
**Istana Kaisar Wang***
Zhong Li alias King berjalan perlahan masuk ke dalam istana Kaisar Wang dengan tubuh yang tegak dan pandangan mata kosong.
Hercules menuntun King dengan meletakkan tangan King di atas lengannya.
Tubuh Hercules yang gendut dan kuat sangat memudahkan King berjalan seperti orang normal lainnya.
Bahkan jika ada sesuatu yang menghadang di depan King, Xena sudah menyingkirkannya terlebih dahulu sehingga sama sekali tidak ada hambatan bagi King untuk tiba di ruang perjamuan yang di adakan di dalam aula istana.
Ming Lan dan Zhong Min yang berada di belakang King hanya bisa menggerutu kesal di dalam hati.
Biasanya Zhong Li yang buta pasti akan menabrak ataupun terpeleset jatuh berkali-kali sehingga menjadi tontonan dan gunjingan orang lain.
Zhong Li hanya bisa menunduk dan tidak berani berkata satu kata pun. Pada saat itulah Ming Lan dan Zhong Min akan berpura-pura memapah Zhong Li berdiri sehingga orang lain akan memuji Ming Lan dan Zhong Min sebagai ibu dan adik yang baik hati karena mau menjaga Zhong Li yang buta.
***
King terkagum-kagum melihat ruangan dalam istana yang sangat sangat besar. Ruangan istananya hampir tiga kali lipat besarnya dari lapangan basket di mana dirinya sering bermain basket dengan teman sesama agen rahasia anak didik Roy.
Tembok dinding berukiran kayu jati dengan lapisan emas asli yang membuat ruangan di dalam istana selalu terang dan bercahaya.
Tidak perlu lagi menggunakan lampu bohlam listrik seperti di dunianya.
Beraneka ragam guci emas menghiasi istana Kaisar Wang. King yakin satu guci emas itu jika di jual di dunianya, bisa menghidupi anak yatim piatu di ratusan panti asuhan.
Sayangnya tidak ada mesin waktu yang bisa menghubungkan dunia aneh ini dengan dunianya. Jika ada, King akan mengirimkan semua guci emas itu ke dunianya.
Karpet merah yang panjang dan lebar terhampar di tengah ruangan, dari pintu masuk aula hingga ujung anak kaki tangga.
Ada lima tingkatan tangga menuju singgasana Kaisar Wang yang bertahta emas dan berukiran kepala naga.
Di dalam istana sudah ada beberapa tamu undangan duduk dengan rapi.
Pria dan wanita duduk terpisah di seberang karpet. Di depan mereka ada meja panjang yang diukir dari kayu cendana berwarna merah.
Semua orang berlutut di atas bantal alas duduk yang tipis dan bersulam indah.
Pakaian putih polos yang membalut di tubuh King dipadu rambut panjang yang halus dan berkilau membuat penampilan King semakin tampan dan menawan.
Jika bukan karena pandangan mata King yang kosong, maka Zhong Li alias King bisa dinobatkan sebagai pria idaman dan sempurna nomor satu di Kerajaan Wang.
Ini bukan pertama kalinya mereka melihat Zhong Li di jamuan istana. Zhong Li yang dulu sangat minder dan sering menunduk serta membisu selama acara jamuan istana, tetapi sekarang mereka bisa merasakan aura jantan yang terpancar dari tubuh Zhong Li sehingga membuat beberapa wanita di dalam aula istana menatap Zhong Li dengan mata berbinar-binar sedangkan para prianya menatap Zhong Li dengan tatapan iri.
Zhong Min yang berada di belakang Zhong Li semakin kesal karena Zhong Li yang menjadi pusat perhatian dibandingkan dirinya yang merupakan calon menantu Kaisar Wang.
"Kak Zhong Li! Tempat duduk kita berada di sebelah sana," kata Zhong Min dengan suara yang keras dan memperlihatkan senyuman termanisnya.
Zhong Min ingin tamu undangan di dalam aula istana menyadari kehadirannya saat ini dan juga kenyataan tentang Zhong Li yang buta.
"Wah! Zhong Min sudah datang. Ayo cepat duduk. Putri Xing Xing sudah menunggumu," kata Bai Hu.
Bai Hu adalah teman dekat Zhong Min dan sering ikut menindas Zhong Li sewaktu Zhong Li masih hidup.
Zhong Min berjalan menuju tempat duduk khusus pria dan tepat dihadapannya adalah Putri Xing Xing.
Ming Lan yang melihat putra kesayangannya sudah mengambil tempat duduk pun ikut duduk di bagian tempat duduk wanita.
Hercules menuntun King untuk duduk di samping Zhong Min dan pastinya yang duduk dihadapan King adalah Putri Jing Mi.
***
Halo readers.
Ada satu bab lagi ya, akan di up nanti malam. sedang on proses. Ditunggu.
Terima kasih banyak dukungannya baik berupa like, hadiah, vote maupun komentar positifnya.
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE