REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH

REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH
BAB 68. King


***Kediaman Bunga Persik***


Pangeran Bei Chen Yi mengepalkan erat kedua tangannya setelah mendengar ancaman wanita yang sedang menyanderanya. Pangeran Bei Chen Yi yakin ancaman itu bukanlah omong kosong belaka.


Pangeran Bei Chen Yi melirik sekilas ke arah Putri Bei Chen Hsuang yang bersikap acuh tak acuh dan terlihat jelas tidak memedulikan nyawa Pangeran Bei Chen Yi.


Chong Ren termasuk salah satu pusaka milik  Kaisar Bei Ming dan karena kasih sayangnya yang besar terhadap Pangeran Bei Chen Yi, Kaisar Bei Ming memberikan Chong Ren itu kepada Pangeran Bei Chen Yi.


Selama ini Putri Bei Chen Hsuang iri dengan Pangeran Bei Chen Yi yang mendapatkan Chong Ren. Putri Bei Chen Hsuang sangat senang jika Chong Ren itu dimusnahkan oleh si  wanita penyusup serta Pangeran Bei Chen Yi akan disalahkan oleh Kaisar Bei Ming sehingga Putri Bei Chen Hsuang tidak mau ikut campur tangan untuk mempertahankan Chong Ren yang bukan miliknya.


"Bawa Chong Ren keluar!" perintah Pangeran Bei Chen Yi ke salah satu pengawal khusus.


Beberapa saat kemudian pengawal khusus itu membawa seorang pemuda ke hadapan mereka. Pemuda itu berpenampilan menawan dan tampan.


"Silakan bawa dia pergi! Jika kamu bisa keluar selamat dari sini!" ucap Pangeran Bei Chen Yi dengan nada ketus.


Pemuda itu berjalan mendekat ke arah Putri Jing Mi yang masih memegang pedangnya di leher Pangeran Bei Chen Yi.


"Nona ingin membawaku pergi?" tanya pemuda itu sambil tersenyum manis.


Pemuda itu terlihat sama sekali tidak takut terhadap Putri Jing Mi yang sedang menyandera Pangeran Bei Chen Yi.


"Dia Chong Ren?" tanya Putri Jing Mi ke Pangeran Bei Chen Yi.


Putri Jing Mi masih belum percaya seratus persen pemuda di hadapannya adalah Chong Ren.


"Iya," jawab Pangeran Bei Chen Yi.


Chong Ren mengulurkan tangannya untuk menyentuh pergelangan tangan Putri Jing Mi. Putri Jing Mi menendang dada Chong Ren dengan kuat sehingga Chong Ren terjatuh ke lantai.


Chong Ren  tidak merasa tersinggung dengan perlakuan Putri Jing Mi melainkan tetap memamerkan senyum sambil memegang bagian dadanya yang di tendang Putri Jing Mi tadi.


"Bukannya nona mau membawaku pergi?" kata Chong Ren sambil mengedipkan matanya dengan genit.


King yang mengintai dari atap mengepalkan tangan kanannya dengan erat melihat sikap genit Chong Ren terhadap Putri Jing Mi.


"Benarkah dia adalah Chong Ren?" kata hati King dengan ragu-ragu.


Pangeran Bei Chen Yi adalah orang yang licik sehingga mungkin saja pemuda itu bukanlah Chong Ren asli dan hanyalah pemuda tampan yang ingin menjerat Putri Jing Mi dengan wajah rupawannya.


Jika pemuda tampan itu benar-benar adalah Chong Ren maka mungkin di dalam tubuhnya ada ulat santet yang bisa membuatnya awet muda.


Seketika King melihat ke arah Putri Bei Chen Hsuang yang juga terlihat awet muda serta mempunyai tubuh yang seksi. King yakin di tubuh Putri Bei Chen Hsuang pasti ada ulat santet. King memutuskan akan menanyakan tentang jenis ulat santet itu ke Xena nanti.


Sementara itu Putri Jing Mi merasa ragu-ragu untuk mendekati pemuda yang mengaku sebagai Chong Ren. Chong Ren yang menjadi wadah ulat santet sangatlah berbahaya karena seluruh bagian tubuhnya di tempati oleh ratusan ulat santet yang berbeda jenisnya.


Hal itu membuat Putri Jing Mi bersikap hati-hati terhadap pemuda yang mengaku sebagai Chong Ren. Putri Jing Mi tidak ingin ulat santet dari tubuh Chong Ren menyentuh kulitnya sehingga Putri Jing Mi bingung bagaimana cara membawa pergi Chong Ren sekarang.


***


"Kamu ingin membawanya pergi?"


Tiba-tiba King muncul di hadapan mereka semua. Tentu saja dengan kain berwarna hitam yang menutup sebagian wajah dan hanya terlihat matanya saja.


King sudah tidak tahan bersembunyi melihat Putri Jing Mi di kepung dan berada dalam bahaya. Apa lagi ada Chong Ren yang berisi ratusan ulat santet di tubuhnya jika pemuda itu adalah Chong Ren asli.


"Siapa kamu?" teriak Pangeran Bei Chen Yi dengan kesal.


Penampilan King sangat mirip dengan Putri Jing Mi yaitu memakai pakaian serba hitam dan kain yang menutup sebagian wajah sehingga Pangeran Bei Chen Yi menduga King adalah komplotan wanita yang sedang menyanderanya.


"Aku King!" kata King dengan suara yang tegas.


"King? Dia Zhong Li. Kenapa Zhong Li bisa berada di sini? " kata hati Putri Jing Mi.


Walaupun King menggunakan suara yang disamarkan, Putri Jing Mi bisa mengenali sepasang mata cemerlang milik King.


"Untuk apa kamu ke sini?" tanya Putri Jing Mi.


"Mencarinya!" jawab King dengan santai sambil menunjuk Pangeran Bei Chen Yi.


"Aku tidak mengenalmu!" teriak Pangeran Bei Chen Yi.


King berjalan dengan tenang ke arah Pangeran Bei Chen Yi dan melayangkan tinju yang keras ke perut Pangeran Bei Chen Yi disertai tenaga dalam yang kuat sehingga darah segar memuncrat dari mulut Pangeran Bei Chen Yi.


"Sialan! Kenapa kamu memukulku?" teriak Pangeran Bei Chen Yi sambil memegang perutnya.


"Wajahmu menyebalkan," jawab King dengan santai.


King mengambil pedang milik Pangeran Bei Chen Yi yang terjatuh di lantai tadi dan berjalan ke arah Chong Ren yang masih berbaring di lantai.


Ujung pedang yang di pegang King bersentuhan langsung dengan lantai sehingga sepanjang perjalanan menuju Chong Ren terdengar suara goresan yang keras di lantai.


King menghentikan langkah kakinya dan berdiri tepat di depan Chong Ren. King menancapkan pedang di lantai dan kedua tangannya bertumpu di gagang pedang.


"Benaran kamu adalah Chong Ren? Bukan palsu kan?" tanya King sambil menatap tajam Chong Ren.


Chong Ren terintimidasi dengan tatapan King dan merasa ketakutan sehingga tidak berani menatap mata King. Chong Ren bisa merasakan King adalah pria yang berbahaya. Perilaku Chong Ren saat ini sangat berbeda jauh dengan perilakunya tadi, yang berusaha menggoda Putri Jing Mi. Chong Ren berusaha menggerakkan badannya menjauhi King.


"AH!" Chong Ren berteriak kesakitan karena King menginjak betisnya dengan keras.


Tubuh Chong Ren bergetar keras dan tidak berani menggerakkan badannya sama sekali. King memberikan tatapan mata meremehkan ke Chong Ren.


"Aku akan memeriksanya apakah kamu Chong Ren asli atau palsu!" kata King.


King menyabet telapak tangan Chong Ren dengan pedang sehingga darah segar mengalir dari luka itu.


Mata King membulat besar melihat beberapa ekor ulat santet keluar bersamaan darah yang mengalir dari telapak tangan Chong Ren.


Seumur hidupnya King sudah melihat mayat membusuk yang tidak terhitung jumlahnya, tetapi kali ini King merasa jijik dan mual melihat ulat santet yang sedang merayap di genangan darah Chong Ren.


"Matilah!" teriak King.


King yakin Chong Ren di hadapannya asli dan merupakan wabah yang bisa mencelakai banyak orang sehingga King tidak mau menunda waktu lagi untuk membunuh Chong Ren.


"Jangan!" teriak Pangeran Bei Chen Yi dengan panik.


Para pengawal khusus Pangeran Bei Chen Yi pun tidak bisa mencegah King karena Pangeran Bei Chen Yi masih disandera oleh komplotan King yaitu Putri Jing Mi, si wanita penyusup .


King menghunuskan pedang ke perut Chong Ren dengan keras disertai tenaga dalam sehingga  menyebabkan luka yang cukup besar di perut Chong Ren.


Dalam sekejap mata kumpulan ulat santet di dalam tubuh Chong Ren bagaikan gerombolan sarang semut yang berebutan keluar dari perut Chong Ren.


Para pengawal khusus Pangeran Bei Chen Yi memalingkan muka dari jasad Chong Ren, bahkan ada  beberapa pengawal yang muntah-muntah karena merasa mual dan jijik.


"Zho.....King! Jangan biarkan ulat santetnya kabur!"


Putri Jing Mi memperingatkan King akan bahaya ulat santet yang berebutan keluar dari perut Chong Ren.


"Tenang saja Queen!" kata King.


"Queen? Sejak kapan Zhong Li memberi nama baru untukku?" kata hati Putri Jing Mi.


Putri Jing Mi tidak mempernasalahkan panggilan King kepadanya karena identitas aslinya tidak boleh terbongkar di depan para utusan perdamaian, yang akan membahayakan Kerajaan Dong Wang nantinya.


***


Selamat malam readers. Ada-ada aja ya King kasih nama panggilan Queen untuk Putri Jing Mi. Hari ini author akan crazy up 3 bab ya. Ini bab kedua. Di tunggu satu bab lagi nanti malam .


TERIMA KASIH 🙏


AUTHOR : LYTIE