REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH

REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH
BAB 42. Racun?


**KAMAR TIDUR ZHONG LI***


Zhong Li alias King berada di dalam kamar tidur setelah selesai makan malam bersama Ming Lan dan Zhong Min.


Hercules dan Xena juga berada di dalam kamar tidur sambil menunggu perintah lain dari King. Tentu saja A Tu pun berada di ruangan yang sama.


King tahu A Tu diperintahkan oleh Ming Lan untuk mengawasi gerak geriknya dan melaporkan semuanya ke Ming Lan.


King duduk bersandar di atas tempat tidur sambil memejamkan kedua matanya. King sedang berpikir apa yang harus dilakukannya terhadap A Tu karena tidak mungkin dirinya akan membiarkan satu bom waktu berada di sisinya kecuali dia mempunyai cara untuk mengontrol bom waktu itu.


Walaupun King yakin Ming Lan dan Zhong Min tidak bisa melukainya saat berada di kediaman Jendral Zhong Guo saat ini.


"Hercules! Ambilkan kantong manisan buah kering !" perintah King.


Beberapa saat kemudian Hercules memberikan kantong berisi manisan buah kering yang merupakan obat penawar bau busuk tubuh Zhong Min waktu itu.


Kali ini Hercules tidak cerewet  menanyakan mengapa King ingin kantong manisan buah kering karena bisa merasakan aura dingin dari tubuh Zhong Li. Bahkan Xena memberikan isyarat kepada Hercules yaitu mengangkat jari telunjuk di depan mulut sehingga Hercules tahu Xena memintanya diam.


King meraba-raba kantong di tangannya  dengan pandangan mata kosong dan mengeluarkan satu manisan buah kering serta  menggengamnya erat.


"A Tu! Kemarilah!" kata King.


"Baik, tuan muda Zhong Li!" jawab A Tu dan berjalan mendekati tempat tidur.


"Makanlah!" kata King sambil membuka telapak tangannya yang berisi manisan buah kering.


"Terima kasih, tuan muda Zhong Li!" kata A Tu.


"Hanya manisan buah kering biasa!  Aku harus memakannya supaya tuan muda Zhong Li tidak mencurigaiku," kata hati A Tu.


Dalam sekejap mata manisan buah kering itu sudah dikunyah dan ditelan oleh A Tu.


"Sudah habis?" tanya King.


"Sudah , Tuan muda Zhong Li! Sangat enak sekali!" jawab A Tu.


"Apa?" teriak A Tu


Wajah A Tu menjadi pucat seperti warna kertas. A Tu berusaha mengorek kerongkongannya untuk mengeluarkan manisan buah kering itu.


"A Tu! Kamu melakukan hal yang sia-sia. Manisan buah kering itu sudah langsung melebur sewaktu kamu mengunyahnya tadi," kata Hercules.


Hercules lah yang membuat manisan buah kering itu sehingga tahu pasti A Tu sama sekali tidak akan berhasil mengorek keluar dari kerongkongannya.


"Ampun, tuan muda Zhong Li!"kata A Tu sambil berlutut di hadapan King.


Walaupun A Tu tahu Zhong Li buta, tetapi rasa takut membuat A Tu refleks berlutut . A Tu berfirasat perkataan King bukan kebohongan dan omong kosong belaka.


"Coba kamu pencet hidungmu perlahan. Pasti keluar darah!" kata King sambil memberikan pandangan kosong ke arah lain.


A Tu menuruti perkataan King dan memencet hidungnya dengan perlahan. Tetesan darah segar keluar dari kedua lubang hidung A Tu sehingga membuat A Tu semakin panik.


"Ampun , tuan muda Zhong Li! Ampun! Jangan bunuh aku! Nyonya memintaku menjadi mata-mata dan melaporkan semua hal yang dilakukan oleh tuan muda Zhong Li kepadanya! Hanya itu saja! Aku tidak pernah berniat jahat terhadap tuan muda Zhong Li!" kata A Tu sambil berlinang air mata dan memegang erat kedua kaki Zhong Li yang menjuntai di lantai.


King tersenyum tipis setelah mendengar semua perkataan A Tu. Dirinya tidak perlu melakukan kekerasan fisik, A Tu sudah membocorkan semua keinginan Ming Lan. Padahal jika di dunia aslinya, King harus menggunakan beberapa macam senjata tajam untuk membuka mulut para mafia ataupun penjahat yang berhasil ditangkap olehnya.


Manisan buah kering yang berisi obat penawar bau busuk, jika dimakan pada saat tidak ada bau busuk disekitarnya malahan bisa membuat hidung menjadi sensitif dan bisa mimisan.


Xena yang memberitahukan hal itu kepada King sehingga King memanfaatkannya untuk membohongi A Tu.


"Hidungmu berdarah hanyalah efek kecil dari racun itu. Jika dalam tujuh hari kamu tidak makan obat penawar, kamu akan mati!" kata King dengan tegas.


"Aku tidak mau mati! Apa yang harus aku lakukan supaya dapat obat penawarnya? Aku pasti akan mendengar semua perintah tuan muda Zhong Li!" kata A Tu.


Selamat siang readers. Hari ini author up 2 bab . Di tunggu ya.


TERIMA KASIH


AUTHOR : LYTIE