
King dan Putri Jing Mi menyerang mayat hidup itu dengan tenaga dalam mereka berdua. Semakin besar temaga dalam yang mereka gunakan, para mayat hidup itu malahan terbang jauh menghindari King dan Putri Jing Mi.
Lama kelamaan King dan Putri Jing Mi kewalahan menghadapi sepuluh mayat hidup yang terbang dengan gesit. Pangeran Bei Chen Yi menonton pertarungan mereka sambil tersenyum sinis.
Salah satu mayat hidup mengacungkan pedangnya ke arah King. King secara refleks memegang tangan mayat hidup untuk menahan pedang itu. Pada saat itulah King merasakan kulit di tubuh mayat hidup sangatlah berbeda.
King mencabut pisau terbang dari pinggangnya dan menusuk lengan mayat hidup. Mayat hidup itu mengempes seketika dan hanya tertinggal semacam kulit tubuh manusia di atas tanah.
"What the he**?" teriak King.
King tidak habis berpikir bagaimana mungkin tubuh mayat hidup yang tadinya padat menjadi tinggal kulit saja . Tetapi semua kejadian di dunia Zhong Li memang tidak bisa dijabarkan secara sains.
Putri Jing Mi mengikuti cara King membunuh mayat hidup. Mereka berdua tidak lagi menggunakan tenaga dalam untuk menghadapi para mayat hidup melainkan menusuk bagian tubuh mayat hidup.
Dalam sekejap mata,puluhan mayat hidup berubah menjadi seonggok kulit tubuh manusia di lantai. Lonceng spesial hadiah dari Pangeran Xi Wen Lung berbunyi lagi , sehingga King dan Putri Jing Mi menatap intens kulit tubuh manusia yang berada di atas tanah .
Ada beberapa ulat santet keluar dari kulit tubuh manusia. Putri Jing Mi dan King menuangkan bubuk penghancur di atas ulat santet yang sedang bergeliat keluar dari kulit tubuh manusia itu.
"Ternyata kamu yang bersama Putri Jing Mi membunuh chong ren ku!" teriak Pangeran Bei Chen Yi dengan marah.
Pangeran Bei Chen Yi sadar ilmunya kalah jauh dari Putri Jing Mi dan King sehingga memutuskan untuk melarikan diri lagi. Kali ini King melempar dua buah pisau terbangnya dan menancap tepat di kedua kaki Pangeran Bei Chen Yi sehingga dia terjatuh ke lantai.
King menekuk tangan kanan Pangeran Bei Chen Yi ke bagian punggung dengan keras.
"Di mana pintu keluar?" tanya King.
"Tidak tahu!" jawab Pangeran Bei Chen Yi sambil meringis kesakitan.
King menotok nadi Pangeran Bei Chen Yi supaya Pangeran Bei Chen Yi tidak bertindak macam-macam. Kemudian bersama Putri Jing Mi meraba-raba setiap sudut ruangan untuk mencari jalan keluar. Beberapa saat kemudian Putri Jing Mi berhasil memutar sebuah batu di dinding sehingga satu pintu rahasia terbuka.
King dan Putri Jing Mi berjalan menyusuri lorong kecil di balik pintu rahasia serta menjadikan Pangeran Bei Chen Yi sebagai tameng.
Indra pendengaran Zhong Li yang tajam membuat King bisa mendengar suara lolongan A Bai dari kejauhan.
"A Bai dan lainnya ada di depan!" kata King dengan antusias.
King dan Putri Jing Mi mempercepat langkah kaki mereka tanpa memedulikan Pangeran Bei Chen Yi yang terluka di bahu dan kedua kaki. King dan Putri Jing Mi tidak mau terlalu lama berada di dalam gua, yang kemungkinan besar berisi ulat santet di seluruh penjuru.
Tujuan mereka berdua sudah berhasil yaitu menangkap Pangeran Bei Chen Yi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Zhong Li! Putri Jing Mi!"
Jendral Zhong Guo berlari tergesa-gesa menghampiri mereka dan memeriksa keadaan mereka dengan intens.
"Ayah! Aku dan Putri Jing Mi tidak terluka. Ayo kita tinggalkan tempat ini segera!" kata King.
"Baiklah!" kata Jendral Zhong Guo.
"Bakar tempat ini segera dan tutup kedua pintu masuk setelah kita tiba di luar!" perintah King.
Dalam sekejap mata terlihat kobaran api menyala di dalam gua. Setelah menyalakan api di setiap sudut ruangan, mereka pun bergegas keluar dari gua itu.
Dua puluh menit kemudian, mereka semua sudah berada di luar pintu masuk Pegunungan Huang Shan bagian barat.
"Tutup kedua pintu bagian timur dan barat! Jangan sampai satu ekor ulat santet keluar dari sana!" perintah King.
"Baik, tuan Zhong Li!" jawab para prajurit.
Pangeran Bei Chen Yi hanya bisa menatap dengan pandangan nanar hasil jerih payah Kerajaan Bei Ming selama puluhan tahun, kandas di hadapannya karena King dan Putri Jing Mi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Apakah Kerajaan Bei Ming juga mempunyai markas rahasia seperti ini?" tanya King ke Pangeran Bei Chen Yi.
Pangeran Bei Chen Yi bungkam dan tidak mau menjawab pertanyaan King.
"Aku akan melepaskanmu kembali ke Kerajaan Bei Ming jika berkata jujur," kata King.
"Ada!" jawab Pangeran Bei Chen Yi.
"Di mana?" tanya King.
"Di.......ARGH!!!"
Pangeran Bei Chen Yi berteriak histeris secara tiba-tiba dan terjatuh tergeletak di atas tanah. Xena memeriksa keadaan Pangeran Bei Chen Yi.
"Tuan muda Zhong Li! Pangeran Bei Chen Yi sudah mati!" jawab Xena.
"Mati? Bagaimana mungkin?" tanya King dengan nada tidak percaya.
"Xena duga di dalam tubuh Pangeran Bei Chen Yi ada ulat santet pembunuh. Jika Pangeran Bei Chen Yi akan membocorkan rahasia penting, ulat santet pembunuh akan bereaksi dan langsung membunuhnya," jawab Xena.
"Siapa yang bisa memasukkan ulat santet ke tubuh seorang pangeran Kerajaan Bei Ming?" tanya Hercules dengan raut wajah penasaran.
"Kaisar Bei Ming!" jawab King dan Putri Jing Mi bersamaan.
Bagi Kaisar Bei Ming , semua putra dan putrinya adalah bidak catur yang bisa digunakan olehnya sesuka hati. Walaupun Pangeran Bei Chen Yi adalah putra kesayangan Kaisar Bei Ming, King dan Putri Jing Mi percaya Kaisar Bei Ming sudah menyiapkan calon pengganti Pangeran Bei Chen Yi sejak Pangeran Bei Chen Yi di utus ke Kerajaan Dong Wang.
King dan Putri Jing Mi yakin sampai ajal datang menjemput Pangeran Bei Chen Yi tadi, dia sama sekali tidak tahu ada ulat santet pembunuh di dalam tubuhnya.
"Kematian Pangeran Bei Chen Yi akan dijadikan alasan oleh Kaisar Bei Ming untuk menyerang Kerajaan Dong Wang!" kata Putri Jing Mi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Satu minggu kemudian, Kerajaan Bei Ming secara resmi mengumumkan peperangan dengan Kerajaan Dong Wang.
Kaisar Wang memerintahkan Jendral Zhong Guo memimpin pasukan kerajaan Dong Wang melawan pasukan kerajaan Bei Ming.
Zhong Li alias King mengenakan jubah perang berwarna perak dengan stempel Kaisar Wang berdiri di hadapan ratusan prajurit Kerajaan Dong Wang.Putri Jing Mi berdiri di samping King , juga mengenakan jubah perang dengan stempel Kaisar Wang.
"Prajurit Kerajaan Dong Wang! Saatnya kita membantai pasukan Kerajaan Bei Ming ! Tunjukkan semangat kalian!" teriak King dengan suara yang tegas sambil mengacungkan pedangnya ke atas langit.
"Letnan Jendral Zhong Li! Letnan Jendral Zhong Li ! " teriak para prajurit dengan semangat tinggi.
King melompat naik ke atas kudanya. Putri Jing Mi pun naik ke ke atas kudanya yang berada di samping kuda King.
"SERANG!!!" teriak King sambil mengepakkan kakinya ke tubuh kuda dengan keras sehingga kudanya melaju dengan cepat.
Para prajurit di belakang King ikut mengepakkan kaki ke tubuh kuda dengan keras. King memimpin para prajurit Kerajaan Dong Wang dengan semangat juang yang tinggi , maju melawan para prajurit Kerajaan Bei Ming.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Selamat malam readers setia Novel REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH.
Author LYTIE mengucapkan Terima kasih banyak kepada para readers yang sudah setia membaca dan mendukung novel ini sampai tamat ya 🙏🙏🙏.
Author LYTIE mohon maaf jika ada kata-kata yang salah ataupun kekurangan dalam novel ini karena author juga manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan 🙏. Novel ini hanyalah khayalan dan kehaluan dari author yang ditumpahkan dalam bentuk novel.
Cerita novel ini hanyalah cerita fiksi dan semoga bisa menghibur para readers setia 🤗🤗🙏.
Thor.. kenapa sudah tamat sih? Mau dong lanjut perang dengan Kerajaan Bei Ming? tujuan utama King adalah membantu membalaskan dendam Zhong Li dan membuat Zhong Li menjadi kuat serta bisa maju ke medan perang bersama Jendral Zhong Guo. Ming Lan dan Zhong Min sudah gila sedangkan Pangeran Bei Chen Yi dan Putri Bei Chen Hsuang mati. Jadi novelnya bisa tamat 😂😂😂. Kalau lanjut lagi perang dengan kerajaan Bei Ming,nanti novelnya di bilang bertele-tele 😅🙏
Thor...bagaimana hubungan Putri Jing Mi dan King? Kalau mengenai itu sih author serahkan kepada kehaluan readers masing-masing. Kalau versi author sih, dalam tiga tahun King dan Putri Jing Mi berjuang bersama , pada akhirnya mereka bisa menjadi sepasang suami istri yang rukun dan saling menyayangi🤗.
Novel ini termasuk ke dalam kategori pria sehingga author tidak menambahkan unsur romansa yang berlebihan di dalamnya 🙏
Semoga endingnya bisa disukai semua readers setia ya 🤗🤗🙏🙏
Jangan lupa dukung karya author LYTIE yang lain dan terbaru sedang on proses. Author akan umumin di novel ini dan novel author yang lain jika novel baru sudah ready. Sekarang masih dalam tahap tunggu jawaban dari editor Noveltoon untuk novel baru nya.
TERIMA KASIH BANYAK
SALAM SAYANG🥰🥰🥰
AUTHOR : LYTIE