REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH

REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH
BAB 58. Kepulangan Jendral Zhong Guo


***Kediaman Jendral Zhong Guo***


Ming Lan dan Zhong Min berjalan masuk ke dalam kediaman Jendral Zhong Guo dengan perasaan marah dan kesal, sedangkan Zhong Li alias King berjalan dengan santai di belakang mereka sambil di tuntun oleh Hercules.


Ming Lan tidak mengira pembunuh bayaran berilmu tinggi yang disewanya untuk membunuh Zhong Li gagal dan mati semua karena kedua pelayan baru hadiah dari Putri Jing Mi. Ming Lan yakin Hercules dan Xena pasti berilmu tinggi sehingga Zhong Li bisa lolos dari pembunuh bayaran.


Semalam Ming Lan terkejut ketika prajurit kerajaan Dong Wang datang untuk menanyakan tentang kereta kuda yang ditemukan di tengah jalan dengan kusir kuda yang terpenggal kepala.


Pada saat itu Ming Lan sudah curiga Zhong Li tidak terbunuh oleh pembunuh bayaran karena jika para pembunuh bayaran itu berhasil menjalankan misinya, maka prajurit Kerajaan Dong Wang tidak mungkin menemukan jasad kusir kuda dan datang ke kediaman Jendral Zhong Guo untuk menginterogasinya.


Ming Lan terpaksa berbicara jujur kepada A Chen bahwa Zhong Li dan para pelayannya memakai kereta kuda itu ke Kuil Tao sehingga A Chen dan bawahannya memutuskan untuk ke Kuil Tao.


Tentu saja Ming Lan memaksa untuk ikut ke Kuil Tao dengan alasan mengkhawatirkan keadaan Zhong Li. Ming Lan mengajak serta Zhong Min, putra kesayangannya ke Kuil Tao.


Sewaktu tiba di Kuil Tao, Ming Lan terkejut melihat Putri Jing Mi ada di sana beserta ketiga pelayan Zhong Li.


Ming Lan tahu Putri Jing Mi sudah mencurigai dalang di balik pembunuh bayaran yang mengincar Zhong Li adalah dirinya. Perkataan Putri Jing Mi  yang menyuruh Zhong Li memakai jubah perang itu merupakan ancaman dari Putri Jing Mi untuk Ming Lan dan Zhong Min.


Jika Zhong Li mengalami musibah lagi, Ming Lan yakin Putri Jing Mi akan membuat perhitungan dengannya.


Sementara itu beberapa hari lagi Jendral Zhong Guo akan pulang ke Kerajaan Dong Wang bersama utusan perdamaian dari tiga kerajaan yaitu Kerajaan Xi Xia, Kerajaan Bei Ming, dan Kerajaan Nan Yun sehingga Ming Lan memutuskan menunda rencananya untuk membunuh Zhong Li.


Ming Lan tidak berani mengambil resiko besar yang akan dihadapinya dari Putri Jing Mi dan Jendral Zhong Guo.


Sejak hari itu kehidupan King menjadi tenang tanpa ada gangguan dari Ming Lan maupun Zhong Min di kediaman Jendral Zhong Guo sampai hari kepulangan Jendral Zhong guo


Di malam hari, Putri Jing Mi mengirimkan pesan telepati ke King dan mengajarinya beberapa ilmu teori dasar untuk menggunakan tenaga dalam King. Tentu saja King mempelajari dan menghafalnya dengan rajin.


Setelah itu King tidak pernah lagi berhubungan dengan Putri Jing Mi karena Putri Jing Mi sibuk dengan para pejabat Kerajaan Dong Wang dan Kaisar Wang membahas kedatangan utusan perdamaian dari tiga kerajaan minggu depan.


Sementara itu King fokus dengan kesibukannya sendiri. Setiap malam King berlatih ilmu meringankan tubuhnya di dalam kamar tidur dan juga mencoba memadukan tenaga dalamnya yang kuat dengan seni bela diri yang dikuasai olehnya serta mempelajari teori dasar menggunakan tenaga dalam dari Putri Jing Mi.


***


Waktu berlalu dengan cepat. Tanpa terasa sudah seminggu King pulang dari Kuil Tao. Besok adalah hari kepulangan Jendral Zhong Guo ke Kerajaan Dong Wang.


Kaisar Wang mengadakan acara jamuan di istana untuk menyambut kepulangan Jendral Zhong Guo dan utusan perdamaian dari Kerajaan Xi Xia, Kerajaan Bei Ming, dan Kerajaan Nan Yun.


Kali ini Ming Lan, Zhong Min, dan King berada di dalam kereta kuda yang sama, sedangkan Hercules dan Xena menunggangi kuda yang berbeda  serta mengikuti kereta kuda dari belakang.


King duduk dengan tenang di dalam kereta kuda dengan pandangan mata kosong. Ming Lan dan Zhong Min mengawasi penampilan King dari atas kepala sampai ujung kaki.


King lebih menikmati makan di kamar tidurnya bersama Hercules, Xena, dan A Tu.  A Tu semakin patuh terhadap King karena King memberinya manisan buah kering, yang dikira A Tu adalah obat penawar racun. Padahal itu adalah manisan buah kering biasa yang dibuat oleh Hercules.


Tubuh Zhong Li alias King yang sekarang ini semakin berotot. Selain itu Zhong Li terlihat tampan,gagah, dan berkarisma dalam balutan pakaian berwarna putih disertai jubah perang Putri Jing Mi.


Hal itu membuat Zhong Min semakin iri. Zhong Min juga memakai pakaian berwarna putih polos. Zhong Min sengaja memilih warna yang netral karena ingin mengungguli Zhong Li yang selalu berpenampilan simpel.


Zhong Min ingin menebus rasa malu di kejadian jamuan istana beberapa waktu yang lalu dengan penampilan yang simpel kali ini. Zhong Min ingin mengambil hati Kaisar Wang dan Putri Xing Xing.


Semula Zhong Min merasa yakin jika dirinya berpenampilan seperti Zhong Li, pasti pusat perhatian semua orang akan jatuh kepadanya. Akan tetapi, saat ini Zhong Li memadukan pakaian simpelnya dengan jubah perang Putri Jing Mi sehingga membuat Zhong Li lebih bersinar daripada Zhong Min.


Ming Lan yang mengambil keputusan untuk memakai kereta kuda yang sama karena ingin memperlihatkan kepada Jendral Zhong Guo bahwa dirinya mempunyai hubungan yang akrab dan dekat dengan Zhong Li.


Selain itu Ming Lan mengira Hercules dan Xena tidak akan ikut ke jamuan istana karena tidak bisa naik di kereta kuda yang sama. Ming Lan menyimpan kekesalan dalam hatinya sewaktu melihat Hercules dan Xena malahan ngotot ikut dengan  menunggangi kuda.


Hercules dan Xena hanya mendengarkan perintah dari Zhong Li dan Putri Jing Mi sehingga Ming Lan tidak bisa melarang mereka untuk ikut ke jamuan istana dan hanya bisa menggerutu di dalam hatinya.


***Istana Kaisar Wang***


Walaupun King sudah pernah mengunjungi istana Kaisar Wang, tetapi King masih tidak bisa menghilangkan rasa kekagumannya ketika berada di dalam aula istana yang besarnya hampir tiga kali lipat besarnya dari lapangan bola basket.


Karpet merah yang panjang dan lebar masih terhampar di tengah ruangan dari pintu masuk aula hingga ujung anak kaki tangga.


Beberapa tamu undangan yang sudah hadir juga duduk berhadapan di seberang karpet. Hanya saja King menyadari  formasi duduk kali ini berbeda dengan jamuan istana sebelumnya. Para wanita dan pria tidak dipisah duduknya.


Meja panjang yang diukir dari kayu cendana berwarna merah tidak ada di sana dan di ganti dengan meja pendek jenis kayu cendana yang sama. Ukuran meja yang cukup untuk meletakkan hidangan untuk dua orang saja.


King berjalan perlahan sambil di tuntun oleh Hercules. Zhong Ming sengaja berjalan cepat melewati King dan duduk tepat di samping Putri Xing Xing.


Putri Xing Xing menutup hidungnya terlebih dahulu dengan sapu tangan ketika melihat Zhong Min duduk di sampingnya. Beberapa saat kemudian Putri Xin membuka sapu tangannya setelah yakin tidak ada bau busuk menyebar dari tubuh Zhong Min.


Putri Xing Xing melihat penampilan Zhong Min dari atas kepala sampai ke bawah kaki. Senyum tipis mengembang di sudut bibir Putri Xing Xing karena  penampilan Zhong Min yang simpel terasa sangat menyejukkan matanya dibandingkan pakaian sulaman kupu-kupu waktu itu, yang menjadi mimpi buruk Putri Xing Xing.


***


Ada kejutan lagi di jamuan istana. Di tunggu ya readers. Thank you 🙏🤗


Putri Xing Xing masih trauma dengan aroma bau busuk dari tubuh Zhong Min 😂


AUTHOR : LYTIE