Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Tanpa syarat


"Kenapa kamu tidak pernah memberi tahu aku soal Clarish ? " Altea yang sedang berbaring perlahan menyandarkan tubuhnya. Matteo juga melakukan hal yang sama.


"Jika kamu sudah tau kejadian malam itu ulah Clarish kenapa kau tidak pernah menceritakannya dengan ku ? " Altea sadar selama ini dia tidak bisa menerima Matteo karena kasus pemerkosaan ditambah lagi dengan kehidupan Matteo yang buruk. Altea merasa pria itu adalah pria yang jahat namun ternyata dugaannya salah.


"Aku beritahu pun tidak akan ada gunanya. Semua sudah terjadi. Aku hanya bisa mengajakmu menjalani semua " Ucap Matteo.


Mendengar itu Altea merasa sangat terpukul. dialah orang yang tidak pernah mau mendengarkan sepatah kata pun dari Matteo sejak kejadian pahit itu.


Berkali kali pria itu menjelaskan kepada Altea namun tampaknya altea teramat sangat kecewa hingga dia tidak mau mendengarkan.


Hal itu membuat Matteo hanya bisa bersabar. Dia paham pria seperti dirinya tidak akan mudah diterima oleh Altea.


"Apa kau membenciku ? " Sadar akan perlakuannya yang seperti anak anak. Altea mencoba untuk lebih memahami Matteo.


Pria itu selalu sabar menghadapi sikap Altea selama ini.


"Tidak ada alasan aku membencimu" Matteo tersenyum. Cinta mengalahkan semua lelahnya. Meskipun Altea begitu membencinya namun tidak dengan Matteo. Entah mengapa melihat Altea saja dia sudah sangat bahagia.


"Tapi aku sering membuat mu berada dibawah tekanan" Ucap Altea lirih. Menarik dirinya kedalam diri Matteo, dengan apa yang terjadi selama ini.


"Jangan seperti itu, kau istriku " ucap Matteo mengecup pipi Altea.


"Maafkan aku yang sering berpikir buruk dengan mu " Altea memeluk Matteo. Sekarang pria itu mampu membuat dirinya tenang.


"Maafkan aku juga sudah membuatmu meninggalkan masa mudamu, aku berjanji akan selalu memberikan kebahagiaan untuk mu " Dalam janjinya terdengar suara Matteo tulus.


"Aku akan berusaha menjadi seperti pria idaman mu" ucap Matteo sambil menampilkan senyum manis yang menghanyutkan. "Aku mencintaimu "


"Aku juga mencintaimu apa adanya. seperti kamu mencintaiku apa adanya " Altea mengecup pipi Matteo.


"Aku tidak mencintai mu apa adanya Al "


Altea yang sedang didalam pelukan Matteo mengerutkan keningnya.


"Aku mencintaimu tanpa syarat apa pun !. " Ucap Matteo datar. Menatap lekat wajah Matteo yang semakin hari semakin tampan menurutnya.


"Sama saja kali! " Ketus Altea.


"Beda!. aku mencintaimu tanpa ada alasan, bahkan saat kau tidak mencintaiku pun aku tetap mencintai mu"


Mendengar itu Altea tersentuh. Apa mataku buta selama ini melihat ketulusan Matteo. Dalam hati dia membatin. Tidak menyangka jika pria gangster itu sudah berhasil membuat Altea luluh.


"Apa kau mau hidup bersama ku selamanya ? " Matteo menatap lekat kedua bola mata Altea yang begitu jernih.


Matteo sadar walaupun Altea sudah menyatakan cinta namun Matteo masih belum puas.


Tanpa sadar Altea menganggukkan kepalanya "Memangnya menikah tujuannya untuk apa selain untuk hidup selamanya " Ucap Altea dingin. ternyata pria juga ada yang tidak peka! termasuk Matteo. Pikir Altea.


"Aku janji akan berkerja keras lagi untuk membuatmu bahagia, aku akan memberikan semuanya untukmu. Harta , tahta , cinta . Aku akan berubah menjadi pria yang kamu sukai " janji Matteo.


"Jangan merubah dirimu menjadi orang lain!!. Jadilah dirimu sendiri ! " tegas Altea.


"Jika kamu mencintaiku tanpa syarat, maka aku mencintaimu dengan satu syarat hehehe " Altea tersenyum kecil.


"Apa itu? "


"Syarat nya hanya Cinta saja " " kau tidak perlu repot-repot memberiku harta atau tahta. Aku tidak menginginkan itu. Semua itu bisa kita cari sama sama." Ucap Altea membelai rambut Matteo. Dia kemudian menyusuri wajah Matteo dengan jemarinya.


"Aku tidak akan mengekang mu. Jika semua kamu lakukan hanya karena tuntutan memberiku kebahagiaan itu akan melukai dirimu sendiri, jadi biarlah berjalan semestinya. jangan memaksakan dirimu " Imbuh Altea.


"Terimakasih " Matteo benar benar sangat kagum dengan sosok wanita yang dia peristri ini.


Sisi lain yang dia temui dari Altea selain cantik dan baik hati Altea ternyata bisa mengerti dirinya. Altea tidak memberikan kebebasan kepada Matteo.


"Siapa yang menelepon mu ? " saat sedang mengobrol, ponsel matteo berdering sehingga dia beranjak dari tempat tidur untuk mengangkat ponselnya.


Sekarang pria itu sudah mendekat kembali dan meletakkan ponselnya di atas nakas.


"Kak Juna " ucap Matteo membaringkan tubuhnya dengan kepala berada di pangkuan Altea. Sekarang dia senang berada di pangkuan Altea sambil menatap keseluruhan wajah cantik wanita itu.


"Aku dengar tadi mereka membicarakan Clarish " Singgung Altea menebak.


"Aku tidak sengaja mendengar saja.. maaf " Lirih Altea. tidak baik menguping pembicaraan orang pikirnya.


"Kak Juna memutuskan kontrak kerjasama dengan perusahaan ayah Clarish " ucap Matteo memberitahu inti pembicaraan mereka tadi.


"Apa karena kejadian semalam ? " Altea sudah bisa menebak kenapa hal itu terjadi. pasti ada kaitannya dengan insiden semalam.


"Iya" Matteo membenarkan. "Dia sudah menyakitimu dan dia harus menerima upahnya " ucap Matteo dengan tegas. Geram kali dia mengingat perlakuan wanita itu. "Dia akan menjalani proses hukum besok " imbuhnya lagi.


"apa ! "


"Kenapa harus seperti itu ? " Altea tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Clarish sekarang. segitunya ?? pikir Altea menggeleng.


"Kenapa ? " Matteo melihat kegelisahan Altea.


"Kalau dia menjalani proses hukum, aku juga harusnya dihukum, karena aku juga memukulnya " lirih Altea mengingat bagaimana dia berkali kali menendang perut Clarish dan menjambak rambut wanita itu.


"Hahaha " Tawa Matteo menggelegar. Jiwa jiwa polos Altea memang selalu menjadi hiburan tersendiri buat Matteo. Ada saja hal yang selalu membuatnya geleng geleng kepala melihat kepolosan Altea.


"Kok malah ketawa ? " Altea kesal, disaat serius Matteo malah meledeknya.


"Tidak - tidak .... " Matteo segera menutup mulutnya.


"itu atas perintah papa karena papa sudah mengetahui semuanya".


"Sepertinya papa sangat protektif jika berkaitan dengan mu " Ucap Matteo asal. Dari awal dia sudah menebak apa yang akan terjadi jika David mengetahui kejadian semalam. Dan tebakannya betul.


"Kok aku ? " Altea mengerutkan keningnya sendiri. Bertanda dia bingung.


"Aku hanya menebak saja. Aku tidak pernah melihat papa tidak kondusif hal menyangkut pekerjaan ". Matteo mengetahui sifat ayahnya. Masalah tentang Clarish itu hanya hal kecil.


Matteo bahkan pernah nyaris merenggang nyawa akibat salah satu anak dari rekan bisinis David mengepung Matteo. Namun David tidak mengaitkan hal itu dalam pekerjaan. Cukup David memberikan peringatan kecil saja. Karena tau waktu itu Matteo tidak bersalah.


Kalau mengenai diatas ring , David sama sekali tidak open.


"Lalu apakah Clarish akan di penjara ? " Tanya Altea merasa bersalah.


"Sepertinya iya "


"Apa ! " lagi lagi Altea terpekik.


Altea menarik kakinya tempat dimana kepala Matteo berada. Sontak Matteo terkejut.


"Ayo ke rumah papa sekarang! temani aku !! " Altea mengatupkan kedua tangannya seperti anak kecil yang sedang memohon.


"Mau ngapain ? " Sudah menciumi seluruh wajah Altea.


"Ayo kita bilang sama papa jangan hukum Clarish kasihan dia..." Altea sudah berdiri tapi Matteo masih setia seloyoran.


"Aku tidak mau.... " Kasihan dengan Clarish ?. Apa aku tidak salah dengan ? wanita itu sudah melukaimu bodoh dan kau kasihan melihat kelicikannya?.


"Kita itu harusnya mengucapkan terimakasih banyak, karena dia sudah menyatukan kita. aku belum tentu mau menikah dengan mu jika aku tidak hamil " Ucap Altea serius sambil terus memaksa Matteo berdiri.


Matteo membulatkan kedua matanya. tidak menyangka Altea berkata sejujur itu. Betul juga. Jika Altea tidak hamil belum tentu mereka bisa menikah. Seharusnya mereka memang berterimakasih kepada wanita itu.


"Aku akan menghubungi papa nanti " Ucap Matteo sambil menepuk ranjang kosong disampingnya. Agar Altea berbaring lagi.


"Benarkah ? " Altea berbinar.


"Iya. Kemarilah "


Apa benar aku harus berterimakasih karena kelicikan wanita itu membuat kita bersatu?. Matteo menciumi rambut Altea sambil tersenyum membayangkan betapa bahagianya dia menikah dengan wanita polos berhati malaikat.


Kau begitu Unik....


Papa saja begitu melindungi mu....


Bersambung.