai di evaluasi.
Beberapa detik setelah seorang wanita yang sudah terpilih menjadi manager Departemen marketing masuk kedalam glass room.
Matteo menyusul masuk.
Wanita itu spontan berdiri dan tersenyum hangat.
"Halo pak. Perkenalkan saya Naura " Alis Matteo terangkat seperti kenal dengan wanita ini.
Dia duduk dengan tenang menerima beberapa kertas yang entah apa isinya.
"Terimakasih sudah meluangkan waktu anda untuk saya " Ucap wanita itu dengan ramah.
Setelah memeriksa beberapa poin poin dalam laporan itu Matteo menutup map.
"Lanjutkan presentasi mu " Matteo memberikan waktu kepada wanita itu untuk memaparkan sejauh mana dia memiliki kepemimpinan di bidangnya.
hanya 15 menit. Matteo sudah mengakhiri pertemuan itu. Dia menganggukkan kepalnya tanda dia cukup puas dengan hasil pertemuan itu.
Senyum semakin bertambah sempurna di wajah Naura.
"Saya tadi kelupaan membawa beberapa berkas tapi saya akan memberikan nya nanti" ucap Naura.
"Baiklah. " Matteo keluar begitu saja
Matteo melangkah keluar menuju lobby.
"Dimana wanita itu ? " Matteo masih menyandarkan kepalanya sambil memejamkan mata. Menyegarkan pikirannya dengan kejadian di kantor tadi.
Dia sendiri sudah lupa dengan Clarish.
Tapi anehnya wanita itu muncul lagi.
"Wanita itu sudah di penjara. Apa anda ingin menemuinya ? "
Matteo mengangguk dengan helaian nafas kasar.
Mobil terus melaju dengan kencang.
Mereka tiba di kantor polisi. Seorang pimpinan disana membuka pintu agar Matteo masuk.
Matteo dan Mike tiba di sebuah ruangan khusus.
Ruangan itu sepertinya sangat sepi.
penerangan pun terlihat lebih redup.
Dilihatnya Clarish dengan wajahnya yang merasa tidak bersalah telah mengotori nama baik Matteo tadi.
"Kau datang sayang... " Dia hendak berdiri.
"Jaga sikap anda nona ! " Bentak Mike merasa tidak suka dengan tingkah laku Clarish.
"Sayang bisakah kita bicara berdua saja ? " Clarish memancing dengan tatapan genitnya.
"Tutup mulut mu ! " Suara panas Matteo benar benar tidak terkendali.
"Dengarkan aku baik baik ! Pakai telinga mu. "
Matteo menatap tajam Clarish.
"Aku tidak akan tidur denganmu jika kau tidak berulah malam itu.
Kau lah yang ingin menikmati tubuhku bukan ? " Jujur Matteo jijik membahas ini. Tapi dia sudah menanamkan dalam dirinya ini terkahir kali dia bicara dengan wanita itu.
"Sayang.... "
"AKU BELUM SELESAI BICARA !!! " Matteo menggebrak meja dengan keras. Mike sendiri terlonjak kaget. Beruntung dia tidak punya penyakit jantung.
"Kau yang menyerahkan dirimu. Dan kau sendiri yang menikmati itu semua ! .
dan beraninya kau datang kembali dalam hidup ku! " Tangan Matteo terkepal.
"Seperti yang dibilang Altea ! Aku mengucapkan terima kasih atas kerja kerasmu membuatku meniduri Altea hingga istriku hamil .
Untuk membalas semua kerja kerasmu maka aku menghadiahi mu tempat istimewa ini !
Nikmati hidup dan mati mu disini ! "
Matteo sudah keluar dari ruangan itu. " Jerat dia dengan pasal yang berlapis lapis! ucap Matteo kepada Mike. " Pria itu mengangguk.
"Biarkan dia membusuk di penjara ! "
Penjaga narapidana langsung mengunci jeruci besi tidak perduli Clarish menggila di dalam.
Matteo sudah berjalan dengan jauh. Tapi suara Clarish yang memakinya masih terdengar sempurna.
Matteo terus berjalan dengan pikirannya yang kacau.
Biar bagaimana pun dia harus menyelesaikan ini sekarang.
Bersambung...