
Zhong Li alias King dan Putri Jing Mi berhasil melarikan diri dari Kediaman Bunga Persik dengan mudah karena tipu muslihat dari King yang berhasil mengelabui para pengawal khusus Pangeran Bei Chen Yi.
"Bodoh sekali orang Kerajaan Bei Ming!" kata King sambil ketawa.
Putri Jing Mi menggelengkan kepala melihat sikap King yang seperti anak kecil.
"Zhong Li! Kamu tahu tindakanmu malam ini sangat berbahaya?" tanya Putri Jing Mi dengan nada serius.
"Aku hanya ingin mengintai Pangeran Bei Chen Yi secara diam-diam untuk mencari tahu apa rencana buruknya lagi. Tindakanmulah yang berbahaya karena meminta Chong Ren dari Pangeran Bei Chen Yi," kata King.
"Aku tahu itu berbahaya. Demi rakyat Kerajaan Dong Wang, aku harus mengambil Chong Ren dari tangan Pangeran Bei Chen Yi," kata Putri Jing Mi.
Chong Ren bagaikan sumber wabah penyakit yang bisa menyebar dengan cepat. Entah berapa jenis ulat santet dan ratusan jumlah ulat santet yang berada di tubuh Chong Ren. Semakin lama Chong Ren berada di Kerajaan Dong Wang, maka rakyat Kerajaan Dong Wang akan terjebak dalam bahaya.
Pada awalnya Putri Jing Mi hanya ingin membawa Chong Ren pergi dari tangan Pangeran Bei Chen Yi karena tidak ingin ulat santet yang berada di dalam tubuh Chong Ren dimanfaatkan oleh Pangeran Bei Chen Yi untuk membahayakan nyawa rakyat Kerajaan Dong Wang.
Putri Jing Mi tidak menyangka ulat-ulat santet di tubuh Chong Ren sangat banyak dan mudah keluar dari tubuh Chong Ren jika ada luka.
Jika Putri Jing Mi memaksa membawa Chong Ren keluar pada saat itu maka Putri Jing Mi akan membawa bom waktu yang bisa meledak secara tiba-tiba dan pastinya akan membahayakan nyawa Putri Jing Mi dan orang-orang yang berada di sekitarnya pada saat itu.
Untung saja King muncul tepat waktu. King dengan tenang memeriksa apakah Chong Ren itu asli atau palsu dengan membuat Chong Ren terluka secara langsung. Bubuk penghancur yang dibawa oleh King adalah senjata yang paling ampuh untuk menghadapi Chong Ren sehingga Chomg Ren dan semua ulat santet itu bisa di basmi.
"Zhong Li. Kamu harus berhati-hati. Pangeran Bei Chen Yi dan Putri Bei Chen Hsuang pasti akan memikirkan cara lain untuk memanfaatkanmu lagi," kata Putri Jing Mi.
"Tenang saja. Aku tidak akan membiarkan mereka berhasil," jawab King dengan yakin.
King mengeluarkan satu botol kecil dari ikat pinggangnya dan memberikannya ke Putri Jing Mi.
"Satu botol bubuk penghancur ini untukmu. Aku mempunyai firasat bahwa Pangeran Bei Chen Yi dan Putri Bei Chen Hsuang masih menyimpan beberapa ulat santet di tangan mereka," kata King.
"Iya. Firasatku juga begitu," kata Putri Jing Mi.
Tindakan Pangeran Bei Chen Yi yang ingin mengawasi gerak gerik Zhong Li melalui ulat santet ratusan mata membuktikan Kaisar Bei Ming tidak bertekad baik untuk melakukan aliansi perdamaian dengan Kerajaan Dong Wang.
Putri Jing Mi yakin cepat atau lambat peperangan antara Kerajaan Dong Wang dan Kerajaan Bei Ming akan terjadi.
"Ayo! Aku antar kamu pulang," ajak Putri Jing Mi sambil menarik tangan King. Mereka berdua terbang dengan ilmu meringankan tubuh menuju Kediaman Jendral Zhong Guo.
Putri Jing Mi pergi setelah melihat King masuk ke dalam kamar tidur melalui jendela, tempat King keluar secara diam-diam tadi.
***Kediaman Bunga Persik***
Lima puluh orang prajurit Kerajaan Bei Ming yang diperintahkan oleh Pangeran Bei Chen Yi untuk menemukan King, kembali ke kediaman Bunga Persik dengan tangan kosong.
"Lapor Pangeran Bei Chen Yi! Kita tidak berhasil menemukan pemuda dengan nama King di Kerajaan Dong Wang ini," kata salah satu pengawal khusus Pangeran Bei Chen Yi.
"Bodoh! Kalian semua tidak berguna!" teriak Pangeran Bei Chen Yi.
Tiba -tiba Pangeran Bei Chen Yi meringis kesakitan sambil memegang luka di lehernya.
Luka goresan pedang yang dalam dari pedang wanita penyusup, baru saja di perban oleh tabib. Pangeran Bei Chen Yi yang berteriak karena tidak bisa menahan amarahnya menyebabkan luka di lehernya berdarah lagi.
"Aduh! Sakit sekali! Sialan! Jangan sampai aku menemukan kalian berdua! Aku pasti akan mencincang tubuh kalian! " teriak Pangeran Bei Chen Yi sambil menggertakkan giginya.
Pangeran Bei Chen Yi tidak berani meminta bantuan Kaisar Wang untuk menemukan sepasang pria dan wanita yang menyusup ke kediaman Bunga Persik dan melukainya.
Pangeran Bei Chen Yi takut Kaisar Wang mengetahui tentang Chong Ren dan akan membuat aliansi perdamaian antara Kerajaan Dong Wang dan Kerajaan Bei Ming dibatalkan. Padahal dirinya belum berhasil menjalankan misi yang diberikan oleh Kaisar Bei Ming kepadanya.
Tabib yang mengobati Pangeran Bei Chen Yi juga adalah tabib dari Kerajaan Bei Ming, yang ikut dengannya ke Kerajaan Dong Wang.
Kaisar Wang sangat marah kepada Pangeran Bei Chen Yi yang membawa Chong Ren ke Kerajaan Dong Wang sehingga melarang Pangeran Bei Chen Yi untuk keluar dari Kediaman Bunga Persik selama dua minggu.
Walaupun Chong Ren yang dibawa oleh Pangeran Bei Chen Yi sudah di musnahkan oleh kedua orang penyusup, tetapi Kaisar Wang masih khawatir ada ulat santet yang masih disimpan oleh Pangeran Bei Chen Yi maupun Putri Bei Chen Hsuang.
Kaisar Wang memerintahkan Jendral Zhong Guo untuk membawa pasukan memeriksa Kediaman Bunga Persik bagian utara, tempat utusan perdamaian dari Kerajaan Bei Ming tinggal.
Kaisar Wang tidak ingin ada satu ekor ulat santet yang tertinggal di sana. Pangeran Bei Chen Yi dan Putri Bei Chen Hsuang bekerjasama dengan baik dan membiarkan Jendral Zhong Guo dan pasukannya menyelidiki tempat mereka tinggal sekarang.
Pangeran Bei Chen Yi menunjukkan rasa penyesalannya yang telah membawa Chong Ren ke Kerajaan Dong Wang. Pangeran Bei Chen Yi dan Putri Bei Chen Hsuang mematuhi larangan Kaisar Wang tanpa memprotes sedikit pun.
Jendral Zhong Guo dan pasukannya melakukan pemeriksaan insentif selama satu minggu dan tidak menemukan satu ekor ulat santet pun di sana sehingga melaporkannya ke Kaisar Wang.
Kaisar Wang memberi peringatan terakhir kepada Pangeran Bei Chen Yi untuk tidak membahayakan nyawa rakyat Kerajaan Dong Wang. Jika Pangeran Bei Chen Yi ketahuan menggunakan ulat santet lagi, maka aliansi perdamaian antara Kerajaan Dong Wang dan Kerajaan Bei Ming akan di batalkan.
Kaisar Wang mengambil keputusan untuk memaafkan Pangeran Bei Chen Yi karena belum timbul hal yang merugikan Kerajaan Dong Wang kali ini. Selain itu Kaisar Wang benar-benar menginginkan aliansi perdamaian dengan Kerajaan Bei Ming, Kerajaan Nan Yun, dan Kerajaan Xi Xia bisa terwujud supaya rakyat Kerajaan Dong Wang tidak lagi menderita akibat perang yang berkepanjangan.
Kalau saja Kaisar Wang tahu, Jendral Zhong Guo dan pasukannya tidak berhasil menemukan ulat santet di kediaman Bunga Persik karena ada campur tangan seseorang, Kaisar Wang pasti akan langsung mengusir Pangeran Bei Chen Yi dan Putri Bei Chen Hsuang.
Orang yang membantu Pangeran Bei Chen Yi dan Putri Bei Chen Hsuang secara diam-diam adalah Ming Lan.
Dugaan King sangat benar. Ming Lan sudah menjadi mata-mata dari Kerajaan Bei Ming sejak masih gadis dan keluarga besarnya juga tidak mengetahui hal itu termasuk Ming Yue, ibu kandung Zhong Li, yang merupakan kakak kandung Ming Lan.
Kaisar Bei Ming tahu Ming Yue mempunyai hubungan dekat dengan Kaisar Wang sehingga sengaja mengirim orang untuk mendekati Ming Lan dan mengiming-imingi Ming Lan dengan harta dan kedudukan yang tinggi di Kerajaan Bei Ming.
Ming Lan bersedia menjadi mata-mata Kerajaan Bei Ming. Kematian Ming Yue yang sakit keras secara tiba-tiba adalah andil dari Ming Lan yang memberikan racun mematikan ke Ming Yue.
Tentu saja racun itu di peroleh Ming Lan dari Kerajaan Bei Ming. Kaisar Bei Ming ingin Ming Lan menggantikan tempat Ming Yue sehingga Ming Yue harus mati. Ming Lan menggunakan racun untuk membuat mata Zhong Li buta.
Dalam waktu dekat, Zhong Min akan menjadi menantu Kaisar Wang sehingga Ming Lan mempunyai kesempatan untuk berada di dekat Kaisar Wang dan mencelakainya.
Satu-satunya halangan terbesar Kerajaan Bei Ming menguasai Kerajaan Dong Wang adalah Putri Jing Mi sehingga Pangeran Bei Chen Yi dan Putri Bei Chen Hsuang menggunakan alasan sebagai utusan perdamaian datang ke Kerajaan Dong Wang untuk mencari kelemahan Putri Jing Mi.
Sampai saat ini Pangeran Bei Chen Yi dan Putri Bei Chen Hsuang menduga Zhong Li adalah kelemahan Putri Jing Mi, yang bisa mereka manfaatkan dengan baik.
Pangeran Bei Chen Yi dan Putri Bei Chen Hsuang menganggap remeh Zhong Li yang buta sejak kecil dan bertubuh lemah. Mereka berdua yakin bisa menjadikan Zhong Li sebagai bidak catur yang paling bagus.
Kaisar Bei Ming memberikan beberapa macam racun yang ampuh untuk Ming Lan dalam menjalankan misinya sebagai mata-mata di Kerajaan Dong Wang.
Chong Ren dan ulat santet sangat berharga dan langka sehingga Kaisar Bei Ming tidak memberikannya kepada Ming Lan.
Sewaktu Pangeran Bei Chen Yi tahu Kaisar Wang mengirim Jendral Zhong Guo untuk memeriksa keberadaan ulat santet yang tersisa, Pangeran Bei Chen Yi mengirim pengawal khususnya untuk memberitahukan hal itu kepada Ming Lan.
Ming Lan yang cerdik langsung tahu apa yang harus dilakukannya. Ming Lan sengaja menyiapkan makanan ringan untuk para pasukan Jendral Zhong Guo yang akan menyelidiki kediaman bunga persik bagian utara.
Tentu saja semua makanan ringan itu telah diberi racun oleh Ming Lan. Racun yang membuat pasukan Jendral Zhong Guo berhalusinasi sedikit dan tidak bisa menemukan ulat santet yang sedang disembunyikan oleh Pangeran Bei Chen Yi. Hal itulah yang menyebabkan Jendral Zhong Guo dan pasukannya tidak menemukan satu ekor pun ulat santet di kediaman Bunga Persik.
***
Selamat siang readers. Hari senin adalah waktunya vote😁.
Terima kasih kepada readers yang berkenan memberikan vote untuk novel ini.
Di tunggu kelanjutan ceritanya malam ini ya.
TERIMA KASIH
AUTHOR : LYTIE