
***DI DALAM KERETA KUDA***
Bau amis darah menyebar di dalam kereta kuda dalam waktu yang singkat. Zhong Li alias King menatap kepala kusir kuda yang terpenggal dan berada di bawah kakinya.
"Kamu mati karenaku! Aku akan memberikan santuan untuk keluargamu,"kata King.
Sementara itu A Tu masih pingsan di lantai kereta kuda. King yakin A Tu bisa bangun sendiri dari pingsannya beberapa saat lagi sehingga King membiarkan saja A Tu berbaring di lantai kereta kuda.
Sekarang King lebih ingin mengetahui apa saja yang terjadi di luar kereta kuda . Jendela kereta kuda yang dibuka oleh A Tu tadi, satu-satunya tempat untuk melihat keadaan di luar.
King berjalan mendekati jendela kereta kuda untuk mengintip . Tangan kanan King memegang sabuk tali pinggang bagian belakang , tempat pisau kecilnya diselipkan untuk berjaga-jaga jika ada serangan mendadak dari jendela seperti tadi.
Di luar sana , hujan masih turun dengan deras. Terlihat Xena sedang membantai satu persatu pembunuh bayaran dengan pedang baru , hadiah dari King. Sedangkan Hercules berada tepat di belakang Xena . Hercules menggunakan kuali di tangannya untuk memukul kepala, wajah, maupun bagian tubuh dari pembunuh bayaran yang ingin menyerang Xena dari belakang.
Para pembunuh bayaran yang berjumlah sekitar sepuluh orang mengenakan pakaian serba hitam . Rata-rata wajah mereka terlihat bengis dan kejam. Tetapi beberapa dari mereka malahan terlihat lucu di mata King karena ada benjolan di kepala maupun memar di pipi dan hidung mereka akibat pukulan dari kuali yang dipegang Hercules.
King terkesima dengan kuali spesial yang dipegang oleh Hercules. Kuali itu sama sekali tidak penyok walaupun sudah dibenturkan berulang kali ke pembunuh bayaran. Perpaduan tenaga Hercules yang kuat dengan kuali spesial bisa membuat para pembunuh bayaran kewalahan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
King yang masih harus mempertahankan aktingnya sebagai orang buta, duduk dengan tenang di dalam kereta kuda sambil memangku kantong goni yang dibelinya dari perajin pandai besi.
Dua buah kantong kecil berada di dalam genggaman tangannya. Kedua kantong kecil itu berisi kacang kenari. Hercules yang mempersiapkannya untuk bekal selama perjalanan ke Pegunungan Kunlun.
King yakin para pembunuh bayaran akan berusaha masuk ke dalam kereta kuda untuk membunuhnya dan pada saat itulah dirinya bisa beraksi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Beberapa saat kemudian pintu kereta kuda terbuka . Seorang pembunuh bayaran naik ke atas kereta kuda dan mendekati King yang duduk tenang dengan pandangan mata kosong.
Pembunuh bayaran itu menyeringai dan bersiap menghunuskan pedangnya ke dada King. Pembunuh bayaran itu yakin dirinya bisa membunuh pemuda buta dihadapannya dengan mudah.
Ketika pedang pembunuh bayaran hampir menyentuh dada King , King meraih pergelangan tangannya dengan erat dan memutarnya dengan seni bela diri krav maga .
Terdengar suara patah tulang yang keras. Dalam sekejap mata ,lengan pembunuh bayaran itu patah.
"ARGH!!!" Pembunuh bayaran itu berguling-guling di lantai kereta kuda sambil memegang lengan kanannya.
Teriakan pembunuh bayaran itu membuat dua orang komplotannya yang berada di dekat kereta kuda ikut naik ke dalam kereta kuda.
"Xiang Ke! Kenapa teriak-teriak?" tanya salah satu komplotan ke pembunuh bayaran yang terduduk dilantai sambil memegang lengannya.
Keringat dingin bercucuran di dahi Xiang Ke. Rasa sakit yang luar biasa membuatnya tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.Xiang Ke hanya bisa menunjuk ke arah King dengan jari telunjuk kirinya.
King tersenyum samar mendengar perkataan yang meremehkannya dari pembunuh bayaran yang lain. King mengambil segenggam kacang kenari dari kantong kecil itu .
"HA HA HA! Selain buta, ternyata bodoh juga! Nyawa sudah mau melayang, masih selera makan!"
Kedua pembunuh bayaran itu langsung menghunuskan pedang mereka ke arah King.
King melempar kacang kenari ke arah mereka. Memang kelihatan gaya lemparan King asal-asalan tetapi sebenarnya King melempar di bagian tubuh yang sensitif sehingga kedua pembunuh bayaran itu tidak bisa mendekat ke arah King.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Tuan muda Zhong Li!"
Xena dan Hercules ikut masuk ke dalam kereta kuda . Mereka berdua menarik napas lega melihat King masih duduk dengan tenang tanpa terluka sedikit pun dan kacang kenari berserakan di lantai kereta kuda.
Pembunuh bayaran yang berada di dalam kereta kuda sadar komplotannya yang berada di luar, sudah dikalahkan oleh Hercules dan Xena karena mereka berdua bisa ikut naik ke dalam kereta kuda.
"Sial! Hanya tinggal kita bertiga! Serang!" teriak salah satu pembunuh bayaran.
Xiang Ke terpaksa bertarung dengan pedang di tangan kiri karena lengan kanannya patah.
Xena yang bermata jeli tahu Xiang Ke adalah lawan yang paling mudah sehingga menyuruh Hercules melawan Xiang Ke dengan kuali spesial. Sedangkan Xena sendiri melawan dua pembunuh bayaran lainnya.
Selamat sore readers. Author up satu bab dulu ya karena banyak readers yang penasaran kelanjutan ceritanya.
Author akan usahakan up satu bab lagi nanti malam.
Sambil menanti kelanjutan ceritanya, readers bisa mampir nih ke beberapa karya author lainnya di kategori pria maupun kategori wanita. Ceritanya pasti menarik 😍
TERIMA KASIH
AUTHOR : LYTIE