
***Di dalam gua tempat rumput abadi berada***
Putri Jing Mi terkejut dengan tindakan Zhong Li alias King yang melompat secara tiba-tiba ke ekor ular piton hitam. Serangan dari King membuat ular piton hitam lengah.
Perhatian ular piton hitam teralihkan oleh King dan mencoba melepaskan tubuh King yang menempel erat seperti cicak di ekornya.
Putri Jing Mi tidak melewatkan kesempatan emas itu dan berhasil menusuk perut ular piton hitam dengan pedangnya.
Ular piton hitam merasakan kesakitan yang luar biasa. Tubuhnya menggeliat dengan keras disertai suara desisan yang semakin keras.
Ular piton hitam itu sangat marah dan menyalahkan King yang menyebabkannya tertusuk pedang Putri Jing Mi sehingga menghempaskan ekornya ke dinding bebatuan untuk membuat King terluka.
King tidak mungkin membiarkan punggungnya remuk karena benturan dengan bebatuan sehingga segera melompat turun dari ekor ular piton hitam. King berlari menghampiri Putri Jing Mi.
"Zhong Li! Matamu?" tanya Putri Jing Mi.
"Bunuh dulu ular piton itu!" jawab King dengan cepat.
Ular piton hitam menatap penuh dendam ke arah Putri Jing Mi dan King yang sudah membuat tubuhnya terluka. Aroma rumput segar yang pertama kali tercium ketika mereka berdua tiba di sini tidak ada lagi melainkan berubah menjadi bau amis yang busuk karena darah yang masih mengalir di perut dan ekor ular piton hitam.
"Aku akan melompat ke punggungnya. Kamu tikam lehernya!" kata King ke Putri Jing Mi.
Tanpa menunggu jawaban dari Putri Jing Mi, King berlari ke arah ular piton hitam dan melompat-lompat ke bebatuan yang berada di sudut ruangan untuk mencari tempat yang lebih tinggi sehingga memudahkannya melompat ke punggung ular piton hitam.
Sementara itu Putri Jing Mi berpura-pura ingin menyerang lagi perut ular piton hitam untuk mengalihkan perhatian. Ular piton hitam terpancing dengan gerakan Putri Jing Mi sehingga tidak memedulikan King.
"Ini saatnya!" kata hati King.
King melompat ke atas punggung ular piton hitam tanpa ragu. Tangan kirinya memeluk erat tubuh ular piton hitam sedangkan tangan kanannya mencabut pisau kecil dari pinggangnya dan menikam punggung ular piton hitam dengan keras.
Tubuh ular piton hitam meliuk-liuk di tanah karena kesakitan. Kepalanya mencoba menoleh ke arah King yang berada di atas punggungnya.
Putri Jing Mi langsung menghunuskan pedangnya ke leher ular piton hitam. Dalam sekejap mata ular piton hitam itu pun meregang nyawanya.
Putri Jing Mi mencabut pedangnya dari leher ular piton hitam dan berjalan menuju rumput abadi. Dengan sekali tebasan pedang, rumput abadi berada di genggaman tangan Putri Jing Mi.
Sementara itu King melompat turun dari punggung ular piton hitam. Pakaian tao berwarna biru yang dikenakan oleh King, penuh dengan percikan darah. King mengelap wajahnya dengan lengan bajunya karena tadi darah dari punggung ular piton hitam memuncrat ke wajahnya.
King tersenyum puas melihat tubuh ular piton hitam yang tergeletak tanpa nyawa di hadapannya. Ular piton hitam raksasa ini pasti sudah hidup dalam waktu yang lama dan bisa dijual dengan harga tinggi jika berada di dunia King.
King melihat luka pedang di perut ular piton hitam akibat pedang Putri Jing Mi tadi.
"Harta karun!" kata King.
King menggunakan pisau kecilnya dan membuat lubang yang lebih besar lagi di perut ular piton hitam, dari luka yang ditimbulkan oleh pedang Putri Jing Mi tadi.
King berhasil mengeluarkan empedu ular piton hitam. Di dunianya, empedu ular piton sangatlah berharga dan memiliki khasiat menyembuhkan banyak macam penyakit. King akan menyerahkannya kepada Xena untuk membuat ramuan obat.
King melepaskan kantong goni dari punggungnya dan mengeluarkan kantong kecil untuk membungkus empedu ular piton hitam itu.
***
Putri Jing Mi berdiri di hadapan King. King mengira Putri Jing Mi akan menanyakan tentang kebohongannya berpura-pura buta. Sebagai seorang pria jantan, King berinisiatif jujur kepada Putri Jing Mi.
"Putri Jing Mi! Aku..."
Perkataan King terhenti karena Putri Jing Mi menyodorkan rumput abadi di hadapannya.
"Makanlah!" kata Putri Jing Mi dengan tegas.
"Untukku?" tanya King dengan nada tidak percaya.
King mengira kebohongannya akan membuat Putri Jing Mi membatalkan niat untuk memberikan rumput abadi itu kepadanya.
"Khasiatnya akan semakin baik jika langsung di makan setelah di petik," kata Putri Jing Mi.
King mengelap tangannya yang berlumuran darah ke pakaiannya, kemudian menerima rumput abadi dari tangan Putri Jing Mi.
King memasukkan rumput abadi ke dalam mulut dan mengunyahnya. Rumput abadi itu mempunyai rasa yang aneh, perpaduan rasa asin, manis, pahit, dan berbau darah.
Beberapa detik setelah menelan rumput abadi, King merasakan sekujur tubuhnya terasa terbakar dan rasa sakit di yang luar biasa di tulangnya. Wajah King menjadi pucat seketika.
"Rumputnya beracun!" teriak King. King berbaring di lantai dan meringkuk kesakitan sambil memegang perutnya.
Putri Jing Mi menghampiri King dan menyalurkan tenaga dalam melalui dua telapak tangannya ke pundak King. King merasakan aliran hawa dingin mengalir ke sekujur tubuhnya dan meredam rasa terbakar yang ada di sana sehingga King merasa lebih baikkan.
"Rumput abadi bisa membuat tubuh menjadi kuat. Tetapi fondasi tubuhmu lemah dan tidak ada tenaga dalam sama sekali. Rumput abadi akan mengubah struktur tubuhmu secara perlahan sehingga prosesnya sangat menyakitkan. Jika kamu bisa bertahan, kamu akan menjadi kuat."
Putri Jing Mi menjelaskan efek samping rumput abadi yang baru saja di telan oleh King.
"Memang benar tidak ada yang gratis di dunia ini," kata hati King.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya King.
"Kamu harus bermeditasi sampai efeknya selesai. Ikuti caraku sekarang, " jawab Putri Jing Mi.
Putri Jing Mi duduk bersila di samping King dan mempraktekkan bagaimana bermeditasi. King mengikuti cara Putri Jing Mi sambil menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya dan memejamkan rapat kedua matanya. Putri Jing Mi membantu membenarkan posisi tangan King.
Beberapa saat kemudian King sudah berhasil mempraktekkan cara meditasi yang benar. Putri Jing Mi berdiri dan berpindah tempat. Putri Jing Mi duduk di belakang tubuh King sambil bersila.
Sesekali Putri Jing Mi membantu menyalurkan tenaga dalamnya ke punggung King ketika melihat King tidak sanggup menahan rasa sakit di dalam tubuh.
Putri Jing Mi hanya bisa membantu meringankan rasa sakit King. King sendirilah yang harus berkonsentrasi penuh untuk mengatasi rasa sakit dan perubahan di dalam tubuhnya.
***
"Sial! Ular piton putih!" teriak King secara tiba-tiba.
Indra penciuman Zhong Li yang tajam mencium bau busuk seperti bau yang disebarkan oleh ular piton hitam sehingga King yang sedang meditasi membuka kedua matanya dan melihat dengan jelas satu ekor ular piton putih yang berukuran lebih kecil sedikit dari ular piton hitam yang telah dibunuh olehnya dan Putri Jing Mi.
Mata ular piton putih memerah memandang ke arah King, tepatnya pakaian tao berwarna biru yang melekat di tubuh King. Pakaian itu penuh dengan darah ular piton hitam yang sudah mengering, sedangkan jasad ular piton hitam tergeletak tidak jauh dari tempat King duduk.
"Sial! Pasti pasangannya ular piton hitam tadi!" kata King.
Di dunianya King pernah membaca artikel bahwa ular adalah hewan yang pendendam. Jika pasangannya terbunuh, maka ular yang lain akan membalas dendam terhadap orang yang membunuh pasangannya. King tidak percaya mitos itu benar, tetapi sekarang dirinya sendiri melihat jelas ular piton putih menatapnya dengan mata penuh kebencian. King yakin dirinya sudah menjadi target ular piton putih.
Rasa terbakar dan sakit tulang di sekujur tubuh King semakin terasa sehingga King yakin dirinya tidak mungkin bisa melarikan diri dari tempat ini karena kondisi tubuhnya yang tidak stabil.
Ular piton putih sengaja menghadang jalur keluar gua yang merupakan jalur masuk King dan Putri Jing Mi tadi. Indra pendengaran King yang tajam bisa mendengar suara desisan panjang dari mulut ular piton putih. Bersamaan dengan itu, ratusan ular-ular kecil berbisa muncul dari seluruh penjuru . Ular-ular kecil itu mengelilingi Putri Jing Mi dan King.
"Putri Jing Mi! Pergilah! Tinggalkan aku di sini!" kata King.
King tidak mau dirinya menjadi beban Putri Jing Mi.
"Diam!" kata Putri Jing Mi dengan tegas.
***
Selamat malam readers. Hari ini author akan crazy up ya. totalnya up 3 bab . Ini bab kedua dan bab terakhir akan up lebih malam ya karena masih on proses.
CRAZY UP TODAY CRAZY UP TODAY
CRAZY UP TODAY CRAZY UP TODAY
CRAZY UP TODAY CRAZY UP TODAY
TERIMA KASIH
AUTHOR : LYTIE