Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Tinggalkan dia untukku


Pagi hari dengan mengendarai taksi altea sudah tiba di kampus. meskipun Matteo melarangnya naik taksi dan memberinya sopir pribadi namun ia menolak karena menurutnya itu terlalu berlebihan.


Sifat sederhana altea memang sudah dari dulu diketahui Mateo maka dari itu dia tidak terlalu memaksa agar wanita itu mengikuti kemauannya yang terpenting baginya adalah kesenangan dan kebahagiaan Istrinya.


"Hai Al... " dari belakang terdengar suara memanggil namanya.


altea menoleh mencari sumber suara dan ternyata yang memanggil dia adalah adik iparnya Diva. Sambil berjalan mereka berbincang dan menyepakati nanti siang mereka akan pergi jalan-jalan dan altea pun menyepakatinya karena dia tahu terakhir kali mereka berencana jalan-jalan batal karena Mateo tidak mengizinkan lebih tepatnya Mateo meminta agar jalan-jalan dengannya.


Setelah perkuliahan selesai Altea sudah menunggu Diva di depan halte. tidak berapa lama Diva pun datang. mata altea sedikit memicing karena menyadari diva tidak datang sendirian melainkan bersama seorang wanita cantik.


"Al... kenalin ini itu namanya kak Clarish. Senioran ku. " Diva memperkenalkan clarish sebagai seniornya di kampus karena sepengetahuan Diva Clarish adalah seniornya dan teman dari kakaknya Matteo.


"Hai aku Clarish " mengulurkan tangannya dan altea pun menerima uluran tangan itu. "Aku Altea ".


"Altea cantik ya " Clarish memberikan pujian dan pujian itu membuat Altea tersipu malu.


Setelah memilih-milih tempat untuk jalan-jalan mereka memutuskan untuk pergi ke sebuah Mall. Walau sebenarnya altea tidak tertarik namun dia juga segan menolak.


"Al Apa kau sudah punya pacar? " terdengar Clarish membuka pembicaraan sambil memotong steak daging pesanannya.


"Aku sudah menikah kak " altea sedikit malu-malu.


" Oh....." tampak tidak menunjukkan reaksi terkejut saat mengetahui altea sudah menikah. "Ngomong ngomong jangan panggil kakak panggil saja namaku, senyaman mu saja. " pinta Clarish


"Oh iya ini itu istrinya kak Mateo" Diva memperkenalkan altea sebagai istri kakaknya. "Kakak iparku lah.. " Goda Diva mengedipkan matanya.


"Benarkah istri Matteo ? "


pertanyaan clarish di anggukan oleh altea.


"aku ke toilet sebentar ya " Diva buru-buru mencari toilet ke belakang dan meninggalkan altea bersama dengan Clarish.


"jadi kamu istrinya Matteo? "


sepeninggalan Diva clarish memilih berbincang-bincang dengan altea.


"Apa kau kenal dengan Matteo? " altea bertanya.


"Iya aku kenal Matteo ,tapii.... Ah sudahlah itu hanya masa lalu" ucap Clarish.


Mendengar kalimat masa lalu altea sedikit terpancing ada hubungan apa wanita cantik ini dengan suaminya kira-kira seperti itu batinnya berbicara.


"masa lalu ? masa lalu bagaimana?"


Melihat altea bertanya dengan penasaran membuat clarish terkekeh kecil. "Matteo itu mantan pacarku "


Mendengar jika suaminya adalah mantan pacar clarish, Altea sedikit merasa terkejut. namun dia mencoba tetap tenang.


"Aku tidak menyangka dia setega itu padaku"


altea melihat ada guratan sedih menghiasi wajah Clarish dan jelas saja itu membuat dia semakin merasa semakin penasaran.


"dia itu cinta pertama aku dan aku juga cinta pertama dia tapi hubungan kami berhenti karena belakangan ini dia cuek dan tidak peduli lagi denganku entahlah " Coleteh Clarish dengan suara penuh rendah.


altea yang mendengar itu sedikit tahu tentang masa lalu suaminya. selain Matteo yang dikenal dengan masa lalu yang buruk ternyata suaminya itu juga memiliki mantan pacar dan anehnya dari sekian pertanyaan yang sering ia tanyakan kepada matteo mengenai masa lalu, hanya mantan pacar lah yang tidak pernah dia singgung kepada Matteo.


Dia memang tidak kepikiran menanyakan itu karena menurutnya itu tidak terlalu penting namun melihat clarish sekarang dia sedikit simpati.


"Aku tidak pernah tahu jika Matteo punya mantan pacar entahlah mungkin aku tidak terlalu memikirkan hal itu" ucapan tea polos namun percayalah di dalam pikiran altea sudah tergulung gulung rasa penasaran.


melihat altea yang polos clarish menarik senyum tipis.


"Aku hanya berharap dia mencintaimu, Aku rela membiarkannya bahagia dengan orang lain meskipun aku masih mencintainya"


Altea melihat jelas ada guratan kesedihan tergambar di wajah clarish dan kata-kata wanita itu membuat altea seketika membeku.


Mendengar clarish masih mencintai Matteo itu membuat Altea, merasa bersalah .


"Aku sudah berjuang untuk berusaha mendapatkan Matteo namun sepertinya Matteo lebih tertarik padamu dan aku harus menerima itu walaupun menyakitkan".


Ungkapan Clarish sontak membuat altea semakin bersalah. mendengar kata berjuang altea terdiam. Dia merasa jika dirinya adalah perusak hubungan antara Matteo dan Clarish.


"Maafkan aku aku tidak bermaksud merebut Mateo darimu" kata-kata penuh dengan rasa empati.


sedangkan aku ?


Aku bahkan memutuskan perjuangannya. wanita macam apa aku ini.


Altea semakin merasa bersalah karena sejujurnya pernikahannya dengan Matteo adalah pernikahan yang terpaksa . Karena diawali dari sebuah kejadian yang menyebabkan dia hamil.


Meskipun Mateo mencintainya dan dia mencintai Mateo namun disini ada rasa yang menggelitik Altea sedikit merasa tidak enak hati ternyata dibalik hubungan bahagianya ada orang yang tersakiti.


"Ini bukan salahmu juga, Aku hanya merasa dirugikan karena perjuanganku sia-sia mendapatkannya. "


"Aku bahkan sudah menyerahkan semuanya kepada Matteo! Semuanya tanpa terkecuali"


Altea menelan salivanya dengan kasar. Semuanya? apa ini yang semuanya? .


Matteo kan punya segalanya lalu apa yang diserahkan oleh wanita ini?.


ayolah jangan buat pikiran ku melayang-layang terbang jelaskan semuanya ini apa saja. apakah termasuk ? pikiran altea langsung dibumbui dengan banyak pertanyaan.


claris menghela nafasnya dengan berat kemudian dia menatap altea dengan yang begitu sulit diartikan


"Aku bahkan sudah tidur dengannya" ucap clarish lirih tanpa sensor sedikit pun.


Seperti tahu isi pikiran altea clarish blak-blakan mengatakan yang sebenarnya tanpa sensor sedikitpun mau bagaimana lagi memang seperti itu kenyataannya.


Sudah tidur dengannya ??


Altea mematung rasanya dunia nya berputar-putar. berpegangan dengan ujung meja dia berusaha agar konsentrasi nya tetap berjalan. hati altea terbelah mendengar Matteo tidur dengan wanita itu.


terbelah? mungkin kata hancur lebih lebih tepat untuk menggambarkan perasaannya saat ini.


Hatinya hancur mendengar penuturan clarish.


Apa Matteo meniduri wanita ini juga ?


berkaca dengan kejadian pahit yang mengakibatkan dia hamil dan harus menikah dengan Matteo membuat altea semakin di hadang oleh banyak pertanyaan.


Apakah memang Matteo sengaja meniduriku? agar aku mau menikah dengannya?


apakah ini semua unsur kesengajaan? Dia melakukan hal yang sama dengan wanita ini.


Bersamaan dengan itu Diva datang, akhirnya clarish dan altea menghentikan pembicaraan mereka.


.


.


.


Sore hari setelah puas berjalan-jalan mereka memutuskan pulang. clarish menawarkan altea tumpangan dan ia pun menyetujuinya.


"bolehkah aku minta tolong padamu" Clarish menggenggam tangannya Altea.


"Katakan" suara altea terdengar tulus.


"Tinggalkan dia untukku..." suara clarish terdengar berat dan membuat altea merasa tidak tega. "kau juga perempuan bukan? bagaimana jika hal sepertiku terjadi denganmu ? apa kau tega ? "


Apakah wanita ini juga sedang hamil anak Matteo?


Ucapan clarish benar-benar membuat Altea tidak berdaya. karena sesungguhnya juga kejadian itu sudah dialaminya dan itulah yang mengakibatkan dia menikah dengan Matteo.


Aku mungkin tidak akan bisa memperdaya pikiranmu.


namun aku bisa memperdaya istri mu.


karena hanya akulah yang pantas di sampingmu.


bukan wanita ini!


Bersambung.....