Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Berhenti bekerja


Pagi ini cerita diawali dengan Altea yang masih menggeliat manja diatas tempat tidurnya. Seakan badannya masih nyaman dengan empuknya tempat tidur.


Dia bahkan sudah mengulur waktu beberapa menit dari biasanya dia bangun.


"Altea, ibu tunggu di meja makan ya nak" Suara Sofi akhirnya terdengar nyaring sehingga mau tak mau dirinya harus segera bangun dan membersihkan diri.


"Iya Bu.....


Setelah berpakaian rapi Altea melangkah ke meja makan untuk menikmati sarapan pagi bersama ayah dan ibunya.


"Nak .. ada hal penting yang harus ayah bicarakan dengan mu" Ilham berbicara disela sela sarapan pagi mereka.


"Ada ayah ?


"Sebaiknya kamu fokus kuliah dulu nak, urusan uang biar ayah dan ibu yang berusaha "


"Maksud ayah apa sih?


"Ayah mau kamu berhenti bekerja nak, tidak perlu memaksakan dirimu " ujar Ilham.


"Loh kenapa yah, kan aku tidak memaksakan diri juga " Altea mengerucutkan bibirnya.


"Dengar nak, Ayah tau kau menyenangi penghasilan mu sendiri, tapi ada kalanya kamu harus utamakan dulu yang lebih penting " Ujar Ilham.


"Tugas Altea adalah belajar dan selesaikan kuliah dulu, urusan biaya dan keperluan lain itu tanggung jawab ayah dan kakak" terdengar suara Albert dari belakang.


"Hah kapan kakak datang ????? Altea terkejut melihat Albert ada dirumah.


"Tadi malam setelah kamu tidur" ucap Albert mengelus rambut Altea dengan sayang.


"kakak sih begitu selalu saja datang tiba tiba " gerutu Altea.


"Jadi gimana yang ayah katakan tadi nak? Ilham kembali ke topik.


"Jangan ayah, aku mau bekerja supaya tabunganku banyak" Altea masih bersikukuh.


"Kakak akan kirim uang setiap bulan ke rekening mu dan kamu anggap itu gaji kamu " Albert menyeruput teh hangat yang sudah disiapkan ibunya.


"Mana ada orang bergaji tapi tidak bekerja" gerutu Altea .


"Siapa bilang kamu tidak bekerja, pekerjaan mu adalah belajar dan selesaikan kuliahmu" Ujar Albert.


Altea hanya memutar bola mata malas." Nanti aku pertimbangkan".


"Kakak sekarang bekerja sambil merintis bengkel baru, mengikuti usaha bapak makanya akhir akhir ini kakak jarang ngasi kabar, kakak pastikan semua kebutuhan mu terpenuhi ,kakak janji" Albert menatap lekat Altea.


"Ayah akan selalu siap dibelakang mu nak" Ilham tersenyum sambil menatap kedua buah hatinya bergantian.


Setelah selesai sarapan Altea berpamitan dengan Ayah dan ibunya beserta kakaknya , dia segera menyambar tas ransel miliknya dan berangkat ke kampus.


Setelah tiba di koridor kampus Altea menoleh kebelakang karena Diva memanggilnya.


"Altea.... " Diva berlari kecil menghampiri Altea.


"Diva bukan? Altea bertanya untuk memastikan.


"Iya...


"Kamu kuliah disini juga kah? Altea bertanya sambil memasukkan sesuatu kedalam tasnya.


"iya aku juga kuliah disini, mama menitipkan ini untukmu" Diva menyodorkan sebuah undangan.


"Apa ini ? ucap Altea sambil menerima undangan itu dari tangan Diva.


"Undangan pesta ulang tahun mama nanti malam, kamu datang yah mama berharap loh sama kamu " Diva memamerkan senyum termanisnya.


"Baiklah aku usahakan" Altea juga tersenyum.


"oke aku duluan Altea, sampai jumpa".


Altea melambaikan tangannya sambil tersenyum karena merasa senang mendapat undangan itu.


Dia masuk kedalam ruangannya sambil menunggu dosen dia mengetik surat pengunduran diri yang harus dia sampaikan nanti kepada SPV tempat dia bekerja.


Setelah menyelesaikan mata kuliahnya dia segera pergi mencetak surat resign itu dan memasukkannya kedalam map.


Dengan segala keberanian dan keputusan yang sudah bulat dia mendatangi pengawas dan memberikan surat itu.


" Kamu mau resign?


"iya Bu maaf


"Kenapa ? ada masalah dengan team kerja mu?


"Tidak Bu, ayah dan ibu menyuruhku untuk fokus kuliah Bu"


Akhirnya setelah semua selesai Altea berpamitan dengan team nya dan bergegas keluar.


.


.


.


Di lain tempat Matteo sedang berkutik dengan banyaknya dokumen sehingga membuat dirinya sedikit pusing.


tok tok tok..


"Masuk ...


"Apa mama mengganggumu nak? " Ucap Ratna sambil berdiri menatap wajah putra bungsunya dengan sendu.


"Mama ... mama ngapain kesini?


Matteo terkejut melihat mamanya tiba tiba berada di kantor tempat dia bekerja.


"Mama menghubungi mu tapi kamu mengabaikan panggilan mama, sehingga mama menghubungi Daniel "


" Di ulang tahun mama nanti malam, mama harap kamu datang" Ratna mengucapkan kalimat dengan nada memohon.


"Aku sibuk mah, udah deh.... Matteo menampilkan wajah malasnya.


"Kamu pikirkan lagi ya nak, nanti juga sekaligus papa juga mengumumkan kakak mu sebagai CEO sementara perusahan Mahaprana sebelum suatu saat nanti kalian berdua akan mendapat jabatan masing masing,mama permisi dulu"


Ratna buru buru keluar dari ruangan Matteo, rasanya dia tidak tahan melihat wajah putranya itu bekerja untuk orang lain.


Ada rasa sesak dan rasa bersalah yang dia rasakan ketika menangkap wajah serius Matteo berkutat dengan pekerjaan.


Di dalam lift dia tidak dapat membendung air matanya , dia benar benar tersiksa melihat putranya sudah kembali bekerja.


Seharusnya Matteo sedang dalam masa pemulihan setelah satu minggu menepi di dalam rumah sakit.


Dia merasa gagal menjadi orang tua. Setelah masuk kedalam mobil dia masih memandang gedung tempat dimana putranya bergelut dengan pekerjaan.


Matteo sendiri merasa tidak peduli dengan undangan yang disampaikan oleh ibunya.


Setiap tahun mama dan papanya selalu membuat perayaan pesta ulang tahun.


Dia sudah hapal betul siapa saja yang hadir nanti di sana.


Berhubung orang tuanya adalah pengusaha sukses sudah pastilah hanya orang orang khusus yang mendapat undangan itu.


Matteo bukan tidak menghargai ibunya dan juga bukan tidak mendukung kakaknya sebagai CEO sementara, tapi dia berusaha melindungi diri dari ayahnya yang membuat emosinya naik turun.


Dengan diangkat nya Juna sebagai CEO sementara sudah jelaslah ini akan menimbulkan tekanan tersendiri bagi Matteo.


Dia sama sekali tidak berniat mengurusi perusahaan, karena dia masih ingin bebas. Daripada dia harus makan hati didepan banyak orang lebih baik dia menghindar.


Jam menunjukkan pukul 17.00 Matteo segera menyambar jas nya dan berlalu dari perusahaan, dia melajukan mobilnya ke restoran Ibra.


"Kau mau apa kesini? Ibra yang sengaja berpapasan dengan Matteo.


"Mana Altea ?


"Dia sudah tidak bekerja lagi disini" ucap Ibra datar.


Setelah berbincang dengan Ibra, akhirnya Matteo memutuskan menemui Altea kerumahnya.


Sebenarnya mau Altea bekerja atau tidak di restoran Ibra ,bagi Matteo tidak ada masalah. Alasan Matteo menemui Altea adalah rindu.


Setelah memarkirkan mobilnya, Matteo mengetuk pintu rumah Altea dan ternyata Albert yang membuka. "Matteo ?


"Hai, apa kabar mu? Matteo menyapa Albert dengan kaku.


"Baik, kabar mu bagiamana? silahkan masuk dulu" Albert melebarkan pintu dan mempersilahkan Matteo masuk.


"Baik juga, ada apa kemari?


"Aku mau menemui Altea, ada hal yang mau aku tanyakan" Ucap Matteo kaku.


"Oh kurasa paling sebentar lagi dia akan datang, dia pergi dengan ibu ke toko baju katanya " Albert menaikkan kedua bahunya.


Tidak menunggu lama terdengar suara kegaduhan dari pintu samping.


"Nah, tuh kan Altea dan ibu udah datang, aku tinggal dulu ya , aku mau bantu ayah menutup bengkel" Ucap Albert sambil melirik jamnya.


"Altea!!!! Ada Matteo ini " Albert memanggil Altea sambil memakai jaket hoodie nya.


"Kamu kok disini? " tanya Altea sambil memegang plastik kresek berisi sate padang.


"Memangnya kenapa ? tidak boleh? "Matteo tersenyum hangat melihat wajah cantik Altea.


"Bukan begitu, harusnya kamu kan sebagai penerima tamu juga " gerutu Altea sambil membuka bungkusan sate dan meletakkannya diatas piring. "Kamu mau? "ucap Altea sambil menjilat jari telunjuknya yang terkena kuah sate.


"Altea!!!! tawarkan Matteo satenya nak" teriak Sofi dengan nyaring dari dapur.


Altea mendengus kesal sambil berdiri dan segera ke dapur. Matteo hanya tersenyum melihat tingkah kekanakan Altea.


"Apa kau tau ibu rela memberikan sate miliknya untukmu, sepertinya ibu sedang menabung amal" ucap Altea santai sambil membuka bungkusan sate dan meletakkannya didepan Matteo.


"Terimakasih" ucap Matteo tersenyum memandang Altea.


"jangan sama ku, tapi sama ibu" imbuh Altea.


"Bu terimakasih satenya !!!!! Matteo meninggikan suaranya. "Iya Matteo" terdengar suara Sofi menyahut.


Matteo memasukkan lontong yang berlumur kuah sate kedalam mulutnya, dia sebenarnya tidak suka karena tidak terbiasa dengan makanan itu.


Namun dia tetap menghabiskan makanan itu, Matteo tidak mau Altea sampai kecewa dengannya. Baginya sesuatu dari tangan Altea itu adalah spesial.


"Kenapa kamu kesini, ini sudah jam berapa seharusnya kamu menerima tamu bukan? Altea mengulangi pertanyaannya sambil menyerahkan segelas air putih ke tangan Matteo.


"Tamu apaan? Matteo tidak paham arah pembicaraan Altea.


"Bukannya malam ini ulang tahun tante Ratna?atau aku yang salah baca ?" Ucap Altea bingung.


"Apa kamu diundang? " tanya Matteo datar.


Altea menganggukkan kepalanya, "Tadi Diva yang ngasi undangan nya sama ku di kampus" sahut Altea .


Mendengar Altea diundang pikiran Matteo akhirnya berubah.....


Bersambung....


Episode selanjutnya segera saya liris reader...


.


.


bantu like dan vote yah.