REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH

REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH
BAB 43. Pembunuh bayaran


***KAMAR TIDUR ZHONG LI***


Suasana kamar Zhong Li menjadi sunyi dan sepi. Sesekali terdengar suara isak tangis A Tu yang masih setia berlutut di lantai.


Sementara itu Zhong Li alias King sedang berpikir apa yang harus diperintahkannya kepada A Tu sekarang.


Bom waktu yang dipasang oleh Ming Lan ke sisinya, kini telah menjadi bom waktu yang sudah dijinakkan olehnya.


King yakin A Tu lebih mementingkan nyawanya sendiri daripada imbalan bayaran yang dijanjikan oleh Ming Lan. Sekarang King pun bisa menggunakan A Tu sebagai mata-matanya .


"Aku akan memberikan obat penawarnya di hari ke enam," kata King.


"Terima kasih tuan muda Zhong Li!" kata A Tu sambil mengelap air mata dan ingus dengan lengan bajunya.


"Kamu boleh melaporkan semuanya pada Ming Lan," kata King.


"Be....benarkah?" tanya A Tu dengan ragu-ragu sambil melirik King dengan pandangan mata tidak percaya.


Hercules pun ikut mencuri-curi pandang ke arah King sedangkan Xena tetap tenang tak tergoyahkan oleh aksi dua pria yang sibuk melirik King .


"Benar!Jika ada rencana jahat yang bisa melukaiku, kamu harus mengatakannya," lanjut King.


"Baik, tuan muda Zhong Li! Aku berjanji!" kata A Tu dengan antusias.


"Aku ingin beristirahat sekarang!" Kata King.


"Baik, tuan muda Zhong Li!"


Hercules, Xena dan A Tu meninggalkan kamar tidur Zhong Li.


"Aku harus ke Pegunungan Kunlun lusa," tekad hati King.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokkan hari Xena ke tempat perajin pandai besi untuk mengambil satu pasang sarung tangan besi dan kantong kain goni  pesanan King .


Sementara itu Hercules mendapatkan tugas untuk membuat kue mantau yang banyak untuk  dijadikan bekal selama perjalanan jauh menuju Pegunungan Kunlun.


#Mantou adalah roti bulat kukus cina yang biasanya dibuat polos, tanpa isian di bagian dalamnya#



*foto mantau*


Malam harinya Hercules dan Xena membantu King mempersiapkan semua perlengkapan yang akan dibawa dan memasukkannya ke dalam kantong tali dari kain goni.


King sangat puas dengan kantong jahitan perajin pandai besi karena kantong itu sangat kuat dengan tali yang panjang  sehingga tidak akan mudah rusak.


Sepasang sarung tangan besi juga dimasukkan ke dalam kantong goni. King akan memakainya sewaktu tiba di Pegunungan Kunlun.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Terdengar suara ketukan pintu kamar Zhong Li.


"Masuk!" kata King.


A Tu berjalan masuk ke dalam kamar tidur Zhong Li sambil menunduk.


"Kamu baru bertemu Ming Lan kan?" tanya King tanpa basa-basi.


"Iya, tuan muda Zhong Li! Nyonya menanyakan tentang perjalanan besok," jawab A Tu dengan jujur.


Sewaktu makan malam bersama Ming Lan dan Zhong Min di ruang makan tadi, King memberitahukan kepada mereka bahwa dirinya akan menginap di Kuil Tao dengan alasan ingin berdoa menolak nasib sial karena dirinya hampir tenggelam di sungai beberapa waktu yang lalu.


King yakin Ming Lan dan Zhong Min pasti akan menginterogasi A Tu tentang perjalanan besok.


Satu kali perjalanan ke Pegunungan Kunlun dengan menggunakan kereta kuda bisa memakan waktu hampir lima jam. Selain itu masih belum diketahui pasti membutuhkan waktu berapa lama untuk menjelajahi Pegunungan Kunlun sehingga King sudah meminta Hercules dan Xena mempersiapkan makanan dan pakaian untuk tiga hari ke depan.


"Cepatlah istirahat. Kita akan berangkat pagi-pagi," kata King.


"Baik, tuan muda Zhong Li!" jawab Hercules, Xena dan A Tu bersamaan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


***DI DEPAN PINTU MASUK KEDIAMAN JENDRAL ZHONG GUO***


Sebuah kereta kuda dengan kusir sudah menunggu di depan pintu masuk kediaman Jendral Zhong Guo.


Pagi ini A Tu yang menuntun King keluar dari kediaman Jendral Zhong Guo menuju  kereta kuda karena Xena dan Hercules sedang sibuk mempersiapkan semua barang yang diperlukan oleh King ke dalam kereta kuda.


Ming Lan dan Zhong Min berdiri di depan pintu masuk kediaman Jendral Zhong Guo sambil tersenyum lebar.


"Iya Kak Zhong Li! Aku akan membantumu menjaga ibu selama kamu pergi," kata Zhong Min.


"Ishh.... ibu dan anak ini pintar banget berakting!" kata hati King.


King hanya menjawab dengan anggukkan kepala ke arah lain. Mulut King sama sekali tidak bisa mengucapkan satu kata pun untuk berbasa-basi dengan Ming Lan dan Zhong Min.


Kereta kuda pun melaju dengan perlahan meninggalkan kediaman Jendral Zhong Guo setelah King duduk didalam kereta kuda bersama Hercules, Xena dan A Tu.


Ming Lan dan Zhong Min tersenyum sinis sambil menatap kereta kuda yang semakin menjauh.


"Ibu! Semuanya sudah beres?"  Zhong Min berbisik di telinga Ming Lan karena disekitar mereka masih ada beberapa pelayan kediaman Jendral Zhong Guo.


Ming Lan menunjukkan ibu jari ke arah Zhong Min. Mereka berdua ketawa keras bersamaan sambil berjalan masuk ke dalam kediaman Jendral Zhong Guo.


"Zhong Li! Hari kematianmu tiba! Malaikat maut akan mencabut nyawamu segera!" kata hati Zhong Min.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kereta kuda sudah menempuh perjalanan selama empat jam. Tidak lama lagi King akan tiba di Kuil Tao yang berada di bawah kaki Pegunungan Kunlun.


Selama perjalanan King memejamkan rapat kedua matanya untuk menyimpan tenaganya supaya bisa mendaki Pegunungan Kunlun nantinya. Kemudian Indra pendengaran King yang tajam mendengar suara gemericik air.


"A Tu! Suara apa itu?" tanya King.


A Tu membuka jendela kereta kuda dan melihat jelas rintikan air jatuh ke tanah.


"Tuan muda Zhong Li! Itu suara rintikan hujan yang semakin deras ," jawab A Tu.


"Sial! Kenapa cuaca berubah menjadi buruk? Padahal tadi sangat cerah," gerutu hati King.


"Tuan muda Zhong Li! Hujan deras akan membuat jalan di dekat pegunungan menjadi licin. Aku akan meminta kusir kuda mempercepat laju kudanya," kata Xena.


"Baiklah!" jawab King.


Beberapa saat kemudian King mendengar suara cambukkan  dan kereta kuda pun melaju dengan cepat.


"Sebentar lagi akan tiba di Kuil Tao," kata hati King.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tiba-tiba kereta kuda berhenti secara mendadak sehingga tubuh Zhong Li yang kurus hampir saja terpelanting.


Untung saja Hercules dan Xena menangkap tubuh Zhong Li dengan sigap . A Tu yang malang terjatuh ke bawah dan berusaha bangkit dari lantai kereta kuda.


"Jaga tuan muda Zhong Li di sini!" kata Xena ke Hercules dan langsung melompat dari kereta kuda serta menghunuskan pedangnya.


Hercules melihat ke arah A Tu yang baru bangun dari lantai kereta kuda.


"Jaga tuan muda Zhong Li!" kata Hercules ke A Tu dan melompat turun sambil membawa kuali baru yang dibelikan oleh King beberapa waktu yang lalu.


"Celaka! Bau darah!" teriak hati King. King mencium bau amis yang menguap ke dalam kereta kuda.


"Apa yang terjadi?" tanya A Tu. A Tu yang masih bingung membuka jendela kereta kuda untuk melihat apa yang terjadi di luar sana.


"Jangan!" teriak King.


Teriakan King terlambat karena A Tu sudah membuka jendela dan 'sesuatu' terlempar masuk ke dalam kereta kuda dari luar jendela dan jatuh ke pangkuan A Tu.


A Tu memegang 'sesuatu' itu dengan kedua tangannya.


"AH......" A Tu berteriak histeris dan pingsan seketika.


"Sesuatu' di pangkuan A Tu menggelinding ke kaki King. Saat inilah  King melihat dengan jelas "sesuatu' itu ternyata adalah kepala kusir kuda yang terpenggal.


"Sial! Pasti ulah Ming Lan dan Zhong Min," kata King sambil menggertakkan giginya.


King yakin orang yang menginginkan kematian Zhong Li pasti lah Ming Lan dan Zhong Min. Mereka berdua pasti menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh Zhong Li sewaktu berada di luar kediaman Jendral Zhong Guo.


Selamat malam readers. Bab ini author buat lebih panjang ya. Semoga readers menikmatinya.


Apakah Zhong Li alias King bisa tiba di Pegunungan Kunlun?


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.


TERIMA KASIH


AUTHOR : LYTIE