
***Auala istana Kerajaan Dong Wang***
Kaisar Wang merasa lega melihat Putri Jing Mi masih duduk tenang sambil minum arak dari cawan arak dan tidak menampakkan emosi amarah di wajahnya, sedangkan Xena menatap penuh kebencian ke arah Putri Bei Chen Hsuang.
Kaisar Wang yakin Putri Bei Chen Hsuang sengaja menggoda Zhong Li dan tujuan utama Putri Bei Chen Hsuang adalah mencari masalah dengan Putri Jing Mi.
Ada perselisihan di antara Putri Jing Mi dan Putri Bei Chen Hsuang sejak lima tahun yang lalu. Luka di wajah Putri Jing Mi disebabkan oleh Putri Bei Chen Hsuang.
Pada saat itu Putri Jing memimpin pasukan Kerajaan Dong Wang melawan pasukan Kerajaan Bei Ming. Putri Bei Chen Hsuang juga ikut dalam pertempuran itu dan berakhir dengan luka parah di wajah kanan Putri Jing Mi.
Kaisar Wang sangat membenci Putri Bei Chen Hsuang karena kekejamannya terhadap Putri Jing Mi lima tahun yang lalu. Putri Jing Mi yang baru berusia lima belas tahun waktu itu, harus menjalani masa mudanya dengan wajah buruk rupa.
Walaupun Putri Jing Mi tidak mempermasalahkan wajahnya yang terluka berat, Kaisar Wang tidak tega melihatnya dan menyarankan Putri Jing Mi memakai topeng wajah besi untuk menutupi luka itu.
Pada awalnya Kaisar Wang tidak mengira Putri Bei Chen Hsuang akan datang sebagai utusan perdamaian dari Kerajaan Bei Ming. Justru karena tulah Kaisar Wang tidak bisa mengusir Putri Bei Chen Hsuang dari Kerajaan Dong Wang sesuka hatinya.
***
Putri Bei Chen Hsuang menyembunyikan wajah terkejutnya dengan cepat dan menggantikannya dengan senyuman manis.
"Maaf, tuan muda Zhong Li! Besok Chen Hsuang akan ke kediaman Jendral Zhong Guo untuk mengantar hadiah sebagai tanda minta maaf," kata Putri Bei Chen Hsuang dengan suara yang sengaja dibuatnya terdengar merdu di telinga.
Putri Bei Chen Hsuang tahu Zhong Li buta sehingga menggunakan suara yang merdu untuk menarik perhatian Zhong Li.
"Tidak perlu!" jawab King dengan singkat.
Putri Bei Chen Hsuang tidak mengira Zhong Li yang terkenal lemah bisa menolaknya dengan tegas.
"Apa gosip yang tersebar ke Kerajaan Bei Ming tentang Zhong Li salah?" kata hati Putri Bei Chen Hsuang.
Sebelum datang ke Kerajaan Dong Wang, Putri Bei Chen Hsuang sudah mengumpulkan informasi terbaru mengenai Kerajaan Dong Wang terutama yang bersangkutan dengan dua putri Kaisar Wang yaitu Putri Xing Xing dan Putri Jing Mi.
Putri Bei Chen Hsuang mendapatkan informasi yang membuatnya sangat tertarik dengan seorang pria muda bertubuh lemah dan buta yaitu Zhong Li.
Zhong Li, putra sulung dari Jendral Zhong Guo, yang sudah menjadi calon menantu Kaisar Wang sejak kecil dan akan menikah dengan Putri Xing Xing dalam waktu dekat malahan diganti oleh Zhong Min, adik tirinya dan Zhong Li dijodohkan dengan Putri Jing Mi.
Putri Bei Chen Hsuang memutuskan untuk mendekati Zhong Li sewaktu berada di Kerajaan Dong Wang. Selain karena Zhong Li dijodohkan dengan Putri Jing Mi, juga karena Zhong Li adalah putra sulung dari Jendral Zhong Guo.
Apa lagi Putri Bei Chen Hsuang melihat Zhong Li mengenakan jubah perang Putri Jing Mi di luar pakaian putihnya membuat Putri Bei Chen Hsuang menduga hubungan Zhong Li dan Putri Jing Mi sangatlah dekat dan akrab. Putri Bei Chen Hsuang semakin ingin mendapatkan hati Zhong Li.
"Silakan Putri Bei Chen Hsuang kembali ke tempat duduk sendiri supaya keadaan tuan muda Zhong Li membaik." Xena mengusir Putri Bei Chen Hsuang secara terang-terangan.
"Baiklah. Aku sangat senang bisa berkenalan dengan tuan muda Zhong Li," kata Putri Bei Chen Hsuang sebelum berjalan kembali ke tempat duduknya.
"Wanita yang bermuka tebal," kata hati King.
***
Bai Hu yang duduk di samping Pangeran Xu Feng merasa iba kepada Putri Bei Chen Hsuang yang mendapat perlakuan kasar dari pelayan Zhong Li, sedangkan Pangeran Xu Feng yang duduk di sampingnya sama sekali tidak memedulikan Putri Bei Chen Hsuang.
Pangeran Xu Feng lebih memilih menikmati araknya. Tadi selendang Putri Bei Chen Hsuang juga di acuhkan oleh Pangeran Xu Feng.
"Putri Bei Chen Hsuang. Tarianmu sangat indah dan menawan. Aku sangat menyukainya. Semua salah Zhong Li yang buta dan bertubuh lemah sehingga alergi dengan serbuk bunga," kata Bai Hu.
Bai Hu memanfaatkan kesempatan ini untuk menjelekkan Zhong Li dan mengambil hati Putri Bei Chen Hsuang. Aroma wangi dari selendang Putri Bei Chen Hsuang masih tercium jelas di hidung Bai Hu.
"Terima kasih pujiannya tuan muda Bai Hu," ucap Putri Bei Chen Hsuang sambil tersenyum manis.
Acara jamuan istana pun dilanjutkan dengan meriah setelah terjadi perselisihan kecil tadi.
Sementara itu King makan pil putih kecil yang diberikan oleh Xena. Beberapa detik kemudian hidung King tidak terasa gatal dan bersinnya pun terhenti.
"Maaf tuan muda Zhong Li. Xena siap menerima hukuman apa pun, " kata Xena.
"Kali ini aku tidak akan menghukummu!" kata King.
King tahu hidungnya tiba-tiba alergi dan bersin terus menerus karena racun dari Xena. King yakin Xena melakukannya karena tidak ingin dirinya masuk dalam perangkap Putri Bei Chen Hsuang.
Tadi King juga mencurigai ada sesuatu di selendang Putri Bei Chen Hsuang. King memutuskan untuk menanyakannya ke Xena ketika berada di kediaman Jendral Zhong Guo.
King bisa merasakan Xena sangat membenci Putri Bei Chen Hsuang. Xena yang selama ini selalu bersikap tenang dalam menghadapi masalah apa pun, tetapi sewaktu berhadapan dengan Putri Bei Chen Hsuang membuat Xena lepas kendali dan marah.
"Apakah Xena mengenal Putri Bei Chen Hsuang? Pasti ada sesuatu hal yang membuat Xena sangat membenci Putri Bei Chen Hsuang, " kata hati King.
Tadi King sempat melirik sekilas dengan pandangan mata kosong ke Putri Bei Chen Hsuang sewaktu menari di tengah aula istana dan melihat di ikat pinggang Putri Bei Chen Hsuang ada senjata.
Senjata yang mirip dengan cambuk cemeti. Hal itu menandakan Putri Bei Chen Hsuang bisa bertarung.
"Terima kasih tuan muda Zhong Li," kata Xena.
Putri Jing Mi tersenyum kecil melihat sikap bijaksana King terhadap Xena.
"Kamu tuan muda yang baik," puji Putri Jing Mi.
"Tentu saja!" jawab King dengan pandangan mata kosong ke arah lain.
Putri Jing Mi bertepuk tangan di dalam hatinya melihat King yang profesional berakting buta. Kalau saja dirinya tidak tahu King sudah bisa melihat dengan jelas, mungkin dirinya mempercayai King masih buta.
Sementara itu Putri Bei Chen Hsuang menikmati hidangan mewah di hadapannya sambil memikirkan cara lain untuk mendekati dan menggoda Zhong Li.
"Tidak disangka kakakku tercinta bisa gagal," kata Pangeran Bei Chen Yi, yang duduk di samping Putri Bei Chen Hsuang.
"Aku pasti berhasil jika pelayannya tidak ikut campur tangan tadi," kata Putri Bei Chen Hsuang dengan kesal.
"Ingat tujuan kita ke Kerajaan Dong Wang!" kata Pangeran Bei Chen Yi.
"Tentu saja!" jawab Putri Bei Chen Hsuang.
Walaupun selama ini Putri Bei Chen Hsuang tidak menyukai Pangeran Bei Chen Yi, tetapi mereka berdua harus menjalankan misi yang sama dari Kaisar Bei Ming sehingga mau tidak mau Putri Bei Chen Hsuang harus bekerjasama dengan Pangeran Bei Chen Yi.
Kerajaan Bei Ming dikuasai oleh pria sehingga Putri Bei Chen Hsuang sebagai putri sulung di Kerajaan Bei Ming sama sekali tidak mempunyai hak atas tahta. Kemungkinan besar tahta Kerajaan Bei Ming akan jatuh ke tangan Pangeran Bei Chen Yi yang merupakan putra kesayangan Kaisar Bei Ming.
Satu jam kemudian acara jamuan istana selesai. Jendral Zhong Guo berada di kereta kuda yang sama dengan Ming Lan, Zhong Li, dan Zhong Min.
Jendral Zhong Guo sangat senang melihat keadaan Zhong Li sekarang yang terlihat lebih percaya diri dan sehat. Bahkan Zhong Li mempunyai dua pelayan pribadi yang cekatan dan bisa di andalkan sehingga Jendral Zhong Guo bisa menyimpan rasa khawatirnya untuk sementara waktu.
***
Terima kasih dukungannya untuk novel ini baik berupa vote, hadiah,like maupun komentar positif.
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE