REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH

REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH
BAB 86. Wanita penyusup adalah Putri Jing Mi


***ISTANA KAISAR WANG***


Mata Pangeran Bei Chen Yi membulat besar setelah menyadari wanita yang bersenang-senang dengan Bai Hu di kamar ini adalah Putri Bei Chen Hsuang.


Pangeran Bei Chen Yi mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan dan sama sekali tidak  menemukan sosok Putri Xing Xing.


"Bagaimana mungkin? Tadi aku melihat dengan jelas Putri Xing Xing masuk ke kamar ini. Kenapa bisa menjadi Kak Bei Chen Hsuang? Seharusnya Kak Bei Chen Hsuang berada di kamar tempat Zhong Li menginap," kata hati Pangeran Bei Chen Yi.


Pangeran Bei Chen Yi segera membuka jubah luarnya dan menutup tubuh Putri Bei Chen Hsuang sedangkan Pangeran Xu Feng melemparkan jubah luarnya ke arah Bai Hu. Para pengawal istana Kerajaan membantu Bai Hu mengenakan jubah luar itu.


Bai Hu dan Putri Bei Chen Hsuang terlihat meronta-ronta dan ingin saling berpelukan erat seolah-olah tubuh mereka berdua ada magnet yang membuat keduanya harus mrnempel satu sama lain.


Pangeran Bei Chen Yi tahu Putri Bei Chen Hsuang terkena racun perang**ng dari Kerajaan Bei Ming sehingga segera memasukkan satu butir obat penawar racun ke dalam mulut Putri Bei Chen Hsuang supaya kakak tercintanya tidak semakin membuat malu Kerajaan Bei Ming.


Sedangkan Bai Hu tidak seberuntung Putri Bei Chen Hsuang yang mendapatkan obat penawar. Tangan dan kaki Bai Hu di ikat  oleh para pengawal istana Kerajaan Dong Wang supaya Bai Hu lebih tenang.


Pangeran Bei Chen Yi mempunyai firasat yang tidak baik, apa lagi sewaktu mendengar perkataan Kaisar Wang.


"Pangeran Bei Chen Yi! Di mana Putri Xing Xing? Kamu bilang melihat Bai Hu dan Putri Xing Xing di dalam kamar ini," kata Kaisar Wang sambil memberikan tatapan mata menyelidiki ke arah Pangeran Bei Chen Yi.


Pangeran Bei Chen Yi terdiam mendengar pertanyaan Kaisar Wang karena dirinya sama sekali tidak tahu Putri Xing Xing ada di mana sekarang. Sedangkan Putri Bei Chen Hsuang yang sudah tersadar penuh , menyadari dirinya telah di jebak oleh Zhong Li sehingga hanya bisa menggigit bibir bawahnya dengan keras tanpa bisa berkata satu kata pun.


Putri Bei Chen Hsuang sama sekali tidak peduli dengan keadaan dirinya yang menyedihkan. Putri Bei Chen Hsuang mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan untuk mencari sosok Zhong Li.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Ibunda! Xing Xing ada bersamaku!"


Semua mata orang yang berada di dalam kamar melihat ke arah asal suara itu. Suara itu milik Putri Jing Mi. Putri Jing Mi memapah Putri Xing Xing yang lemas berjalan masuk ke dalam kamar dan berdiri di hadapan Kaisar Wang.


"Ada apa Jing Mi?" tanya Kaisar Wang.


Putri Jing Mi tidak menjawab pertanyaan Kaisar Wang melainkan mengumpulkan tenaga dalamnya ke telapak tangan kanan dan mengarahkannya ke punggung Putri Xing Xing yang berada di sampingnya.


"Jing Mi."


"Putri Jing Mi."


Kaisar Wang dan semua orang yang berada di dalam kamar meneriakkan nama Putri Jing Mi. Mereka semua tidak menyangka Putri Jing Mi akan menyerang Putri Xing Xing secara terang-terangan di hadapan umum.


Rasa mabuk Putri Xing Xing hilang seketika. Dirinya pun sangat syok mendapatkan pukulan keras dari Putri Jing Mi.  Akibat pukulan dari Putri Jing Mi, Putri Xing Xing memuntahkan darah segar di lantai.


Pangeran Xi Wen Lung berjalan mendekat ke arah percikan darah segar di lantai, suara lonceng kecil itu semakin nyaring bunyinya.


Kaisar Wang, Pangeran Bei Chen Yi dan Putri Bei Chen Hsuang yang mengetahui kegunaan lonceng spesial, pusaka dari Kerajaan Xi Xia , langsung menatap tajam ke arah percikan darah di lantai.


"Tidak mungkin!" teriak Putri Bei Chen Hsuang dengan histeris.


Putri Jing Mi menggunakan pedangnya dan menusuk 'sesuatu' yang menggeliat di atas percikan darah. Putri Jing Mi mengangkat pedangnya sehingga semua orang bisa melihat jelas ulat seukuran satu butir beras berwarna merah muda di ujung pedangnya.


Saat inilah semua orang sadar ulat kecil berwarna merah muda ini berasal dari tubuh Putri Xing Xing.  Mereka semua tahu Putri Jing Mi baru saja menyelamatkan nyawa Putri Xing Xing.


Putri Xing Xing merasa jijik dan mual melihat ulat merah muda yang masih menggeliat di ujung pedang Putri Jing Mi sehingga tidak bisa menahan diri untuk muntah.


Sementara itu Putri Bei Chen Hsuang masih tidak percaya ulat santet pemikat yang berada di dalam tubuh Putri Xing Xing berhasil dikeluarkan oleh Putri Jing Mi.


Selama ini ulat santet akan langsung menempel erat di tubuh inangnya dan tidak akan keluar dari sana, kecuali inangnya mati. Seperti halnya ulat santet ratusan mata yang menempel di mata inangnya. Untuk mendapatkan kembali ulat santet ratusan mata, maka harus mencongkel mata inangnya.


Putri Bei Chen Hsuang mencurigai Putri Jing Mi pasti menggunakan sesuatu yang menghalangi ulat santet masuk ke dalam tubuh Putri Xing Xing sehingga hanya dengan menggunakan satu pukulan tenaga dalam yang kuat, ulat santet itu bisa dikeluarkan dari tubuh Putri Xing Xing.


Putri Jing Mi menuangkan bubuk putih ke ulat merah muda yang berada di ujung pedangnya. Terdengar suara ledakan yang sangat kecil dan sedikit asap keluar. Dalam sekejap mata ulat berwarna merah muda itu hilang tanpa jejak.


"Bubuk penghancur? Wanita yang menyusup di Kediaman Bunga Persik adalah Putri Jing Mi!" kata hati Pangeran Xi Wen Lung.


Yang mengetahui tentang bubuk penghancur, selain Pangeran Xi Wen Lung , tentu saja ada Pangeran Bei Chen Yi dan Putri Bei Chen Hsuang.


Mereka berdua menatap dengan pandangan penuh amarah  ke arah Putri Jing Mi .


"Ternyata Putri Jing Mi yang memusnahkan chong ren," kata hati Pangeran Bei Chen Yi dan Putri Bei Chen Hsuang bersamaan.


Malam readers. Hari ini author up 2 bab ya.


Di tunggu satu bab lagi.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE