
"Lama sekali kamu, Bisa terlambat aku jika terus menunggu mu... " Ucap Matteo
"aku terlambat bangun kak..." ucap Diva sambil memakai lipstik di bibirnya.
"Kapan wisuda? tanya Matteo
"Kok wisuda, Sidang skripsi aja belum ... " Balas Diva
Mengantar Diva Ke kampus adalah kegiatan baru Matteo sekarang.
Kampus Diva dan perusahaan Daniel tempat dia bekerja searah dan cukup dekat mempermudah Matteo mengantar Diva sekalian jalan menuju Kantor.
"Terimakasih kak... ucap diva
Matteo Hanya berdehem , Saat memastikan Diva sudah masuk ,Matteo mengedarkan pandangannya ke Arah pintu masuk , Tapi dia tidak menemukan apa yang dicarinya.
"apa dia tidak ke kampus hari ini? batin Matteo "
Dengan Guratan Kecewa di menginjak pedal gasnya menuju kantor. Sesampainya di kantor banyak Karyawan wanita yang berbisik bisik tentang ketampanan Sekretaris Baru CEO mereka itu.
Sembari menunggu Daniel dia duduk melamun dan melipat tangan menampilkan wajahnya yang kecewa.
"kamu kenapa ? suara Daniel membuyarkan Pandangannya sejenak
"Tidak , ..... balas Matteo
"Bacakan jadwalku sebentar lagi setelah kau melamun..
Matteo hanya berdecak membalas Perkataan Daniel. Dia masuk dan membacakan jadwal Daniel .
"nanti siang jam 13.00 kita Rapat dengan Pihak Sponsor dan para pemegang Saham lainnya, Di Hotel Xxx ucap Matteo
"baiklah.. sahut Daniel
"Kalau baegitu aku keluar.. balas Matteo
"Sebentar , kau buru buru sekali..." Balas Daniel
"Aku tidak mau Karyawan kantor ini salah mengira Bahwa aku pria normal " Ketus Matteo seraya meninggalkan Ruangan Daniel
"kenapa dia? Apa dia pikir aku juga betah berlama lama dengannya di ruangan ku ini? " Batin Daniel
****Di**** Hotel
"Silahkan Nyonya Tuan, " Ucap salah satu karyawan wanita yang bertugas untuk menyambut Tamu di ruangan itu.
Para pemegang saham untuk menghadiri Rapat yang dilaksanakan Di Hotel Tersebut.
Meja penuh menyisakan 2 kursi kosong, yang tak lain adalah Kursi Daniel dan Sekretarisnya Matteo
Ratna devitta Orion Yang tak lain adalah Ibu dari Matteo juga turut hadir di sana mewakili perusahaan yang dipimpin oleh Ayahnya Raymund Orion yang tak lain adalah kakek Matteo . Dia datang untuk menggantikan sang Ayah karena ayahnya sedang dirawat dirumah sakit.
selang beberapa saat Daniel datang diikuti oleh Matteo. Duduk Berhadapan dengan sang Ibu . Daniel menyadari kecanggungan antara ibu dan teman sekaligus sekretarisnya itu tidak dapat berbuat apa apa . Meja sudah penuh tidak ada tempat berpindah.
Akhirnya mereka tetap duduk berhadapan dengan sang ibu.
ibu yang menyadari Kecanggungan Anaknya itu hanya menahan ekspresinya.
"Putraku .... "Batin Ratna "
Rapat berjalan satu jam. Daniel yang duduk dengan seksama sebenarnya dia malas sekali datang. Jika bisa membongkar dia juga tidak siap untuk jadi pemimpin perusahaan ayahnya. Hanya saja dia anak tunggal.
Maka dari itu Matteo lah yang berperan mencatat poin demi poin yang menurutnya perlu.
Sama dengan Daniel , Matteo juga malas dengan rapat itu. Dia lebih memilih mencatat dari pada harus menahan lehernya pegal untuk menghindari kontak mata dengan sang ibu.
Melihat Putranya Sibuk dengan Catatannya , ada perasaan sesak yang dirasakan Ratna melihat Putra kesayangannya Lebih memilih bekerja dengan orang lain untuk menghindar dari ayah nya.
Sekuat tenaga Ratna menahan air matanya kala menyadari putranya menghindar kontak mata dari nya.
Ingin Rasanya di memeluk putra nya itu. Ingin rasanya dia mengusap pundak dan memperbaiki Rambut Matteo yang terurai sedikit ke wajahnya karena sibuk menunduk sambil mencatat.
Sesak dan sakit itulah yang dirasakan Ratna melihat Putranya.
Dan sekuat tenaga juga Matteo menghindar
" Baiklah Tuan dan Nyonya saya rasa sampai disini pertemuan kita. Untuk pertemuan selanjutnya kita adakan Bulan depan " sahut Bima selaku pemimpin Rapat.
"Sebelum meninggalkan Gedung ini ada baiknya kita menikmati makan dan minum yang telah disediakan di Lt 10 " ucap Sekretaris Bima
Daniel dan Matteo berjalan ke arah pintu untuk pulang mereka tidak menikmati jamuan makan yang disediakan itu.
Daniel dengan kebiasaannya akan pergi ke klub, mengajak Matteo dan tanpa penolakan matteo juga menyetujui ajakan Bosnya tersebut
Berjalan dengan Daniel menghiraukan panggilan Ibunya dia masuk ke mobil, Ingin rasanya dia berhenti tapi dia tidak tega melihat kesedihan ibunya,Maka dari itu dia memilih menghindar.
Daniel tidak bisa berbuat apa apa soal itu.
Daniel melajukan Mobilnya setelah menyuruh supir pribadinya pulang dengan Taksi.
Sedangkan Matteo Mengendarai mobilnya.
Mengendarai mobil masing masing tapi dengan Tujuan yang sama yaitu klub.
" Ckkk Menyebalkan sekali kalian ini" Decak Matteo kala melihat kedua sahabatnya dengan wanita
"Apa kau ingin mencoba ? Ayolah Aku masih punya stok ,Ujar Ibra seraya tertawa kecil
Matteo hanya mengalihkan Pandangannya dari Ibra dan menenggak berkali kali Alkohol ditangannya.
Saat merasa kepalanya pusing , sekuat tenaga dia menghentikan Aksinya.
dia tetap menjaga kesadarannya agar tidak menjadi mangsa Buaya Betina di klub itu.
Jam 21.30 dia keluar dari klub untuk pulang. Daniel sedari Tadi sudah menghilang dengan Wanitanya entah kemana, begitu juga dengan Ibra.
Matteo Sengaja lewat dari restoran milik Ibra.
Dengan tujuan adalah melihat Altea.
Saat hendak melintas dia melihat Wanita yang tak lain adalah Altea hendak menyeberang.
Dia menghentikan Mobilnya di samping Altea.
"Aku antar pulang, Masuklah.." Ucap matteo sambil membuka kaca mobilnya
Sudah dua kali Altea diantar oleh Matteo dan rasa sungkan itu sudah sedikit berkurang.
"tidak tuan, saya naik Angkot saja" Tolak Altea secara Halus
Namum tiba tiba butiran hujan turun,
"Kamu mau mandi hujan? " Balas Matteo
"Baiklah tuan , Altea masuk ,dan duduk di samping Matteo.
Melajukan Mobilnya menuju rumah Altea ,
"Apa tuan selalu pulang selarut ini?"
tanya Altea
Dengan kecanggungan yang sedikit berkurang membuat Altea membuka pembicaraan
"Tidak selalu, tapi kadang" balas singkat Matteo tanpa melirik kearah Altea
Hening sejenak ....
Matteo Dengan sekuat tenaga menahan sakit di kepalanya. Dia berusaha menjaga Kemudi dengan baik. Reaksi Alkohol yang mulai terasa membuat Matteo Mulai Hilang kendali.
Altea menyadari Ada perubahan dengan Matteo , dia melihat matteo memijat keningnya, Akhirnya Altea mengambil Minyak angin dari tasnya .
"Tu..tuan... Gunakan ini untuk mengurangi sakit di kepala tuan" Ucap Altea sedikit takut
menyodorkan minyak angin.
Matteo menghentikan Mobilnya sejenak dan mengambil minyak angin itu ,menciumnya dengan dalam dan mengoles sedikit ke keningnya.
Benar rasa sakit di kepala Matteo berkurang. namun kesadarannya tetap melemah.
Dia kembali melajukan kemudinya. Hingga sampai didepan rumah Altea.
"Tuan, sebaiknya anda singgah saja sebentar. Ayah ibu saya ada di rumah ." ucap Altea
Sejenak Matteo Berpikir, jika dia pulang dengan keadaan seperti ini akan memperburuk keadaannya .
" Tidak mungkin Tuan mengemudi dengan keadaan seperti ini nanti akan membahayakan nyawa tuan" Altea meyakinkan Matteo .
"Sebentar Tuan aku panggil ayah dan ibu" ucap Altea seraya turun dari Mobil tanpa meminta jawaban dari Matteo lagi .
Ayah.. Ibu.. Teriak Altea menggema diruang keluarga
"Ada apa ,ada apa " Sahut Ilham ,sang ayah Keluar dari kamar di ikuti oleh Sofi Istrinya
Rumah Orang Tua Altea hanya satu lantai jadi teriakan kecil saja akan terdengar sampai ke dapur.
"ayah Tolongin aku bentar , " seraya menarik tangan ayahnya keluar
"Ada apa nak, jawab ayah dulu" sahut ayah
"Iya Tea jawab papa dulu ada apa jangan panik nak e" sahut ibu yang juga Kuatir
Tidak biasanya anak gadisnya itu mengeluarkan suara menggema.
" Nanti aku jelaskan ayok," Menarik tangan ayah menuju mobil yang terparkir dihalaman rumahnya.
Altea membuka pintu depan Mobil , tampaklah Matteo yang sudah hilang kesadaran menekuk wajahnya di setir mobilnya.
" Tuan heii bangun" teriak Altea
"Kita papah saja ke rumah ayo" suara ayah terdengar dari belakang Altea
bersambung....
Bantu like dan Komen nya Reader ❤️🤗🙏