REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH

REINKARNASI : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH
BAB 38. Niat jahat


***KAMAR TIDUR ZHONG MIN***


Ming Lan yang berada di dalam kamar tidur Zhong Min merasa heran melihat  raut wajah putra kesayangannya yang memerah  dan mata yang sembab.


Tadi Ming Lan mengira sepulang dari tempat tabib istana, Zhong Min akan menuju kamar tidurnya sehingga Ming Lan menyusul dan tidak melihat sosok Zhong Min di sana.


Sekarang keadaan Zhong Min sangat berantakan dibandingkan keadaan sewaktu pulang dari tempat tabib istana sehingga Ming Lan mencurigai ada sesuatu yang  terjadi dengan putra kesayangannya.


"Ada apa Zhong Min?" tanya Ming Lan.


"Ibu! Bau badanku pasti kerjaan si buta itu!" kata Zhong Min.


"Apa? Zhong Li yang melakukannya? Ada buktinya?" tanya Ming Lan.


Ming Lan sangat antusias dengan bukti yang akan Zhong Min tunjukkan padanya. Jika ada bukti, Ming Lan bisa menggunakannya untuk mengusir Zhong Li dari kediaman Jendral Zhong Guo selamanya.


"Tidak ada!" jawab Zhong Min dengan ketus.


"Tidak ada bukti?" tanya Ming Lan dengan raut wajah kecewa.


"Pokoknya aku yakin seratus persen Zhong Li lah biang keroknya. Kedua pelayan barunya patut dicurigai!" kata Zhong Min.


Zhong Min bersikeras dugaannya pastilah benar bahwa Zhong Li yang mencelakainya karena di jamuan istana Zhong Li tampil memukau dan mendapatkan banyak pujian. Apa lagi Zhong Min melihat dua kotak berisi seratus tael emas dan seratus tael perak hadiah dari Kaisar Wang serta Putri Xing Xing berada di sudut tempat tidur Zhong Li yang membuat Zhong Min semakin iri.


"Sialan! Berani sekali si buta  mencelakaimu! Ibu akan mencari kesempatan untuk balas dendam!" kata Ming Lan sambil memukul meja dengan tangannya.


Ming Lan sendiri tidak menyadari selama puluhan tahun ini dialah yang membuat Zhong Li menjadi buta . Zhong  Li yang paling pantas menuntut balas dendam dan pastinya sekarang King lah yang akan melakukannya.


"Ibu! Aku mau Zhong Li mati!" kata Zhong Min.


"Mati? Tetapi ayahmu akan pulang dalam waktu dekat," kata Ming Lan.


"Justru itu kita harus melenyapkan Zhong Li sebelum ayah pulang. Ibu kan punya kenalan pembunuh bayaran," kata Zhong Min.


"Baiklah! Ibu akan menghubungi mereka. Kalau bisa, Zhong Li mati di luar kediaman Jendral Zhong Guo  sehingga ayahmu tidak bisa mengusutnya," kata Ming Lan.


" Aku setuju dengan usul ibu," kata Zhong Min.


Ming Lan dan Zhong Min ketawa keras bersamaan membayangkan nyawa Zhong Li akan diambil malaikat pencabut nyawa dalam waktu dekat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di dalam tandu , King berpikir keras akan menggunakan semua tael emas dan peraknya untuk membeli apa di tempat perajin pandai besi nantinya . King berharap beberapa benda yang diperlukannya untuk menjelajahi Pegunungan Kunlun bisa diperolehnya dari tempat perajin pandai besi.


King sudah tidak sabar untuk mendapatkan rumput abadi dan menjadi kuat .


***TEMPAT PERAJIN PANDAI BESI***


Hercules menuntun King berjalan menuju perajin pandai besi.


"Tuan muda Zhong Li!"kata perajin pandai besi sambil tersenyum lebar.


"Ternyata perajin pandai besi yang menjual pisau kecil mahal waktu itu," kata hati King.


King hanya menganggukkan kepala ke arah lain dengan wajah tanpa ekspresi.


King yakin perajin pandai besi bersikap ramah kepadanya karena takut dengan Putri Jing Mi sehingga King ingin memanfaatkan kesempatan emas ini untuk mendapatkan benda yang diinginkannya.


"Tuan Zhong Li adalah tamu kehormatanku. Ayo! Silahkan duduk dulu!" kata perajin pandai besi sambil mengambil sebuah kursi kayu, menggosokkan permukaan kursi dengan lengan bajunya sebelum meletakkan kursi itu di dekat Zhong Li.


Hercules menuntun King untuk duduk di sana .  Perajin pandai besi tersenyum lebar melihat King tidak menolak duduk di kursi yang diberikan olehnya.


"Tuan Zhong Li ingin membeli pisau kecil lagi? Tunggu sebentar! Aku akan membawa banyak pisau kecil terbaru. Semuanya sangat tajam dan ringan. Jangan khawatir! Harganya tidak mahal!" kata perajin pandai besi panjang lebar.


Perajin pandai besi itu menjadi lebih  jujur setelah kejadian King membeli set pisau kecil di tempatnya.


"Aku tidak mau pisau kecil," kata King dengan nada datar.


"Tuan muda Zhong Li mau senjata jenis apa? Di tempatku sangat lengkap," kata perajin pandai besi dengan antusias.


"Tanganmu!" jawab King.


"Apa?" teriak perajin pandai besi sambil refleks menggerakkan kedua tangannya ke belakang tubuhnya.


Halo readers. Hari ini author up 2 bab. Ditunggu ya bab satunya lagi 🙏🙏


Apakah King akan memotong tangan si perajin pandai besi atau??


AUTHOR : LYTIE