
***JAMUAN MAKAN MALAM DI AULA ISTANA KERAJAAN WANG***
Beberapa saat kemudian Putri Bei Chen Hsuang datang menghampiri Putri Xing Xing sambil membawakan botol arak. Putri Bei Chen Hsuang mengajak Putri Xing Xing mengobrol dan minum arak bersama. Putri Xing Xing tidak menolaknya. Mereka berdua minum arak bersama dalam jumlah yang banyak dan mengobrol sambil ketawa-ketawa. Terlihat jelas keduanya sudah mabuk dalam waktu yang singkat . Putri Bei Chen Hsuang berpura-pura mabuk setelah berhasil memasukkan ulat santet pemikat ke dalam cawan arak Putri Xing Xing .
"Kaisar Wang! Kakakku sudah mabuk.Mohon izin untuk beristirahat di kamar tamu," kata Pangeran Bei Chen Yi.
Kaisar Wang menganggukkan kepalanya dan memerintahkan pelayan istana untuk memapah Putri Bei Chen Hsuang dan Putri Xing Xing yang mabuk ke kamar untuk beristirahat.
Kondisi Putri Xing Xing yang mabuk berat membuat pelayan mengantarnya ke kamar tamu yang dekat dengan aula istana dan bukan ke kamar tidur Putri Xing Xing.
Sementara itu beberapa tamu lain yang juga mabuk, ikut berpamitan kepada Kaisar Wang untuk menuju kamar tamu termasuk King. King sengaja berjalan sempoyongan sambil di papah oleh Hercules. Sedangkan Pangeran Bei Chen Yi memapah Bai Hu.
Mereka semua beriringan menuju ke kamar tamu yang disediakan oleh Kaisar Wang. Putri Bei Chen Hsuang melihat Zhong Li alias King dipapah oleh Hercules berjalan masuk ke dalam salah satu kamar dengan pintu warna hitam. Setelah yakin King tidur di dalam kamar itu, Putri Bei Chen Hsuang baru masuk ke dalam kamar tamunya.
Sementara itu Pangeran Bei Chen Yi memapah Bai Hu ke salah satu kamar tamu dan meninggalkannya di sana. Pangeran Bei Chen Yi tidak menuju kembali ke aula istana tempat jamuan makan malam di adakan melainkan mengintai dari jauh pintu kamar tamu tempat Putri Xing Xing menginap.
Beberapa saat kemudian Pangeran Bei Chen Yi melihat Bai Hu mengendap-endap masuk ke dalam kamar tempat Putri Xing Xing menginap.
"Tanpa ulat santet pemikat, Bai Hu sudah menjadi budak Putri Bei Chen Hsuang!" kata hati Pangeran Bei Chen Yi.
Pangeran Bei Chen Yi tahu Putri Bei Chen Hsuang sudah berhasil mempengaruhi Bai Hu untuk menjalankan rencananya dan menuduh Pangeran Xi Wen Lung lah sebagai dalang atas kejadian hari ini.
Pangeran Bei Chen Yi berjalan menuju aula istana untuk menunggu waktu yang tepat memberikan kabar mengejutkan untuk Kaisar Wang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sementara itu Putri Bei Chen Hsuang mengendap-endap menuju kamar tamu dengan pintu berwarna hitam tempat Zhong Li menginap. Tidak terlihat sosok Hercules yang berjaga di depan pintu sehingga Putri Bei Chen Hsuang memberanikan diri membuka pintu kamar dan masuk ke dalam.
"Tuan Zhong Li!" kata Putri Bei Chen Hsuang dengan suara yang dibuat semerdu-merdunya.
"Panas!" kata King.
Mata Putri Bei Chen Hsuang berbinar-binar sewaktu mendengar suara gumaman lirih dari bibir King.
"Obatnya mulai bereaksi!" kata hati Putri Bei Chen Hsuang.
Tanpa membuang waktu lagi, Putri Bei Chen Hsuang berjalan cepat menghampiri tempat tidur. Terlihat King berbaring di atas tempat tidur dengan keadaan wajah memerah dan tangan yang meremas pakaian yang dikenakannya dengan erat. Mulut King bergumam lirih menyebut kata panas.
"Tampan dan polos! Sesuai dengan seleraku," kata Putri Bei Chen Hsuang sambil tersenyum genit.
Putri Bei Chen Hsuang duduk di sisi tempat tidur dan memegang erat tangan kanan King dengan kedua tangannya.
"Zhong Li! Tubuhku bisa menghilangkan rasa panas di tubuhmu!" kata Putri Bei Chen Hsuang sambil mengarahkan tangan kanan King ke pundaknya yang sexy .
Sewaktu tangan King hampir menyentuh pundak Putri Bei Chen Hsuang, dengan gerakan cepat jari tangan King menotok nadi di tubuh Putri Bei Chen Hsuang sehingga Putri Bei Chen Hsuang tidak bisa bergerak sama sekali.
Mata Putri Bei Chen Hsuang membulat besar sewaktu menyadari mata cemerlang King yang melihatnya dengan tatapan mata menghina .
"Dasar wanita tua dan genit! Rasakan obat perang**ng dari kerajaanmu!" kata King sambil memasukkan satu pil , yang berasal dari laci rahasia Ming Lan.
"Show time!" kata King sambil menepuk pipi Putri Bei Chen Hsuang dengan keras. Kalau bukan karena ingin memperlihatkan pertunjukkan menarik kepada Kaisar Wang dan semua utusan perdamaian dari kerajaan lain, King ingin sekali membuat luka yang sama dengan luka wajah Putri Jing Mi di wajah Putri Bei Chen Hsuang. Saat ini King terpaksa harus menahan keinginan hati terdalamnya .
"Hercules!" King berteriak memanggil Hercules yang sedang bersembunyi di dalam kamar yang sama.
"Bawa dia!" kata King dan langsung berjalan keluar dari kamar. Hercules memanggul Putri Bei Chen Hsuang di pundaknya dan mengikuti King dari belakang.
***AULA ISTANA KERAJAAN DONG WANG***
Pangeran Bei Chen Yi berdiri di luar aula istana sambil menghitung waktu yang tepat untuk menyampaikan kabar mengejutkan untuk Kaisar Wang.
"Sudah hampir sepuluh menit! Seharusnya mereka sedang bersenang-senang di dalam kamar!" kata hati Pangeran Bei Chen Yi.
Pangeran Bei Chen Yi segera berlari tergesa-gesa masuk ke dalam aula istana.
"Yang mulia Kaisar Wang!" kata Pangeran Bei Chen Yi sambil berlutut di hadapan Kaisar Wang.
"Ada apa Pangeran Bei Chen Yi?" tanya Kaisar Wang.
"Tadi aku melihat Bai Hu masuk ke dalam kamar tamu tempat Putri Xing Xing menginap!" kata Pangeran Bei Chen Yi.
"Apa?" teriak Kaisar Wang dan berdiri dari kursi singgasananya.
"Tunjukkan tempatnya!" kata Kaisar Wang dengan panik dan turun dari tangga di ikuti oleh Bibi Wang.
Pangeran Bei Chen Yi menunjukkan jalan ke arah kamar tamu Putri Xing Xing dengan senang hati diikuti oleh Kaisar Wang dan rombongan pejabat kerajaan Dong Wang serta utusan perdamaian dari Kerajaan Xi Xia dan Kerajaan Nan Yun.
Mereka semua berhenti di depan sebuah pintu kamar tamu. Terdengar suara sepasang pria dan wanita yang bisa membuat pipi dan telinga orang yang mendengarnya memerah seperti kepiting rebus.
"Dobrak pintunya!" perintah Kaisar Wang dengan tegas.
Dua orang pengawal kerajaan Dong Wang maju ke depan dan mendobrak pintu kamar tamu itu. Kamar tamu terbuka dengan cepat sehingga Kaisar Wang dan rombongannya berbondong-bondong masuk ke dalam kamar.
"Bai Hu!" teriak Pangeran Xu Feng yang mengenali tato harimau putih di punggung Bai Hu.
"Pisahkan mereka berdua!" teriak Kaisar Wang .
Kaisar Wang juga mengenali tato harimau putih itu adalah milik Bai Hu. Nama Bai Hu berarti Harimau Putih sehingga Bai Hu sengaja membuat tato harimau putih di punggungnya.
Beberapa pengawal kerajaan Dong Wang maju ke depan dan berusaha melerai sepasang insan yang masih bersenang-senang tanpa memedulikan mereka berdua menjadi tontonan banyak orang. 😑
"Putri Bei Chen Hsuang!"
Kali ini terdengar teriakan dari Pangeran Xi Wen Lung sehingga semua pandangan mata menatap intens ke wajah wanita yang sudah berhasil di pisahkan oleh pengawal dari Bai Hu.
Kaisar Wang menghela napas lega setelah menyadari bukan Putri Xing Xing yang berada di dalam kamar sedangkan wajah Pangeran Bei Chen Yi menjadi pucat seperti warna kertas.
Selamat malam readers. Bab ini sudah author buat lebih panjang ya.
Di tunggu kelanjutan aksi King besok dan nasib yang menimpa Putri Bei Chen Hsuang.
TERIMA KASIH
AUTHOR : LYTIE