Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Ulang tahun pernikahan.


Altea masih nyaman bergulung di bawah selimutnya. Dia sudah bangun sebentar tadi tapi karena merasa lelah dia tidur lagi.


padahal Matteo sudah lama menunggunya di bawah.


"Saya akan membangunkan non altea den " Ucap bibi pelayan.


"Tidak usah Bu. biarkan dia bangun sendiri saja. "


"Baik den. kalau gitu saya siapkan perlengkapan si kecil " Bibi berlalu ke kamar Thiago menyusun perlengkapan. Dia memasukkan botol susu, baju ganti dan perkiraan apa saja kebutuhan Thiago nanti.


Hari ini Matteo membuat pesta ulang tahun pernikahan mereka. Tapi altea tidak mengetahuinya. Berkat kerjasama yang baik antara ibra, Daniel dan mama Ratna,mereka sepakat membuat pesta tanpa di ketahui altea. Pesta akan berlangsung di gedung salah satu hotel milik Raymund.


"Altea belum bangun ma. aku titip Thiago ya " Ucap Matteo memberikan Thiago kepada ibunya.


"Bagaimana istrimu belum bangun hei ! "Ratna merasa heran. jam berapa ini.


"Sampai jumpa di Hotel sayang." Matteo mencium pipi gembul Thiago sebelum bayi itu di bawa masuk kedalam mobil.


Thiago yang di bawa masuk ke mobil langsung menangis. Mata jernihnya menatap Daddy yang melambaikan tangan.


"Hei hei... ini kakek dan nenek mu. ayah dan ibumu akan menyusul nanti . Kita duluan ya " Ratna berusaha untuk membujuk Thiago.


Pagi ini seharusnya mereka sama sama berangkat bersama dengan Thiago dan Matteo. namun karena altea belum bangun akhirnya Thiago di bawa duluan ke gedung.


Sepanjang jalan Thiago murung. Sesekali mulut nya komat Kamit mencari mommy dan Daddy. Dia memang tidak terbiasa jauh dari mommy dan Daddy nya.


"Kau belum juga bangun ya" Matteo mentowel towel pipi istrinya. Sampai di empunya menggeliat.


"Jam berapa ini ! " pekiknya.


Matteo hanya senyum senyum melihat tingkah istrinya.


"Kamu sudah mau ke kantor? kenapa tidak membangunkan aku. Berbalik sana !!! " Dia segera menyambar bajunya di lantai.


"Mandi sana. dasar pemalas .. " Matteo gemas mencium bibir istrinya kemudian keluar. "Aku tunggu 15 menit ! " seru Matteo dari luar.


Hitungan 15 menit altea keluar dari kamar mandi. Dia terkejut karena melihat dua wanita yang belum dia kenali sama sekali berdiri menunggunya.


"Halo non. kami di suruh tuan Matteo untuk membantu nona siap siap ? " ucap wanita yang satu.


"Silahkan duduk non saya akan merias wajah nona " altea menyatukan alisnya.


"tunggu ! siap siap untuk apa sih ! " ucapnya.


"Hari ini non altea bersama tuan akan menghadiri undangan pesta"


"Trus suami saya dimana ? " tanya altea lagi.


"Tuan menunggu di bawah non. kita hanya butuh waktu 10 menit siap siap . Ayo non coba gaunnya dulu " Wanita yang satu langsung sigap memilih gaun yang sesuai dengan tubuh mungil altea.


Mereka tadi membawa beberapa gaun.


"Apa nona nyaman memakai ini? "


"Iya ini nyaman " .


Setelah sepuluh menit altea sudah siap dirias. "Terimakasih" ucap altea .


"Sama sama non ayo turun " Mereka menuruni anak tangga dan melihat Matteo sudah menunggu dengan tersenyum sumringah.


iss senyum senyum segala. Tidak lihat apa orang lagi kesal.


undangan mendadak begini lagi . Gerutu altea.


tunggu kok dia tampan ya.


Sesampainya di dalam mobil altea memasang seat belt melingkar di tubuhnya.


Matteo langsung menghidupkan mobil kemudian mulai menyetir.


"Kenapa tidak beritahu aku semalam kalau hari ini ada undangan. kan gak enak mendadak begini " Kesal altea. "Aku bahkan belum bertemu anakku sejak tadi "


"iya sayang " Matteo masih fokus menyetir.


"Iya iya apa !! " suara mulai naik satu oktaf.


"Jangan membentak bentak ku. Atau mau ku lahap disini ? " Matteo menepikan mobil.


mode waspada altea langsung hidup . "Mau apa kamu ". sudah panik sendiri.


"Mau memasang sabuk pengaman ku". Ucap Matteo santai.


"Kenapa ? apa yang kau pikirkan ? "Matteo tersenyum licik menggoda. yang di goda sudah memerah wajahnya.


"Altea sayang!!!! apa yang dipikirkan otak mesum mu ini ? " Matteo menyentil hidung altea. Gemas.


"Jangan jangan kau berpikir aku akan mengulang pertempuran kita semalam disini. " Matteo semakin menikmati wajah merah merah kesal altea. "Boleh boleh saja sayang. Aku penasaran gimana rasanya di mobil ya hahaha " Tawa Matteo membuat nyali altea ciut.


"Jangan macam macam yaa!! " Todong altea dengan suara kesalnya.


Matteo menghidupkan mesin mobil baru altea bisa bernafas lega.


Didalam mobil ? gak bisa ku bayangkan.


Altea langsung menggeleng cepat.


Beberapa menit keheningan mulai tercipta. Altea memilih melihat ke jalanan sedangkan Matteo berpikir keras kata kata romantis apa yang harus dia ucapkan nanti ya?


Bermula dari provokasi Daniel beberapa hari lalu. Bahwa hari harus sangat sangat spesial.


Tapi masalahnya Matteo bukan tipe pria romantis. Namun dia juga ingin hari ini penuh sejarah .


Ahh ternyata berperang dengan pikiran sendiri membuat pusing ya. Dia sampai lupa istrinya masih tahap merajuk.


Pesan baru masuk. Pesan dari mama Ratna memperlihatkan Thiago yang sedang tepuk tepuk tangan melihat badut.


jadi mama juga kesana. Dan anakku sudah dibawa? apa ini pesta keluarga?


"Altea ! " Panggilan pertama istrinya belum menoleh.


"Altea sayang!!! mau aku...


"Iya iya apa !! " Ketus tapi takut. Aku tau kau mau bilang melahapku.


"Apa kau sedang cemburu ? " pertanyaan konyol yang tidak perlu di jawab.


"Cih siapa yang cemburu... " Wanita memang tidak akan mau mengakui dia cemburu. Tapi pandailah kalian wahai laki laki. wanita pengen di mengerti wkwkwk.


Pembahasan mereka belum selesai. Mobil sudah sampai di depan gedung salah satu hotel mewah milik Raymund yang mungkin sudah di atas namakan oleh Matteo.


Sekedar informasi Bahwa hotel ini adalah hotel pertama kali yang di bangun oleh Raymund ketika merintis usahanya dulu.


"Ayo sayang " Matteo masih melihat sisa wajah kesal altea namun dia tidak berniat untuk melakukan sesuatu menenangkan istrinya.


Tunggu aja nanti .


"Apa aku sudah rapi ? " Altea yang gugup bertanya kepada suaminya. Dia tau pesta ini pasti pesta para kalangan atas. dia tidak mau sampai mempermalukan suaminya juga.


"Kamu selalu tampil cantik dan menawan sayang " Altea hanya memutar matanya.


Pintu lift terbuka. Altea digandeng oleh Matteo langsung ke depan. Dia semakin bingung ini pesta siapa.


Akhirnya dia tau bahwa ini adalah pesta ulang tahun pernikahan mereka. Dia sungguh terharu. Melihat siapa Yang datang.


Keluarga besar Mahaprana dan juga keluarganya semua berkumpul di sana .


"Kenapa kau tidak bilang kalau ini pesta kita ? "


Matteo hanya tersenyum manis, dia menghapus air mata bahagia istrinya dan memeluknya.


Pesta di mulai dengan sambutan pembawa acara. Salah seorang artis papa atas tanah air mendapat keberuntungan menjadi MC di acara yang digelar keluarga Mahaprana.


Para orang tua terlebih dahulu memberikan kata sambutan serta ucapan selamat kepada anak mereka. Kemudian sanak saudara juga mendapat kesempatan.


Altea hanya bisa ternganga. Entah siapa yang menyiapkan ini yang jelas ini membuat perasaannya antara sedih dan bahagia.


Bersambung..