REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH

REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH
BAB 57. Pulang ke kediaman Jendral Zhong Guo


***Ruang depan Kuil Tao***


A Chen yang melakukan penyelidikan langsung terhadap jasad kusir kuda juga menemukan puluhan jasad pembunuh bayaran.


Bagaimana mungkin seorang pemuda yang buta bisa menjadi target pembunuh bayaran? A Chen tahu Zhong Li sebelumnya adalah calon menantu Kaisar Wang dan diganti oleh Zhong Min, adik tiri Zhong Li.


Selain itu hanya Ming Lan dan Zhong Min yang mengetahui rute perjalanan Zhong Li ke Kuil Tao sehingga A Chen mencurigai Ming Lan dan Zhong Min yang menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh Zhong Li.


Kecurigaan A Chen hanya bisa disimpannya di dalam hati dan dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Lagi pula dalam waktu dekat Zhong Min akan menjadi menantu Kaisar Wang sehingga kasus ini pun akan di tutup tanpa ada penyelesaian.


Yang paling ditakutkan oleh A Chen adalah Putri Jing Mi bersikeras untuk menemukan dalang  yang menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh Zhong Li dan hal itu akan semakin membuat masalah ini menjadi rumit.


A Chen melirik sekilas ke arah Putri Jing Mi yang duduk dengan tenang tanpa bersuara sedikit pun.


Sebelum menginterogasi para pelayan Zhong Li, A Chen sudah menginterogasi ke empat pendeta Tao yang tinggal di Kuil Tao. Itulah sebabnya A Jun bisa masuk ke dalam kamar tamu untuk membawa King keluar karena dirinya sudah selesai menjawab pertanyaan A Chen.


Dari interogasi terhadap ke empat pendeta Tao, A Chen tahu Putri Jing Mi tiba di Kuil Tao di hari yang sama dengan Zhong Li dan para pelayannya, hanya berbeda  beberapa jam saja. Putri Jing Mi tiba di siang hari dan Zhong Li di malam hari.


***


"Putri Jing Mi! Kuda untuk pulang ke ibukota sudah ada," kata A Tai yang berjalan masuk ke dalam ruang depan Kuil Tao.


Ming Lan tersenyum lebar sewaktu mendengar perkataan A Tai. Dari semua orang yang berada di ruang depan saat ini, Ming Lan hanya takut kepada Putri Jing Mi sehingga Ming Lan sangat gembira ketika mengetahui Putri Jing Mi akan pulang ke ibukota sekarang.


"Terima kasih Putri Jing Mi yang sudah melindungi Zhong Li di sini. Sekarang ada aku dan Zhong Min yang menjaga Zhong Li. Putri Jing Mi bisa tenang meninggalkan Kuil Tao untuk kembali ke ibukota," ucap Ming Lan.


Putri Jing Mi hanya diam saja dan tidak menjawab perkataan Ming Lan. Ming Lan yang bermuka tembok tidak mempermasalahkan dirinya diacuhkan oleh Putri Jing Mi.


Ming Lan berjalan menghampiri King dan menepuk punggung tangan King dengan lembut, seolah-olah dia adalah seorang ibu yang sangat sayang kepada anaknya.


"Zhong Li! Ibu tahu kamu masih trauma sehingga tidak berani pulang ke kediaman Jendral Zhong Guo.Ibu dan Zhong Min akan menemanimu tinggal di Kuil Tao malam ini. Besok pagi kita pulang bersama," kata Ming Lan.


"Dasar tua bangka! Pasti ada rencana jahat lagi!" kata hati King secara spontan.


Dugaan King sangat benar karena Ming Lan berniat mengirim lebih banyak pembunuh bayaran untuk menghabisi King dan para pelayannya beserta ke empat pendeta Tao yang tinggal di Kuil Tao. Bahkan kalau bisa Kuil Tao ini akan dibakar hingga tak tersisa sedikit pun.


"Nyonya Ming Lan. Kebetulan aku dan beberapa prajurit ada di sini sekarang. Kita bisa mengawal tuan muda Zhong Li pulang ke kediaman Jendral Zhong Guo sekarang," ucap A Chen.


"Baik, Putri Jing Mi!" jawab Hercules dan Xena bersamaan.


"Sial!" kata hati Ming Lan.


Ming Lan hanya bisa menyimpan rasa kekesalan dalam hatinya karena tidak mungkin dirinya membantah perkataan Putri Jing Mi.


Beberapa saat kemudian, kereta kuda yang dinaiki oleh Ming Lan dan Zhong Min ke Kuil Tao menjadi penuh karena bertambah empat orang di dalamnya, sedangkan Putri Jing Mi, A Chen, dan prajurit lainnya mengikuti kereta kuda dari belakang dengan menunggangi kuda.


***Kediaman Jendral Zhong Guo***


Kereta kuda tiba di depan kediaman Jendral Zhong Guo dengan aman. Hercules menuntun King turun dari kereta kuda.


A Chen dan prajurit lainnya sudah berpamitan pulang, sedangkan Putri Jing Mi masih duduk di atas kudanya.


Ming Lan berjalan mendekati Putri Jing Mi untuk mengucapkan terima kasih.


"Zhong Li! Setiap kali kamu keluar dari kediaman Jendral Zhong Guo, pakai jubah perangku." Putri Jing Mi sengaja berbicara dengan suara keras dan tegas supaya Ming Lan dan Zhong Min mendengarnya dengan jelas.


Setelah meninggalkan pesan ke Zhong Li alias King, Putri Jing Mi mengepakkan kakinya ke kuda dengan keras sehingga kuda yang ditungganginya melesat dengan cepat meninggalkan kediaman Jendral Zhong Guo.


***


Selamat malam readers. Hari ini author bisa up 2 bab aja ya.


Besok akan up lagi ya . Terima kasih🙏


UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB


UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB


UP 2 BAB UP 2 BAB UP 2 BAB


Follow author LYTIE di Noveltoon / Mangatoon 🙏🤗


AUTHOR : LYTIE