REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH

REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH
BAB 46. Kuil Tao


Langit berubah warna menjadi gelap, menandakan waktu malam sudah tiba. Hujan yang deras pun sudah semakin mengecil menjadi gerimis.


Hercules dan Xena menarik tali kekang kuda sehingga terdengar suara ringkikan kuda yang menggema di sela-sela rintik-rintik hujan .


Kedua kuda berhenti di depan Kuil Tao yang berada di bawah kaki Pegunungan Kunlun.


Seorang pendeta tao  muda  dengan pakaian warna abu-abu berlari keluar dari dalam Kuil Tao sambil memegang payung.


Warna abu-abu adalah warna perantara antara hitam dan putih.Sering juga disebut dengan warna netral.


"Selamat datang di Kuil Tao!" kata pendeta Tao muda sambil tersenyum tulus.


"Pendeta Tao ! Bolehkah kita menginap di sini?" tanya Xena sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada sebagai tanda memberi salam kepada pendeta Tao muda itu.


"Kuil Tao selalu terbuka untuk menerima siapapun," jawab pendeta Tao muda.


"Terima kasih, Pendeta Tao !" kata Zhong Li alias King beserta Hercules dan Xena bersamaan.


Hercules dan Xena segera turun dari punggung kuda. Kemudian Hercules membantu King turun dari kereta kuda sedangkan Xena memanggul tubuh A Tu yang masih pingsan di pundaknya.


Mereka bertiga berjalan mengikuti pendeta Tao muda masuk ke dalam Kuil Tao. Pendeta Tao muda itu membawa mereka ke sebuah kamar tamu yang berisi tiga ranjang kayu.


"Tuan bisa menginap di kamar ini sedangkan kamar untuk nona ada di sebelah kamar ini. Pakaian kering di atas tempat tidur boleh dipakai .  Aku akan menyiapkan makanan vegetarian dan mengantarnya ke sini!" kata pendeta Tao muda.


"Terima kasih pendeta Tao!"


Hercules menuntun King ke tempat tidur sedangkan Xena membaringkan A Tu yang masih pingsan di atas tempat tidur.


"Aku ikut denganmu!" kata Hercules ke pendeta Tao muda yang akan berjalan meninggalkan kamar tamu.


"Baik, tuan!" kata pendeta Tao muda.


Hercules ingin turun tangan sendiri memasak makanan vegetarian untuk King sehingga mengikuti pendeta tao muda itu ke dapur sambil membawa kuali spesialnya.


"Hercules! Tuan muda Zhong Li masih basah kuyup!" teriak Xena.


Teriakan Xena membuat Hercules menghentikan langkah kakinya.


"Oh iya ya !" kata Hercules sambil menepuk jidatnya.


Mereka berempat basah kuyup karena menerobos hujan yang deras menuju Kuil Tao. Hercules ,Xena dan A Tu yang bekerja sebagai pelayan, tentu saja daya tahan tubuh mereka terhadap cuaca lebih baik. Mereka bertiga tidak akan mudah sakit hanya karena kehujanan.


Zhong Li adalah tuan muda kediaman Jendral Zhong Guo yang selama ini sudah bertubuh lemah. Jika dibiarkan mengenakan pakaian basah dalam waktu yang lama, Zhong Li pasti akan sakit.


"Pendeta Tao! Tolong tunggu sebentar ! Aku harus membantu tuan muda Zhong Li berganti pakaian dulu," kata Hercules.


"Baiklah! Aku tunggu di luar kamar!" kata pendeta Tao.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah Hercules meninggalkan kamar tamu, King memanggil Xena untuk membicarakan sesuatu.


"Xena!Besok pagi kamu ikut denganku ke Pegunungan Kunlun. Sedangkan Hercules dan A Tu tunggu di Kuil Tao ," kata King dengan menghadap ke arah lain dan pandangan mata kosong.


"Baik, tuan muda Zhong Li!" jawab Xena dengan patuh.


Pada awalnya King ingin berangkat sendiri ke Pegunungan Kunlun secara diam-diam. King akan  beralasan ingin bermeditasi di dalam kamar dan pastinya ketiga pelayannya tidak akan berani mengganggunya sehingga King bisa mengendap-endap ke Pegunungan Kunlun.


Kejadian penyerangan oleh pembunuh bayaran tadi membuat King memikirkan ulang rencana awalnya. King baru saja terperangkap di tubuh Zhong Li dan tinggal di Kerajaan Wang  seminggu lebih, sehingga banyak hal yang belum diketahuinya. Akan lebih baik jika perjalanan ke Pegunungan Kunlun , dirinya membawa serta Xena yang ahli bertarung dan meramu racun.


King masih harus berpura-pura seperti Zhong Li yang buta untuk sementara waktu. King yakin di  saat yang tepat , dirinya akan mengakui matanya sudah sembuh .


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"AH!!! Kepala! Kepala kusir kuda!" teriak A Tu sambil terbangun dari tempat tidur.


Air mata berlinang deras di kedua pipi A Tu. A Tu mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar. Sewaktu melihat King dan Xena , A Tu segera melompat turun dari tempat tidur dan berlari ke arah mereka.


"Tuan muda Zhong Li! Sekarang kita ada di mana?" tanya A Tu dengan tubuh yang masih bergetar karena ketakutan.


"Kuil Tao! Ganti pakaianmu dengan  pakaian kering! Bentar lagi Hercules akan membawa masakan vegetarian," kata King.


"Baik, tuan muda Zhong Li!" jawab A Tu .


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hercules membawa nampan yang berisi beberapa makanan vegetarian dan empat mangkuk nasi putih ke dalam kamar tamu.


Mereka berempat pun makan dengan lahap karena sudah kelaparan seharian. King memberitahukan rencananya besok pagi untuk pergi bersama Xena ke Pegunungan Kunlun. A Tu merasa lega karena King tidak memintanya untuk ikut ke Pegunungan Kunlun. A Tu masih trauma  dengan kejadian tadi siang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokkan paginya King sudah bersiap-siap dengan sarung tangan besi di tangannya dan kantong goni di punggungnya.


Xena menuntun King keluar dari Kuil Tao. Pagi ini King sangat antusias karena bisa mendaki Pegunungan Kunlun. Gejolak darah mudanya  berpacu dengan cepat. King sudah tidak sabaran untuk melihat apa saja bunga maupun rumput ajaib di puncak Pegunungan Kunlun.


Tiba-tiba indra penciuman Zhong Li yang tajam membuat King mencium aroma tubuh seseorang yang sangat dikenalnya. Aroma itu semakin kuat yang menandakan orang itu sudah berada di dekatnya .


"What the h**l! Kenapa Putri Jing Mi bisa berada di sini!" teriak hati King.


Selamat malam readers. Hari ini author up pukul 22.00 WITA. Walaupun cuma satu bab, ceritanya sudah panjang ya readers 🤗.


Maaf up nya malam karena author ada kesibukan di real life 🙏🙏🙏.


Untuk bab besok juga up nya malam ya. Terima kasih pengertiannya 🤗


AUTHOR : LYTIE